• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Komplikasi Akibat Ambiguous Genitalia

Waspada, Ini Komplikasi Akibat Ambiguous Genitalia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Meski langka, kondisi kelamin ganda itu nyata dan bisa dijelaskan secara medis. Sebutannya adalah ambiguous genitalia atau genitalia ambigu. Seperti namanya, genitalia ambigu terjadi ketika bentuk alat kelamin tidak jelas, sehingga terlihat memiliki kelamin ganda, laki-laki dan perempuan sekaligus. Adakah komplikasi akibat genitalia ambigu?


Secara umum, genitalia ambigu memang tidak berbahaya. Namun, jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat membuat pengidapnya mengalami gangguan psikis dan sosial saat dewasa. Selain itu, risiko mengalami infertilitas, gangguan orgasme, dan jenis kanker tertentu pun akan meningkat, jika genitalia ambigu tidak segera ditangani. 


Baca juga: Kenali Ambiguous Genitalia yang Menyerang Bayi



Ambiguous Genitalia Bisa Dideteksi Sejak dalam Kandungan

Genitalia ambigu dapat dideteksi saat masih berada dalam kandungan atau saat bayi lahir. Bayi yang mengalami genitalia ambigu akan memiliki jenis kelamin yang tidak jelas dan terlihat seperti berkelamin ganda. Akibatnya, sulit memastikan apakah bayi yang lahir perempuan atau laki-laki.


Beberapa tanda yang bisa terlihat saat bayi mengalami genitalia ambigu pada bayi perempuan adalah:


  • Labia membengkak dan tertutup, sehingga tampak seperti skrotum.
  • Klitoris berukuran besar, sehingga terlihat seperti penis kecil.
  • Lubang saluran kemih (uretra) ada di sekitar klitoris, bisa tepat atau ada di bawahnya.


Sementara itu, tanda genitalia ambigu pada bayi laki-laki adalah:


  • Posisi lubang saluran kemih ada di bawah (hipospadia).
  • Penis memiliki ukuran yang sangat kecil atau tampak seperti klitoris yang membesar.
  • Tidak ditemukannya testis di skrotum (kriptokismus).
  • Area yang seharusnya merupakan skrotum tampak seperti labia.


Untuk mengetahui perkembangan janin dan adanya risiko genitalia ambigu, ibu hamil perlu memeriksakan kehamilan secara rutin, sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter. Ibu bisa download aplikasi Halodoc agar bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit lebih mudah. 


Baca juga: Adakah Pengobatan untuk Kondisi Ambiguous Genitalia?



Apa Penyebab dari Ambiguous Genitalia?

Secara umum, genitalia ambigu terjadi akibat gangguan pada perkembangan organ kelamin, saat bayi masih di dalam kandungan. Akibatnya, ketika lahir, jenis kelamin bayi yang terbentuk menjadi tidak jelas. Perlu diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh gabungan kromosom sel sperma ayah dan sel telur ibu saat pembuahan.


Misalnya, jika saat pembuahan janin menerima satu kromosom X dari ayah dan satu kromosom X dari ibu, janin akan memiliki kromosom XX dan berjenis kelamin perempuan. Sebaliknya, jika janin menerima satu kromosom X dari ibu dan satu kromosom Y dari ayah, janin akan memiliki kromosom XY dan berjenis kelamin laki-laki.


Apa faktor pemicunya? Ada banyak. Gangguan hormonal yang dialami ibu selama masa kehamilan atau adanya kelainan genetik pada bayi bisa jadi penyebab genitalia ambigu. Pada beberapa kasus, penyebab terjadinya kondisi ini juga tidak diketahui dengan pasti.


Baca juga: Pentingnya Jaga Kehamilan agar Terhindar dari Ambiguous Genitalia


Pada bayi yang secara genetik berjenis kelamin laki-laki, ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya genitalia ambigu, yaitu:


  • Gagalnya pembentukan testis akibat kelainan genetik.
  • Kekurangan enzim 5A-reduktase, yaitu enzim yang berperan dalam pembentukan hormon androgen pada laki-laki.
  • Sindrom insensitivitas androgen, akibat kurangnya respons janin terhadap hormon androgen.
  • Kelainan struktur dan fungsi testis atau produksi hormon testosteron.


Sementara itu, penyebab terjadinya genitalia ambigu pada bayi yang secara genetik berjenis kelamin perempuan adalah:


  • Paparan hormon androgen yang berlebihan selama masa kehamilan. Misalnya, karena mengonsumsi obat yang mengandung hormon androgen.
  • Tumor yang mengganggu kinerja hormon perkembangan organ kelamin perempuan.
  • Hiperplasia adrenal kongenital, yaitu kondisi genetik yang membuat produksi hormon androgen terjadi secara berlebihan.
  • Pernah mengalami keguguran sebelumnya atau memiliki anggota keluarga yang mengidap genitalia ambigu.


Untuk tahu lebih pasti apa penyebab dari genitalia ambigu yang dialami, sebaiknya bicarakan lebih lanjut dengan dokter. Hal ini karena kondisi setiap orang bisa berbeda-beda.



Referensi:
Boston Children’s Hospital. Diakses pada 2020. Conditions. Ambiguous Genitalia | Diagnosis & Treatment.
Mayoclinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Ambiguous Genitalia.
Drugs. Diakses pada 2020. Ambiguous genitalia.
Medscape. Diakses pada 2020. Disorders of Sex Development.