• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Pengidap Alzheimer Bisa Alami Gangguan Psikotik
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Pengidap Alzheimer Bisa Alami Gangguan Psikotik

Waspada, Pengidap Alzheimer Bisa Alami Gangguan Psikotik

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 07 November 2022

“Alzheimer adalah penyakit yang dapat berkembang dan memburuk dengan cepat. Bahkan, penyakit ini dapat membuat pengidapnya alami gangguan psikotik.”

Waspada, Pengidap Alzheimer Bisa Alami Gangguan PsikotikWaspada, Pengidap Alzheimer Bisa Alami Gangguan Psikotik

Halodoc, Jakarta – Alzheimer adalah penyakit yang bersifat progresif. Artinya, kondisi ini bisa berkembang dan memburuk dengan cepat. Seseorang yang mengidap alzheimer akan mengalami penurunan fungsi sel-sel otak yang dapat mengubah pemikiran, perilaku, dan keterampilan sosial pengidapnya.

Ada banyak gejala yang menandakan perkembangan alzheimer. Gangguan ingatan adalah salah satu tanda awalnya. Selain itu, pengidap alzheimer diketahui juga rentan mengalami gangguan psikotik atau biasa disebut dengan psikosis

Pengidap Alzheimer dan Gangguan Psikotik

Gangguan psikotik adalah kondisi yang memengaruhi pikiran sehingga pengidapnya akan kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi. Dua gejala umum psikosis adalah delusi dan halusinasi.

Delusi membuat pengidap psikosis meyakini hal-hal yang sebenarnya salah, tidak ada ataupun tidak terjadi. Sedangkan halusinasi membuat pengidap seakan-akan melihat atau mendengar hal-hal yang tidak bisa dilihat atau didengar orang lain. 

Gejala psikosis lainnya termasuk ucapan yang tidak masuk akal, dan perilaku yang tidak sesuai untuk situasi tersebut. Pengidap psikosis juga mungkin mengalami depresi, kecemasan, masalah tidur, kurangnya motivasi dan sulit melakukan aktivitas sehari-hari. 

Faktanya, penyakit alzheimer memang benar bisa menyebabkan pengidapnya alami gangguan psikotik. Gangguan psikotik biasanya dimulai setelah terjadinya gangguan kognitif. Psikosis memengaruhi hingga setengah dari 45 juta pengidap alzheimer di seluruh dunia, dan persentase itu bahkan lebih tinggi di antara pengidap dengan jenis demensia lainnya.

Saat ini, belum ada pengobatan yang disetujui yang aman dan efektif untuk menangani gejala ini. Obat antipsikotik memang sudah digunakan secara luas, dan sayangnya obat ini dapat meningkatkan risiko stroke dan telah dikaitkan dengan tingkat penurunan fungsi otak lebih cepat bahkan yang paling parah adalah berisiko menyebabkan kematian. 

Jenis Pengobatan untuk Alzheimer

Tanda awal kondisi ini adalah kesulitan mengingat kejadian atau percakapan yang baru saja terjadi. Seiring perkembangan penyakit, gangguan memori semakin memburuk dan gejala lainnya pun berkembang. 

Namun, ada beberapa langkah pengobatan yang umum dilakukan.

1. Obat-Obatan

Beberapa obat yang bisa diresepkan oleh dokter misalnya:

  • Penghambat Kolinesterase. Obat bekerja dengan meningkatkan komunikasi antar sel dalam otak.
  • Inhibitor Kolinesterase. Obat dapat memperbaiki gejala neuropsikiatri berupa agitasi dan depresi.
  • Memantine (Namenda). Obat bekerja dengan memperlambat perkembangan gejala sedang hingga berat.
  • Antidepresan. Obat dapat membantu mengendalikan gejala perilaku yang terkait dengan Alzheimer.

2. Psikoterapi

Tujuan dari psikoterapi adalah memungkinkan pengidap penyakit ini untuk melakukan tugas sehari-hari mereka sendiri. Stimulasi kognitif adalah bentuk psikoterapi yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit alzheimer.

Pengidap akan menerima pelatihan dalam perawatan ini untuk meningkatkan daya ingat, komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Ada beberapa cara untuk melakukannya, antara lain:

  • Simpan barang berharga di tempat yang sama agar tidak kesulitan saat mencari.
  • Simpan obat di tempat yang aman. Gunakan jadwal harian untuk mengetahui dosis tepat penggunaan obat.
  • Gunakan catatan untuk mengetahui aktivitas yang sudah dilakukan hari ini.
  • Membawa tanda pengenal saat bepergian.

Apabila orang terdekat kamu mengidap alzheimer, cobalah berkonsultasi ke dokter. Kamu bisa mengunjungi rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Tunggu apa lagi, yuk segera  download Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Alzheimer’s disease.
National Institute of Mental Health. Diakses pada 2022. What is Psychosis?.
WebMD. Diakses pada 2020. Drug Might Be Safer For Dementia Psychosis.