Waspada Komplikasi Penyakit Radang Panggul Bila Tak Segera Ditangani

radang panggul

Halodoc, Jakarta - Radang panggul ditandai dengan gejala seperti keputihan berwarna kuning kehijauan atau periode menstruasi kamu lebih lama dari biasanya. Jika terjadi gejala-gejala tersebut, segera diskusikan dengan dokter ahlinya, ya! Ini komplikasi yang akan terjadi pada pengidap radang panggul.

Baca juga: Pengidap Radang Panggul Apakah Bisa Hamil?

Radang Panggul, Penyakit yang Ditularkan Melalui Hubungan Intim

Radang panggul punya nama lain Pelvic Inflammatory Disease (PID). Kondisi ini merupakan suatu infeksi yang menjangkiti leher rahim (serviks), ovarium (indung telur), tuba falopi (saluran indung telur), dan uterus (rahim). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang ditularkan melalui hubungan intim, dan lebih cepat menular ketika kamu melakukan hubungan intim saat sedang menstruasi. Kondisi ini bisa mengakibatkan terjadinya kehamilan ektopik, yaitu kehamilan yang berkembang di luar rahim.

Ini Gejala yang Akan Muncul pada Pengidap Radang Panggul

Karena organ reproduksi yang terinfeksi radang panggul tidak selalu menunjukkan gejala, penyakit ini akan lebih sulit untuk dideteksi. Biasanya, gejala yang timbul seperti nyeri pada daerah panggul, nyeri pada perut bagian bawah, nyeri saat sedang buang air kecil, dan nyeri saat berhubungan intim.

Selain beberapa hal di atas, gejala lainnya dapat berupa mual dan muntah-muntah, demam, merasa kelelahan, keluar cairan abnormal dari Miss V, keputihan berwarna kuning kehijauan, menstruasi tidak teratur, kehilangan nafsu makan, serta periode menstruasi lebih lama dari biasanya.

Baca juga: Ketahui 4 Faktor yang Menjadi Penyebab Radang Panggul

Ini yang Jadi Penyebab Radang Panggul

Infeksi menular seksual merupakan salah satu penyebab terjadinya radang panggul. Nah, itulah sebabnya kamu dilarang untuk berhubungan intim dengan banyak pasangan tanpa menggunakan pengaman. Bakteri penyebab kondisi ini adalah gonore dan chlamydia. Bakteri ini biasanya menyebabkan infeksi pada leher rahim, dan dapat menyebar dari Miss V hingga ke organ reproduksi lainnya.

Selain bakteri, penyebab lain terjadinya penyakit radang panggul, yaitu penggunaan spiral, sering berganti pasangan, melahirkan, keguguran secara alami, dan pernah menjalani biopsi. Biopsi merupakan salah satu prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis kanker dengan pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium.

Waspada Komplikasi Penyakit Radang Panggul Bila Tak Segera Ditangani

Radang panggul bisa sebabkan infertilitas atau kemandulan. Untuk itu, komplikasi radang panggul yang dialami harus ditangani sampai penyakit benar-benar sembuh. Jika tidak, komplikasi yang mungkin timbul adalah nyeri panggul yang berkepanjangan dan terjadinya kehamilan ektopik. Terjadinya radang panggul yang berulang-ulang juga bisa membuat organ reproduksi rentan terhadap bakteri.

Kehamilan di luar rahim atau kehamilan ektopik bisa saja terjadi akibat dari infeksi berulang pada tuba falopi (saluran indung telur). Infeksi ini menyebabkan luka dan penyempitan pada tuba falopi, sehingga sel telur tersangkut dan berkembang di dalam tuba falopi. Jika kehamilan ektopik ini semakin membesar, akan terjadi robekan dan perdarahan yang dapat mengancam nyawa. Jika sampai ini terjadi, tindakan operasi harus secepatnya dilakukan.

Baca juga: 6 Faktor Pemicu Penyakit Radang Panggul yang Harus Diwaspadai

Sebaiknya, kamu melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter jika kamu memang aktif secara seksual untuk mengetahui kondisi kesehatan Miss V kamu! Mau tahu tips kesehatan lainnya? Atau kamu punya masalah dengan kesehatan kamu atau orang terdekat kamu? Halodoc bisa jadi solusinya. Kamu bisa berdiskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan, dan pesanan kamu akan diantar ke tempat kamu dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!