Waspada Komplikasi yang Diakibatkan Sindrom Reye

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Waspada Komplikasi yang Diakibatkan Sindrom Reye

Halodoc, Jakarta - Sindrom reye menjadi penyakit yang paling sering menyerang anak-anak, terutama yang mengidap penyakit flu dan cacar. Penyebab utamanya tidak lain dan tidak bukan adalah pemberian aspirin. Pasalnya, aspirin memiliki dampak yang berbahaya jika diberikan pada anak, terlebih jika pemberiannya dilakukan tanpa seizin atau melalui resep dokter. 

Pada beberapa kasus, anak dengan sindrom ini masih bisa bertahan hidup. Sayangnya, mereka hidup dengan membawa kerusakan yang permanen pada otaknya. Artinya, ibu tidak boleh sembarangan dalam memberikan pengobatan pada buah hati, mengetahui imunitas tubuhnya yang belum terbentuk dengan sempurna bisa menyebabkan komplikasi. 

Baca juga: Waspada Sindrom Reye yang Berbahaya Bagi Otak dan Hati

Apa Saja Komplikasi yang Mungkin Terjadi karena Sindrom Reye?

Pada kasus sindrom reye yang memasuki tahapan lanjut atau parah, mungkin terjadi kerusakan otak permanen karena otak mengalami pembengkakan. Ini mengakibatkan terjadinya sejumlah komplikasi sindrom reye, termasuk di antaranya:

  • Anak menjadi sulit berbicara atau menata bahasanya;

  • Terjadi penurunan daya lihat dan dengar karena gangguan pada mata dan telinganya;

  • Terjadi penurunan daya ingat dan kemampuannya untuk berkonsentrasi;

  • Anak menjadi sulit menelan;

  • Anak kesulitan melakukan aktivitas hariannya, seperti mandi atau berganti pakaian sendiri.

Meski sebagian besar kasus sindrom reye bisa ditangani dengan baik dan anak sembuh sepenuhnya karena perkembangan metode pengobatan yang semakin canggih, ibu dan ayah tetap perlu mengetahui gejala yang muncul jika sang buah hati mengidap sindrom reye, sehingga pengobatan bisa segera dilakukan. Tanyakan langsung pada dokter melalui fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc, atau diskusikan langsung di rumah sakit terdekat dengan buat janji dengan dokter. 

Apa Saja Tanda dan Gejala Sindrom Reye?

Lalu, apa saja tanda gejala yang bisa diketahui saat sindrom reye muncul dan menginfeksi tubuh? Beberapa di antaranya seperti diare dan napas yang seperti tersengal, yang muncul setidaknya tiga hingga lima hari setelah anak terinfeksi cacar air atau flu. Gejala tersebut umum pada anak yang masih berusia di bawah dua tahun. Pada anak yang lebih tua, gejalanya berupa mudah mengantuk, terlihat lesu, dan muntah. 

Baca juga: Waspada Sindrom Reye yang Menyerang Otak Anak

Apabila sindrom reye yang diidap anak sudah berlanjut pada tahapan yang lebih serius, gejalanya pun menjadi lebih akut, seperti penurunan tingkat kesadaran, berperilaku agresif dan mudah marah atau tersinggung, badan selalu terasa lemah, dan bisa terjadi kelumpuhan pada kaki atau tangannya, selalu kebingungan dan bisa muncul halusinasi, hingga kejang. 

Bisakah Dilakukan Pencegahan?

Tentu saja bisa. Satu-satunya cara adalah tidak memberikan aspirin pada anak sampai usianya mencapai 16 tahun atau dewasa. Tidak hanya aspirin, pemberian obat dengan kandungan asam asetilsalisilat, garam salisilat, asam salisilat, dan asetilsalisilat juga dilarang pada anak sampai dokter menganjurkannya sendiri. 

Apabila sang buah hati mengidap flu atau cacar air, segera periksakan ke dokter agar pemberian obatnya sesuai dan ibu atau ayah tidak asal dalam memberikan tindakan penanganan. Jika memang dibutuhkan terapi aspirin, pastikan bahwa vaksin di tubuh Si Kecil sudah kuat untuk menerima terapi ini. 

Baca juga: Alasan Aspirin Bisa Sebabkan Sindrom Reye pada Anak

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Reye’s Syndrome.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Reye’s Syndrome.
Kidshealth. Diakses pada 2019. Reye Syndrome.