Waspada, Komplikasi Serius dari Bronkiektasis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Waspada, Komplikasi Serius dari Bronkiektasis

Halodoc, Jakarta – Bronkiektasis adalah suatu kondisi di mana saluran udara paru-paru (bronkus) melebar, menyebabkan akumulasi pertumbuhan lendir. Karenanya ini membuat pasien lebih rentan terhadap infeksi, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen. 

Pengidap bronkiektasis dapat menyebabkan infeksi paru-paru parah yang memerlukan perhatian medis segera. Dalam kondisi ini, batuk menjadi lebih buruk dengan lebih banyak dahak yang mungkin berbau busuk atau lebih hijau dari sebelumnya. Baca informasi selengkapnya di sini!

Komplikasi Bronkiektasis

Komplikasi yang diakibatkan oleh bronkiektasis juga dapat membuat jalur pernapasan bisa memburuk. Nyeri dada saat bernapas adalah tanda lain infeksi, seperti hemoptisis dan perasaan sakit. Gejala-gejala infeksi paru-paru yang parah meliputi:

  1. Sianosis (kulit dan bibir biru).
  2. Kebingungan.
  3. Suhu di atas 38 derajat Celsius.
  4. Napas cepat (lebih dari 25 napas per menit).
  5. Nyeri dada parah yang membuatnya sulit batuk.

Bronkiektasis juga dapat menyebabkan komplikasi batuk berdarah atau hemoptisis masif. Ini disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah besar yang memasok paru-paru dan bisa disebut sebagai keadaan darurat medis.

Baca juga: Waspadai 5 Penyakit Paru yang Umum Terjadi

Gejala hemoptisis masif meliputi:

  1. Volume batuk lebih dari 100 ml darah dalam 24 jam.
  2. Sulit bernapas.
  3. Merasa pusing.
  4. Memiliki kulit dingin dan lembap.

Bentuk-bentuk komplikasi serius dari bronkiektasis adalah sebagai berikut:

  • Kegagalan Pernapasan

Kegagalan pernapasan menggambarkan kurangnya oksigen dari paru-paru ke darah, dan kurangnya pembuangan limbah (karbon dioksida). Gejala gagal napas termasuk sesak napas, napas cepat, dan lapar udara (ketika seseorang merasa seolah-olah mereka tidak dapat mengambil udara yang cukup).

  • Mikrobakteria Non-TBC (NTM)

Mikrobakteria non-TB adalah organisme alami. Mereka biasanya ditemukan di air dan tanah. Ketika seseorang menghirup NTM, mereka mungkin mengembangkan infeksi kronis dan progresif yang membutuhkan perawatan dengan antibiotik jangka panjang. Kebanyakan orang yang menghirup NTM tidak tertular infeksi, tetapi orang yang rentan memiliki risiko lebih tinggi.

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan NTM menjadi penyebab mendasar dari komplikasi bronkiektasis.

Baca juga: Kenali Kondisi Kesehatan Melalui Warna Dahak 

  • Atelektasis

Atelektasis adalah suatu kondisi di mana bagian paru-paru tidak dapat berkembang dengan baik. Ini menyebabkan berkurangnya pengiriman oksigen ke darah. Mungkin tidak menimbulkan gejala kondisi yang memburuk pada paru-paru, tetapi jika kolaps terjadi di area paru yang lebih besar, gejalanya mungkin termasuk mengi, demam, batuk, dan pernapasan dangkal. 

Jika tidak diobati, atelektasis dapat menyebabkan penumpukan cairan, pneumonia atau kegagalan pernapasan. Kalau butuh informasi lebih jelas mengenai bronkiektasis, bisa tanyakan langsung ke Halodoc.

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

  • Gagal Jantung

Gejala gagal jantung, termasuk sesak napas, kelelahan, pergelangan kaki bengkak, kaki, serta bengkak di perut dan pembuluh darah di leher. Pada gagal jantung, jantung tidak dapat memompa.

Bagaimana Menghindari Komplikasi?

Disarankan bahwa orang dengan bronkiektasis menghindari kontak dekat dengan orang yang mengidap pilek atau flu, untuk mengurangi risiko tertular infeksi. Perubahan kesehatan dan gaya hidup lain yang dapat meringankan gejala bronkiektasis.

Ini termasuk berhenti merokok, mendapatkan vaksinasi terhadap flu dan infeksi pneumokokus setiap tahun, berolahraga secara teratur, tetap terhidrasi, memastikan diet seimbang, latihan pernapasan di bawah instruksi ahli fisioterapi terlatih, menggunakan alat bantu pernapasan korektif, serta minum obat yang mengendurkan saluran udara dan mengencerkan lendir juga disarankan. Pembedahan dapat membantu, tetapi hanya dilakukan dalam kasus yang sangat jarang.

Referensi:
News Medical Life Science. Diakses pada 2019. Bronchiectasis Complications.
Medical News Today. Diakses pada 2019. What is bronchiectasis?