Waspada, Lansia Rentan Terkena Xerosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Waspada, Lansia Rentan Terkena Xerosis

Halodoc, Jakarta – Setiap orang pasti memiliki jenis kulit yang berbeda-beda, yaitu berminyak atau kering. Namun, meski seseorang yang memiliki jenis kulit yang cenderung berminyak, ia tetap bisa mengalami kondisi kulit menjadi kering. Kulit kering adalah kondisi tidak nyaman yang ditandai dengan kerak, gatal, dan pecah-pecah. Kondisi ini biasa disebut dengan xerosis dapat terjadi karena berbagai alasan.

Xerosis memengaruhi bagian tubuh manapun, umumnya lebih sering memengaruhi tangan, lengan, dan kaki. Pada banyak kasus, perubahan gaya hidup dan penggunaan pelembap bisa mengembalikan kelembapan kulit. Jika perawatan itu tidak cukup, seseorang perlu memeriksakannya ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Baca Juga: Adakah Komplikasi yang Diakibatkan Xerosis?

Mengapa Lansia Rentan Mengalami Xerosis?

Kulit kering bisa menyerang siapa saja. Tetapi ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan risiko terkena xerosis, salah satunya usia. Lansia atau orang yang berusia di atas 40 tahun lebih rentan mengalami xerosis. Seiring bertambahnya usia, pori-pori akan menghasilkan sedikit minyak, sehingga kulit cenderung lebih kering daripada individu yang berusia di bawahnya. Itulah alasan lansia rentan mengalami kulit kering ketimbang orang yang lebih muda. Bukan hanya faktor usia, ada beberapa faktor lainnya yang memicu xerosis, yaitu:

  • Riwayat kesehatan. Seseorang yang punya riwayat keluarga pengidap eksim atau dermatitis kontak alergi cenderung memiliki kondisi kulit kering.
  • Musim. Kulit kering sering terjadi selama musim dingin, ketika tingkat kelembaban relatif rendah. Di musim panas, tingkat kelembapan yang lebih tinggi membantu kulit untuk memproduksi minyak lebih banyak, sehingga terhindar dari kekeringan.
  • Kebiasaan mandi. Sering mandi atau mencuci dengan air yang panas meningkatkan risiko kulit kering.

Gejala yang Menandai Kondisi Xerosis

Seseorang yang mengidap xerosis mungkin mengalami gejala-gejala berikut ini, di antaranya adalah:

  • Kulit terasa seperti mengencang, terutama setelah mandi, mandi air hangat atau berenang;
  • Kulit terasa dan terlihat kasar;
  • Gatal-gatal  (pruritus);
  • Kulit sedikit mengelupas, scaling atau mengelupas parah;
  • Muncul garis-garis halus atau retak di kulit;
  • Kulit terlihat lebih abu-abu;
  • Kemerahan.

Baca Juga: Kapan Pengidap Xerosis Harus ke Dokter?

Perawatan Kulit Kering yang Perlu Dicoba

Perawatan xerosis tergantung pada seberapa parah kekeringan yang dialami. Jika kamu mengalami kekeringan parah sampai menyebabkan luka, kamu perlu memeriksakannya ke dokter kulit. Dokter biasanya memberikan informasi seputar perubahan gaya hidup dan merekomendasikan salep bebas, resep, krim, atau lotion untuk mengobati gejala.

Kalau kamu ingin memeriksakan ke dokter, biar enggak repot ngantre lama, mending buat  janji dengan dokter dulu lewat aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi. Adapun beberapa perubahan gaya hidup untuk mencegah maupun meringankan gejala xerosis, yaitu:

  • Menggunakan pelembap setiap hari. Pelembap bekerja untuk menyegel kulit agar air tidak keluar.
  • Hindari terlalu sering mandi lebih dari dua kali sehari bagi masyarakat yang tinggal di iklim tropis. Hindari pula mandi terlalu lama tidak lebih dari 10 menit.
  • Gunakan krim pembersih, pembersih kulit yang lembut atau gel mandi dengan pelembab tambahan.
  • Tutupi kulit sebanyak mungkin saat cuaca dingin atau berangin. Musim dingin bisa mengeringkan kulit, jadi kenakan syal, topi, dan sarung tangan saat bepergian.
  • Pakailah sarung tangan karet jika diharuskan merendam tangan dalam air atau menggunakan pembersih yang kasar. Mengenakan sarung tangan membantu melindungi kulit.

Baca Juga: Kulit Kering dan Bersisik Bikin Stres, Perlukah ke Psikolog atau Psikiater?

Kalau tipe kulitmu memang sudah kering, sebaiknya lakukan gaya hidup di atas karena kulitmu lebih rentan mengalami xerosis ketimbang orang-orang yang punya tipe kulit berminyak.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Dry skin.

Healthline. Diakses pada 2019. What Causes Dry Skin and How to Treat It.