Waspada, Lichen Planus Dapat Sebabkan Komplikasi Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
komplikasi lichen planus

Halodoc, Jakarta - Jika istilah lichen planus masih terasa asing di telinga, kondisi ini merupakan ruam kulit yang dipicu oleh sistem kekebalan tubuh. Belum diketahui apa penyebab pasti terjadinya kondisi ini. Namun, beberapa faktor risiko diduga dapat menjadi pemicu terjadinya lichen planus ini. Beberapa di antaranya adalah:

  • Mengidap infeksi virus;

  • Bersentuhan langsung dengan alergen;

  • Faktor genetika.

Lichen planus tidak termasuk kondisi serius dan bukan penyakit menular. Namun, dalam beberapa kasus, lichen planus dapat muncul bersamaan dengan penyakit serius yang dapat membahayakan pengidapnya. Jika hal ini sudah terjadi, ini serangkaian komplikasi yang bisa saja dialami.

Baca juga: Anak Alami Lichen Planus, Orangtua Lakukan 3 Hal Ini

Lichen Planus Dapat Sebabkan Beberapa Komplikasi Ini

Lichen planus yang terjadi pada vulva atau vagina akan sulit diobati. Ketika lichen planus terjadi pada vulva atau vagina, rasa nyeri yang sangat parah akan dirasakan. Hal ini tentu saja mengakibatkan disfungsi seksual bagi pengidapnya. Penyakit ini juga bisa meningkatkan risiko kanker kulit jenis karsinoma sel skuamosa, meski risikonya kecil. Karsinoma sel skuamosa sendiri merupakan salah satu jenis kanker kulit, yang menyerang sel yang membentuk lapisan tengah dan luar kulit.

Lichen Planus, Apa yang Menjadi Gejalanya?

Lichen planus akan muncul dengan diikuti serangkaian gejala. Beberapa gejala umum terjadinya lichen planus, antara lain:

  • Adanya lesi pada kulit yang berwarna keunguan.

  • Adanya benjolan di atas kulit atau alat kelamin.

  • Adanya penyebaran lesi ke seluruh tubuh dalam waktu beberapa minggu atau beberapa bulan.

  • Mengalami gatal-gatal pada area munculnya resi.

  • Lesi akan berwarna pucat, jika muncul pada organ mulut. Hal ini akan sangat menyakitkan, karena menimbulkan sensasi rasa terbakar pada mulut.

  • Lesi bisa saja lecet dan pecah, kemudian menjadi kudis pada kulit.

  • Adanya garis-garis putih tipis di atas ruam.

Lesi dapat muncul dan menyebar selama beberapa minggu. Kondisi ini biasanya akan sembuh selama 6-16 bulan. Bahkan, lesi dapat muncul pada daerah yang jarang terjamah, termasuk kuku, kulit kepala, atau membran mukosa. Jika kamu mengalami gejalanya, kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc untuk mengetahui penanganan apa yang tepat dilakukan.

Baca juga: 7 Penanganan Pertama untuk Redakan Gejala Lichen Planus

Ini Penyebab dan Faktor Risiko Terjadinya Lichen Planus

Penyakit ini dapat berkembang dan terjadi pada usia berapa pun. Meski belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti dari kondisi ini, faktor risiko berikut diduga dapat menjadi pemicu terjadinya lichen planus

  • Mengidap hepatitis C, yaitu peradangan pada organ hati akibat infeksi virus hepatitis C. 

  • Terpapar bahan kimia tertentu yang bertindak sebagai alergen. Alergen ini dapat meliputi arsenik, antibiotik, emas, diuretik, serta zat pewarna tertentu.

  • Memiliki anggota keluarga yang juga mengidap lichen planus.

Lichen planus merupakan salah satu penyakit yang sulit untuk dicegah, karena penyakit ini merupakan ruam kulit yang dipicu oleh sistem kekebalan tubuh masing-masing pengidapnya. Namun, kamu dapat melakukan beberapa cara untuk menjaga agar lapisan mulut kamu tetap sehat.

  • Jika kamu merupakan perokok aktif. Berhenti merokok sekarang juga.

  • Konsumsi minuman beralkohol dalam jumlah yang wajar.

  • Lakukan diet sehat dengan pola makan bergizi seimbang.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Inilah Gejala Munculnya Lichen Sclerosus

Jangan lupa untuk menjaga kebersihan mulut dengan memeriksakan mulut dan gigi sebanyak dua kali dalam setahun. Dengan melakukan pemeriksaan rutin, kamu akan terbebas dari masalah gigi maupun mulut. 

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. Everything You Need to Know About Lichen Planus.
Healthline. Diakses pada 2019. Lichen Planus Inside Your Mouth.