Waspada, Ketoasidosis Alkoholik Bisa Sebabkan Kejang

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Waspada, Ketoasidosis Alkoholik Bisa Sebabkan Kejang

Halodoc, Jakarta – Ketoasidosis alkoholik adalah salah satu penyakit yang harus diwaspadai oleh orang yang sering mengonsumsi minuman beralkohol. Kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan keton dalam darah akibat konsumsi alkohol secara berlebihan.

Keton merupakan sejenis zat asam yang terbentuk dari sisa pembakaran lemak dalam tubuh, yang bertujuan untuk menghasilkan energi. Sayangnya, kadar keton yang tinggi di dalam tubuh bisa memicu dampak berbahaya bagi kesehatan secara keseluruhan.

Umumnya, penyakit ini menyerang orang yang mengalami malnutrisi akibat konsumsi minuman beralkohol secara berlebih dalam jangka panjang. Malnutrisi membuat fungsi tubuh tidak bekerja dengan baik. Ini yang kemudian menjadi penyebab ketoasidosis alkoholik terjadi.

Malnutrisi menyebabkan produksi insulin dalam pankreas berkurang, sehingga tubuh tidak bisa mengolah gula menjadi energi. Hal itu kemudian menyebabkan tubuh mulai membakar lemak sebagai gantinya dalam upaya menghasilkan energi.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Ketoasidosis Alkoholik

Tubuh akan menghasilkan zat asam keton saat pembakaran lemak terjadi. Jika hal itu terus terjadi, kadar zat keton dalam tubuh bisa menumpuk dalam darah, kemudian memicu ketoasidosis. Tak hanya produksi insulin, penumpukan kadar zat keton dalam tubuh juga bisa terjadi karena kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.

Konsumsi alkohol bisa meningkatkan produksi berbagai hormon, mulai dari glukagon, katekolamin, kortisol, serta hormon pertumbuhan. Peningkatan hormon tersebut kemudian mempengaruhi kinerja hati dalam penguraian lemak, kemudian memicu pelepasan asam lemak bebas. Peningkatan asam lemak bebas menjadi salah satu pemicu menumpuknya keton dalam tubuh yang bersifat asam.

Kondisi ini bisa menjadi tambah buruk jika pengidapnya mengalami dehidrasi. Biasanya, dehidrasi terjadi akibat penurunan asupan cairan, muntah-muntah, serta berkurangnya kadar hormon antidiuretik. Dehidrasi menyebabkan penurunan kemampuan ginjal untuk mengeluarkan keton melalui urine, yang menyebabkan peningkatan kadar asam dalam tubuh.

Ketoasidosis Alkoholik Bisa Memicu Kejang

Ada beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit ini. Namun biasanya, gejala ketoasidosis alkoholik bisa berbeda antara satu orang dengan yang lainnya, tergantung berapa banyak alkohol yang dikonsumsi dan seberapa besar peningkatan keton dalam aliran darah.

Baca juga: Inilah Pengaruh Alkohol Terhadap Kesehatan Jantung dan Liver

Ketoasidosis alkoholik bisa ditandai dengan gejala penurunan nafsu makan, gerakan menjadi lambat, mual dan muntah, sakit perut, badan terasa lelah, hingga pusing. Kondisi ini juga sering memicu gejala berupa sering merasa haus, resah, gelisah, dan bingung, napas tidak teratur dan cepat, serta penurunan kesadaran yang mengarah pada koma.

Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele, karena dapat menyebabkan komplikasi berupa kejang. Selain kejang, ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat ketoasidosis alkoholik, yaitu pendarahan pada sistem saluran pencernaan, pneumonia, radang pankreas, ensefalopati, serta koma.

Orang yang mengidap penyakit ini harus mendapat perawatan di rumah sakit. Pasalnya, pengidap ketoasidosis alkoholik perlu mendapat pantauan pada kondisi vital, seperti tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan.

Pengobatan untuk penyakit ini bertujuan untuk mengatasi gangguan keseimbangan asam basa. Selain itu, pengidap ketoasidosis alkoholik juga akan mendapat terapi agar berhenti konsumsi alkohol. Terapi juga bertujuan untuk meredakan gejala yang muncul saat konsumsi alkohol dihentikan.

Baca juga: Kenali Prosedur Diagnosis Ketoasidosis Alkoholik

Masih penasaran tentang ketoasidosis alkoholik dan komplikasi yang mungkin terjadi? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja! Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter untuk bertanya seputar masalah kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.