• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Komplikasi Akibat Hematoma Subdural

Waspada, Ini Komplikasi Akibat Hematoma Subdural

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Hematoma subdural adalah kondisi yang sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, kondisi ini bisa memicu komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. Lantas, apa saja komplikasi yang bisa muncul akibat hematoma subdural?

Secara umum, subdural hematoma alias perdarahan subdural merupakan kondisi yang terjadi karena ada penumpukan darah di antara 2 lapisan otak. Kedua lapisan yang mengalami masalah ini adalah lapisan arachnoid dan lapisan dura (meningeal). Jika dibiarkan begitu saja, kondisi ini bisa menyebabkan darah semakin berkumpul dan memberi tekanan tinggi di dalam tengkorak. Semakin lama, hal ini bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan otak dan membahayakan nyawa. 

Baca juga: 5 Penyebab Seseorang Alami Hematoma Subdural

Penyebab dan Komplikasi Hematoma Subdural

Kondisi ini umumnya terjadi pada orang yang mengalami cedera atau trauma di kepala. Hematoma subdural bisa terjadi akibat kecelakaan atau terjatuh. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja. Ada beberapa gejala yang bisa muncul sebagai tandanya. Namun, gejala penyakit bisa saja berbeda antara satu orang dengan yang lainnya, tergantung pada tingkat keparahan, ukuran, serta lokasi hematoma. 

Tekanan pada otak yang disebabkan oleh hematoma subdural bisa memicu gejala berupa penurunan kesadaran, mual dan muntah, sakit kepala, pusing, berbicara melantur, amnesia, kejang, perubahan pada kepribadian, gangguan pernapasan, serta kesulitan berjalan. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan kelemahan pada salah satu sisi tubuh.  

Saat terjadi cedera pada kepala, muncul perdarahan yang memenuhi area otak. Semakin lama, hal tersebut akan mulai menekan jaringan otak dan menyebabkan hematoma subdural akut. Perdarahan pada otak bahkan bisa terjadi hanya karena cedera kepala yang sangat kecil, biasanya rentan menyerang lansia yang kondisi vena di area otaknya mungkin sudah meregang. 

Selain disebabkan oleh cedera, ada faktor risiko lain yang bisa meningkatkan risiko terjadinya hematoma subdural. Penyakit ini disebut lebih rentan menyerang orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu, konsumsi minuman beralkohol dalam jangka panjang, riwayat penyakit tertentu, hingga mengalami cedera berulang pada kepala. 

Baca juga: Benturan Bisa Sebabkan Hematoma, Ini Komplikasinya

Meski tidak memiliki faktor risiko, hematoma subdural tetap bisa menyerang siapa saja. Tidak hanya itu, perdarahan ini juga bisa memicu komplikasi yang serius. Pada beberapa kasus, hematoma subdural bahkan bisa menyebabkan pengidapnya mengalami koma hingga kehilangan nyawa. Hematoma subdural yang tidak ditangani dengan tepat bisa memicu komplikasi, di antaranya:

1.Herniasi Otak 

Perdarahan pada otak bisa menyebabkan herniasi otak, yaitu kondisi ketika jaringan otak dan cairan otak bergeser dari posisi yang seharusnya. Ada beberapa hal yang bisa memicu kondisi ini, mulai dari pembengkakan otak akibat cedera kepala, stroke, atau tumor otak. Kondisi ini harus segera ditangani secara medis. Jika tidak, herniasi otak bisa menyebabkan kematian.

2.Perdarahan Berulang 

Komplikasi lain yang bisa muncul akibat hematoma subdural adalah perdarahan berulang dan sering. Komplikasi yang satu ini lebih rentan menyerang pengidap hematoma yang sudah berusia lanjut. 

3.Kejang 

Kejang bisa muncul sebagai komplikasi dari penyakit ini. Kabar burunya, kejang bahkan tetap bisa muncul meskipun hematoma subdural sudah diobati. 

Baca juga: Hati-Hati, Ini Komplikasi Akibat Hematoma

Cari tahu lebih lanjut seputar hematoma subdural dan apa saja komplikasinya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi 
MedicineNet. Diakses pada 2020. Hematoma.
Web MD. Diakses pada 2020. Subdural Hematoma.
Healthline. Diakses pada 2020. Brain Herniation.