• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Inilah Komplikasi yang Disebabkan Neuroblastoma
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Inilah Komplikasi yang Disebabkan Neuroblastoma

Waspada, Inilah Komplikasi yang Disebabkan Neuroblastoma

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 16 November 2020
Waspada, Inilah Komplikasi yang Disebabkan Neuroblastoma

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar salah satu jenis kanker bernama neuroblastoma? Kondisi ini adalah kanker langka yang berkembang dari neuroblast atau sel-sel saraf yang belum matang pada anak-anak. Pada kasus ini, neuroblast yang seharusnya tumbuh dan berfungsi sebagai sel-sel, malah membentuk benjolan berupa tumor padat. 

Kebanyakan kasus neuroblastoma ini terjadi pada anak-anak di usia lima tahun ke bawah. Umumnya, neuroblastoma dimulai di perut, di kelenjar adrenal, di sebelah sumsum tulang belakang, atau di dada.

Pada beberapa kasus, neuroblastoma bisa menyebar ke tulang wajah, tengkorak, panggul, bahu, lengan, dan kaki. Sel-sel kankernya juga menyebar ke sumsum tulang, hati, kelenjar getah bening, kulit, dan sekitar mata (orbit).

Sayangnya, penyebab neuroblastoma belum diketahui secara pasti. Namun, menurut para ahli kondisi ini dipicu oleh cacat atau kerusakan pada gen neuroblast, yang membuatnya membelah diri dan menjadi tumor. Hal yang perlu diwaspadai, penyakit ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi serius bila tak ditangani dengan tepat.

Baca juga: Sering Sakit Perut, Hati-Hati Terkena Neuroblastoma

Gejalanya Bergantung dari Lokasi Tumor

Sebelum mengetahui komplikasi neuroblastoma, ada baiknya kamu memahami tentang gejala yang bisa terjadi. Pada dasarnya, gejala neuroblastoma bisa berbeda-beda pada tiap pengidapnya. Gejala yang muncul bergantung pada bagian tubuh yang terserang. 

Meski begitu, menurut ahli di National Institutes of Health (NIH) umumnya gejala neuroblastoma diawali dengan demam, tidak enak badan (malaise), dan nyeri. Di samping itu, kadang juga diiringi dengan hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, dan diare. 

Masih menurut NIH, ada pula gejala neuroblastoma lainnya yang bergantung pada lokasi tumor. Nah, berikut beberapa gejalanya: 

  • Nyeri atau nyeri tulang (jika kanker telah menyebar ke tulang).
  • Kesulitan bernapas atau batuk kronis (jika kanker telah menyebar ke dada).
  • Perut membesar (dari tumor besar atau kelebihan cairan).
  • Kulit memerah.
  • Kulit pucat dan warna kebiruan di sekitar mata.
  • Banyak berkeringat.
  • Denyut jantung menjadi cepat (takikardia).

Masalah otak dan sistem saraf seperti:

  • Ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih.
  • Hilangnya gerakan (kelumpuhan) pinggul, tungkai, atau kaki (ekstremitas bawah).
  • Gerakan mata atau gerakan kaki yang tidak terkontrol (disebut sindrom opsoclonus-myoclonus, atau "dancing eyes and dancing feet"
  • Masalah dengan keseimbangan.

Nah, bila Si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, segera temui atau tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc

Baca Juga: Harus Tahu, Inilah 4 Stadium Neuroblastoma

Kembali ke tajuk utama, apa saja sih komplikasi neuroblastoma yang bisa menyerang pengidapnya? 

Penyebaran kanker sampai Masalah Tulang Belakang 

Neuroblastoma yang dibiarkan tanpa penanganan yang tepat dapat menimbulkan masalah lain pada tubuh Si Kecil. Hati-hati, komplikasi neuroblastoma dapat menyebabkan masalah serius yang dapat merugikan dirinya.

Nah, berikut ini komplikasi neuroblastoma yang dapat terjadi:

  • Penyebaran kanker (metastasis). Neuroblastoma dapat menyebar (bermetastasis) ke bagian tubuh lain, seperti kelenjar getah bening, sumsum tulang, hati, kulit dan tulang.
  • Kompresi sumsum tulang belakang (spinal cord compression). Tumor bisa tumbuh dan menekan sumsum tulang belakang, sehingga menyebabkan kompresi pada sumsum tulang belakang. Kompresi ini dapat menyebabkan nyeri dan kelumpuhan.
  • Sindrom paraneoplastik. Sel neuroblastoma dapat mengeluarkan bahan kimia tertentu yang mengiritasi jaringan normal lainnya. Kondisi ini menimbulkan tanda dan gejala yang disebut sindrom paraneoplastik. Salah satu sindrom paraneoplastik yang jarang terjadi pada pengidap neuroblastoma, dapat menyebabkan pergerakan mata yang cepat dan gangguan koordinasi. Sindrom langka lainnya menyebabkan pembengkakan perut dan diare.

Baca Juga: Ketahui 5 Cara Pengobatan untuk Mengatasi Neuroblastoma

Nah, itulah beberapa komplikasi neuroblastoma yang bisa terjadi bila penyakit ini dibiarkan tanpa penanganan yang tepat. Jadi, sebaiknya kenali gejala awal dari neuroblastoma sehingga bisa segera diobati.

Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Neuroblastoma
National Health Service - UK. Diakses pada 2020. Neuroblastoma
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Neuroblastoma