Waspada Penyakit Antraks di Gunungkidul, Kenali Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Waspada Penyakit Antraks di Gunungkidul, Kenali Gejalanya

Halodoc, Jakarta – Pihak Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan investigasi terhadap kasus kematian hewan ternak dan dugaan adanya penyakit antraks pada manusia di Desa Gobang, Kabupaten Gunungkidul, Jogjakarta. Hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium mengatakan kasus kematian hewan ternak disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Menurut Kepala Balai Besar Veteriner Wates, drh. Bagoes Poermadjaja, penularan pada manusia terjadi akibat pengonsumsian daging ternak yang terpapar bakteri penyebab antraks.

Baca juga: Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Terkena Antraks

Meskipun bakteri Bacillus anthracis lebih bereaksi pada hewan, bakteri ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan jika manusia mengalami kontak langsung maupun tidak langsung dengan bakteri penyebab antraks. Tidak ada salahnya kenali gejala dari penyakit antraks pada manusia dan pencegahan yang bisa dilakukan.

Kenali Gejala Penyakit Antraks dari Jenis yang Dialami

Penyakit antraks disebabkan bakteri Bacillus anthracis, yang menyerang hewan ternak, seperti domba, sapi, kambing, unta, kuda, dan babi. Bakteri penyebab antraks yang berbentuk spora hidup pada tanah. Ketika hewan ternak mengonsumsi makanan, air, atau menghirup udara spora dari penyakit antraks. Spora akan berkembang biak pada tubuh hewan dan mengalami penyakit antraks.

Namun, penyakit antraks dapat menular pada manusia seperti kasus pada Kabupaten Gunungkidul. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan penyakit antraks menular pada manusia. Dilansir dari WebMD, seseorang dapat mengalami penyakit antraks ketika mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi bakteri penyebab antraks, dan sering melakukan kontak langsung pada hewan yang terinfeksi antraks.

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Hewan Kurban yang Terinfeksi Antraks

Setelah terpapar, bakteri penyebab antraks akan bekerja dalam waktu 1-5 hari. Ketika masuk dalam tubuh, bakteri berkembang biak dan menghasilkan racun yang menyebabkan penyakit antraks. Dilansir dari World Health Organization, ada 3 jenis infeksi antraks dan memiliki gejala berikut:

1. Infeksi Antraks pada Kulit

Kondisi ini umum terjadi pada manusia. Manusia dapat alami penyakit antraks pada kulit akibat memiliki luka terbuka pada tubuh yang kemudian terpapar spora bakteri antraks. Umumnya, pengidap antraks pada kulit mengalami kemerahan yang disertai benjolan dengan titik hitam pada bagian tengahnya. Benjolan yang muncul terasa gatal dan perih. Tidak hanya itu, nyeri otot, demam, lemas, mual, dan muntah menjadi gejala lain dari penyakit antraks pada kulit.

2. Infeksi Antraks pada Saluran Napas

Bakteri penyebab antraks juga dapat berkembang biak pada saluran pernapasan. Hal ini terjadi ketika seseorang tidak sengaja menghirup spora penyebab antraks sehingga bakteri berkembang biak pada paru-paru. Sakit tenggorokan, sesak napas, demam tinggi, nyeri dada, mual dan batuk darah menjadi gejala yang perlu diwaspadai. Dilansir dari Medical News Today, jenis infeksi antraks ini merupakan jenis yang paling berbahaya.

3. Infeksi Antraks pada Pencernaan

Mengonsumsi makanan atau air yang terpapar bakteri penyebab antraks dapat sebabkan seseorang alami infeksi antraks pada pencernaan. Gejala yang terjadi, seperti menurunnya nafsu makan, diare yang disertai darah, demam, mual, muntah, sulit menelan, sakit perut, dan sakit kepala. 

Baca juga: 4 Bagian Tubuh Ini yang Umum Terserang Antraks

Penyakit antraks harus segera diatasi sebelum bakteri mengeluarkan racun dalam tubuh, kemudian memberikan dampak buruk untuk kesehatan. Jika alami gejala di atas, tidak ada salahnya untuk segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat agar penanganan dapat dilakukan. Kini membuat janji dengan dokter bisa melalui Halodoc. Penyakit antraks dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan dan air yang kematangannya optimal. 

Selain itu, hindari melakukan kontak langsung dengan hewan ternak. Pekerja di peternakan sebaiknya jaga kebersihan tubuh dan tutup luka terbuka pada tubuh agar kamu dapat terhindar dari paparan bakteri penyebab antraks.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What To Know About Anthrax
World Health Organization. Diakses pada 2020. Guidance on Anthrax: Frequently Asked Questions
Web MD. Diakses pada 2020. What Is Anthrax?
Centers for Disease Control and prevention. Diakses pada 2020. Anthrax