• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Komplikasi dari Kelainan Tulang Lordosis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Komplikasi dari Kelainan Tulang Lordosis

Waspada, Ini Komplikasi dari Kelainan Tulang Lordosis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 28 Desember 2021
Waspada, Ini Komplikasi dari Kelainan Tulang Lordosis

Lordosis ditandai dengan tulang punggung bagian bawah melengkung secara berlebihan. Kondisi ini bisa memicu rasa nyeri dan tidak nyaman, serta mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan melakukan pengobatan yang tepat dan cepat, risiko terjadinya komplikasi akibat kondisi ini bisa dihindari.“

Halodoc, Jakarta – Lordosis adalah kelainan tulang punggung bagian bawah alias lumbal. Kondisi ini menyebabkan pengidapnya memiliki tulang punggung yang melengkung ke dalam secara berlebihan. Kelainan tulang ini bisa menyerang siapa saja. Maka dari itu, penting untuk mengetahui penyebabnya, sehingga pengobatan bisa dilakukan dengan tepat dan risiko komplikasi bisa dihindari. 

Normalnya, tulang punggung manusia memang melengkung sedikit. Lengkungan bisa ditemukan di bagian leher, punggung atas, serta punggung bawah. Tulang yang melengkung tersebut memiliki fungsi untuk membantu tubuh menyokong kepala, serta mempertahankan struktur tubuh. Hal ini juga berperan dalam membantu bergerak dan membungkuk dengan mudah. 

Beragam Penyebab Lordosis yang Harus Diketahui 

Pada kondisi normal, tulang memang akan sedikit melengkung. Namun, pengidap lordosis umumnya mengalami lengkungan tulang yang terlalu dalam. Alhasil, tulang belakang mendapatkan tekanan berlebihan dan muncul rasa sakit serta tidak nyaman. Semakin lama, kondisi ini bisa menjadi semakin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari.  

Kelainan tulang ini memang bisa terjadi pada siapa saja. Namun, ada beragam penyebab dan faktor risiko yang harus diwaspadai, antara lain: 

  1. Kelebihan Berat Badan

Kelebihan berat badan alias obesitas adalah salah satu penyebab lordosis. Kondisi ini bisa memengaruhi postur tubuh dengan memberi tekanan yang terlalu besar pada tulang belakang. Hal itulah yang menjadi pemicu terjadinya gangguan tulang lordosis. 

  1. Riwayat Kelainan Tulang 

Risiko penyakit ini disebut meningkat pada orang yang memiliki riwayat kelainan tulang, yaitu osteoporosis. Kondisi ini umumnya terjadi pada orang yang sudah lanjut usia. Osteoporosis memicu keropos pada tulang punggung bagian bawah sehingga mudah melengkung. Kelainan tulang spondylolisthesis juga harus diwaspadai. Spondylolisthesis adalah kelainan yang menyebabkan tulang belakang bergeser dari posisi seharusnya. Hal ini menyebabkan tulang menjadi tidak sejajar dan mudah melengkung.

  1. Sedang Hamil

Pada wanita, risiko lordosis bisa meningkat pada masa kehamilan. Hal ini terjadi karena ada peningkatan berat badan dan beban yang memengaruhi postur tubuh. Kabar baiknya, gangguan tulang belakang pada wanita hamil biasanya akan hilang setelah melahirkan.

  1. Mengangkat Beban Berat

Mengangkat beban yang terlalu berat juga bisa meningkatkan risiko kelainan tulang lordosis. Risiko penyakit ini menjadi lebih besar jika mengangkat beban dilakukan dengan postur tubuh yang buruk.

Waspadai Gejala dan Komplikasinya

Gejala khas dari kondisi ini adalah nyeri otot yang terasa pada area tulang punggung. Nyeri muncul akibat tulang punggung yang melengkung secara tidak normal sehingga menarik otot ke berbagai arah. Hal ini memicu rasa tegang pada otot dan nyeri. Gangguan tulang juga menyebabkan terbatasnya gerakan, terutama di sekitar leher atau punggung bagian bawah.

Penyakit ini juga menyebabkan bokong pengidapnya terlihat menonjol, badan terasa lemah, mati rasa, sering kesemutan, serta kurang bisa mengontrol keinginan untuk buang air kecil maupun buang air besar. Pengobatan penyakit ini perlu segera dilakukan, biasanya akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. 

Sebenarnya, sebagian besar kasus kelainan tulang lordosis tidak perlu ditangani secara khusus. Beberapa di antaranya bahkan bisa pulih setelah beberapa saat. Namun, bukan berarti kondisi ini boleh disepelekan begitu saja. Kelainan tulang yang tidak ditangani dengan tepat bisa memicu komplikasi berupa nyeri parah dan berkepanjangan, mengganggu kenyamanan saat beraktivitas dan beristirahat, hingga mengganggu kinerja organ tubuh. 

Untuk mencegah terjadinya gangguan pada tulang, sebaiknya konsumsi asupan vitamin yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatannya. Kamu bisa menemukan suplemen khusus tulang yang memiliki beragam kandungan nutrisi. Cek kebutuhan suplemen harian di aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan obat akan dikirim segera ke rumah. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. What Causes Lordosis?
WebMD. Diakses pada 2021. What Conditions Can Cause Lordosis?
Medical News Today. Diakses pada 2021. What is lordosis, and what causes it?