Waspada Penyakit Kulit yang Muncul saat Mudik

Waspada Penyakit Kulit yang Muncul saat Mudik

Halodoc, Jakarta - Sebentar lagi libur lebaran akan tiba dan kebanyakan orang akan mudik ke kampung halamannya. Ketika seseorang mendatangi daerah yang baru, terdapat beberapa risiko yang dapat terjadi. Salah satunya adalah penyakit kulit. Gangguan tersebut pun bisa terjadi pada semua orang.

Penyakit kulit dapat dengan mudah terjadi karena faktor makanan, udara, dan lain-lain. Gangguan kulit yang dapat terjadi dapat sangat bervariasi dalam gejala dan tingkat keparahan. Hal tersebut terkadang juga bersifat situasional atau genetik. Selain itu, beberapa penyakit kulit yang terjadi dapat mengancam jiwa pengidapnya.

Penyakit Kulit yang Muncul saat Mudik

Terdapat beberapa penyakit kulit yang muncul yang terjadi ketika seseorang mudik, yaitu:

  1. Alergi Kulit

Kulit yang gatal, merah, dan bengkak dapat menyebabkan perasaan yang tidak nyaman. Mungkin ada banyak faktor yang menyebabkannya:

  • Alergi terhadap serbuk sari

Gangguan alergi yang disebabkan oleh serbuk sari cukup umum terjadi pada seseorang. Serbuk sari bunga dapat menyebabkan kamu mengalami iritasi pada tubuh ketika microbiome tidak cukup kuat untuk melawan alergen. Kemerahan dan benjolan gatal dapat muncul sebagai gejala dari gangguan tersebut.

  • Alergi makanan

Seseorang yang mudik kemungkinan tidak tahu penyebab terjadinya alergi makanan yang dapat menjadi alergen secara tiba-tiba, sehingga membuat kulit kamu mengalami gangguan. Gejala-gejala yang dapat muncul ketika seseorang mengalami alergi makanan adalah bengkak dan bibir terbakar selama berhari-hari.

  • Alergi terhadap polusi udara

Alergen yang berterbangan di udara dapat dihirup dan juga dapat menempel di kulit. Jika tubuh kamu tidak cukup kuat untuk mengatasi penyebab alergi tersebut, kamu mungkin akan mengalami ruam.

Baca Juga : 5 Penyakit yang Mudah Menyerang Kulit

  1. Kudis

Kudis adalah penyebab paling umum penyakit kulit yang terjadi pada seseorang yang hidup di daerah tropis. Kudis disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei dan diperoleh melalui kontak kulit ke kulit. Secara klinis, gejala yang timbul adalah gatal-gatal umum dan intens, serta memburuk di malam hari.

Pruritus terjadi dalam 3 minggu setelah kontak dalam kasus paparan primer dan dalam beberapa hari pada seseorang dengan riwayat paparan skabies sebelumnya. Bagian tubuh yang umumnya diserang adalah permukaan pergelangan tangan, siku, bokong, genitalia, serta payudara pada wanita.

  1. Jerawat

Jerawat adalah kelainan yang memengaruhi kelenjar minyak kulit dan folikel rambut. Pori-pori kecil di kulit terhubung ke kelenjar minyak di bawah kulit. Kelenjar ini membuat zat berminyak yang disebut sebum. Dan pori-pori terhubung ke kelenjar oleh saluran yang disebut folikel.

Di dalam folikel, minyak membawa sel kulit mati ke permukaan kulit. Rambut tipis juga tumbuh melalui folikel dan keluar ke kulit. Terkadang, sel-sel rambut, sebum, dan kulit menggumpal sehingga menyebabkan sumbatan. Selain itu, bakteri pada pori-pori dapat menyebabkan pembengkakan, sehingga membuat jerawat tumbuh.

Baca Juga : 4 Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Diwaspadai

  1. Kulit Kering

Gangguan pada kulit yang dapat terjadi pada seseorang yang mudik adalah kulit kering. Seseorang yang mudik saat puasa pasti mengalami cairan tubuhnya terus menurun, sehingga menyebabkan kulit menjadi kering. Selain itu, kulit menjadi semakin kering ketika terpapar langsung sinar matahari.

Jika kamu ingin menghindari hal tersebut, cobalah untuk mencukupi asupan air pada tubuh ketika sahur dan berbuka. Sekitar 8 gelas harus kamu cukupi agar tubuh tidak terpengaruh oleh puasa dan membuat kulit menjadi tidak kering. Selain itu, hindari paparan sinar matahari secara langsung juga dapat menghindari kulit kering.

Baca Juga : Puasa Bisa Sembuhkan Penyakit Kulit

Itulah beberapa penyakit kulit yang dapat terjadi pada seseorang yang mudik. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!