• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Inilah Cara Penularan Chikungunya

Waspada, Inilah Cara Penularan Chikungunya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Waspada, Inilah Cara Penularan Chikungunya

Halodoc, Jakarta - Chikungunya adalah sebuah virus yang ketika menginfeksi tubuh menimbulkan demam mendadak dan nyeri sendi yang parah. Meski menimbulkan gejala yang cukup parah, infeksi virus ini jarang menyebabkan komplikasi serius. Hingga saat ini belum ada vaksin yang tersedia untuk mencegah demam chikungunya serta tidak ada pengobatan yang benar-benar efektif. 

Karena alasan ini, penting untuk mencegah penularan virus chikungunya. Namun, bagaimana cara virus ini menular? Simak ulasan berikut. 

Baca juga: Kenali Demam yang Jadi Gejala Penyakit Chikungunya

Bagaimana Cara Chikungunya Menular?

Melansir dari laman CDC, berikut sejumlah cara penularan virus chikungunya:

1. Gigitan Nyamuk

Cara penularan virus chikungunya yang paling umum adalah melalui gigitan nyamuk. Virus ini dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang kemudian gigitannya menularkan ke manusia. Aedes aegypti dan Aedes albopictus adalah nyamuk yang juga menularkan virus dengue. Kedua jenis nyamuk ini biasanya menggigit pada siang dan malam hari.

2. Ibu ke Anak

Ibu juga bisa menularkan virus chikungunya ke bayinya selama kelahiran. Namun, cara penularan ini sangat jarang terjadi. Sampai saat ini, tidak ditemukan pula bayi yang terinfeksi virus chikungunya melalui menyusui. 

3. Transfusi Darah

Secara teori, virus bisa menyebar melalui transfusi darah. Namun, sampai saat ini belum laporan bahwa seseorang terinfeksi virus chikungunya lewat transfusi darah. 

Baca juga: Waspadai Komplikasi yang Diakibatkan oleh Chikungunya

Gejala Penyakit Chikungunya

Gejala chikungunya biasanya muncul 3-7 hari setelah gigitan. Setelah masa inkubasi tersebut, seseorang yang sudah tertular umumnya mengalami demam dan nyeri sendi. Selain kedua gejala tersebut, chikungunya juga bisa menimbulkan sakit kepala, mual, ruam, dan kelelahan parah. Tidak mudah untuk mengetahui gejala chikungunya secara pasti karena gejala-gejalanya sangat mirip seperti penyakit lain yang disebarkan oleh nyamuk, seperti demam berdarah atau virus Zika.

Temui dokter jika kamu mengalami gejala-gejala ini dan tinggal di wilayah yang sedang ada wabah chikungunya. Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit, kamu dapat membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Bagaimana Chikungunya Ditangani?

Seperti yang dikatakan sebelumnya, tidak ada perawatan khusus untuk atasi chikungunya. Rata-rata pengidap bisa pulih dengan sendirinya. Beberapa gejala chikungunya biasanya membaik dalam seminggu, tetapi nyeri sendi bisa berlangsung beberapa bulan. Dokter umumnya akan meresepkan acetaminophen atau ibuprofen untuk menurunkan demam dan rasa tidak nyaman. Selama masa pemulihan, pastikan kamu minum banyak cairan dan banyak istirahat.

Virus ini menjadi lebih parah apabila menyerang bayi baru lahir, lansia di atas 65 tahun dan orang yang mengidap penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung. 

Cegah Chikungunya dengan Cara Ini

Beberapa hal yang perlu kamu lakukan untuk mengurangi risiko digigit nyamuk, yakni:

  • Kenakan baju lengan panjang dan celana panjang.
  • Tutup semua jendela dan pintu menjelang sore hari.
  • Gunakan obat anti nyamuk semprot atau losion.
  • Buang semua genangan air yang biasanya ada di pot bunga di rumah. 

Baca juga: Mitos atau Fakta Daun Binahong Dapat Sembuhkan Chikungunya

Jika kamu pernah mengidap chikungunya sebelumnya, kemungkinan besar kamu tidak akan mendapatkannya lagi karena kamu sudah memiliki antibodi terhadap chikungunya. 


Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Chikungunya Virus.
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Chikungunya?.