• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada Penyebaran Tinea Capitis dari Hewan ke Manusia

Waspada Penyebaran Tinea Capitis dari Hewan ke Manusia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu belakangan ini sering merasa gatal di kepala? Memang, hal ini umumnya disebabkan oleh ketombe. Ternyata, bukan hanya ketombe saja yang dapat menyebabkan gatal di kepala, tetapi juga infeksi dari jamur. Penyakit yang terjadi pada kulit kepala tersebut disebut juga dengan tinea capitis.

Seseorang yang mengalami gangguan ini mungkin saja merasakan rambut rontok, bersisik, hingga terdapat bengkak. Maka dari itu, kamu harus benar-benar menghindari segala hal yang dapat menyebabkan masalah pada kulit kepala ini. Salah satu yang dapat menjadi penyebabnya adalah penularan dari hewan ke manusia. Berikut ulasan lebih lengkapnya!

Baca juga: Faktor yang Menjadi Risiko Terkena Tinea Capitis

Tinea Capitis Menyebar dari Hewan ke Manusia

Tinea capitis adalah infeksi jamur yang menyerang kulit kepala dan rambut. Gangguan ini terkadang disebut juga dengan kurap di kulit kepala. Infeksi dari jamur ini kerap menyerang kulit kepala dan batang rambut. 

Gejala dari seseorang yang mengidap gangguan ini dapat berbeda-beda, tetapi biasanya muncul sebagai bercak gatal, bersisik, hingga botak di kepala. Hal ini juga dapat menyebabkan peradangan dan kerontokan rambut permanen.

Gangguan tinea capitis ini terbilang sangat menular dan paling sering terjadi pada balita serta anak usia sekolah. Selain itu, risiko yang paling tinggi untuk mengidap penyakit ini adalah anak-anak keturunan Afrika-Amerika dan Hispanik. Maka dari itu, jika kamu atau Si Kecil mengalami masalah ini, ada baiknya langsung mendapatkan perawatan dengan mengonsumsi obat pembunuh jamur dan sampo untuk mengurangi penyebaran infeksi.

Namun, benarkah jika tinea capitis dapat menyebar dari hewan ke manusia?

Faktanya, memang benar seseorang dapat terjangkit infeksi jamur pada kepala tersebut dari anjing dan kucing, yang merupakan peliharaan favorit banyak orang. Biasanya, pembawa penyakit ini adalah anjing dan kucing yang masih kecil atau anak-anak. Selain dua hewan tersebut, beberapa hewan lainnya yang dapat menyebarkan tinea capitis adalah sapi, kambing, babi, dan kuda. Anak kecil dapat tertular kurap ini saat mengelus hewan yang sudah terinfeksi.

Lalu, jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait cara penyebaran tinea capitis dari hewan ke manusia, dokter dari Halodoc siap menjelaskannya selengkap mungkin kepadamu. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari untuk mendapatkan kemudahan akses kesehatan!

Baca juga: Tinea Capitis Bisa Sebabkan Kerontokan Rambut

Pengobatan Tinea Capitis yang Efektif Dilakukan

Tidak seperti jenis kurap lainnya, seseorang yang mengalami masalah ini harus diobati dengan mengonsumsi obat yang diresepkan hingga 8 minggu. Sangat disayangkan krim antijamur tidak meresap cukup dalam untuk menangani kurap pada kepala tersebut dengan ampuh. Pada anak-anak, obat yang diresepkan lebih baik dikonsumsi bersamaan dengan makanan berlemak, contohnya es krim.

Jika gangguan ini menyerang orang dewasa, kamu mungkin melakukan pemeriksaan darah sebelum memulai konsumsi obat antijamur untuk memastikan tidak ada gangguan pada hati. Meskipun pengobatan yang paling utama adalah obat antijamur secara oral, tetapi penggunaan sampo antijamur juga biasanya diresepkan secara bersamaan untuk mengurangi penyebarannya. Bahkan, seluruh orang yang berada satu rumah harus menggunakannya juga.

Baca juga: Cegah Tinea Capitis dengan Kebiasaan Ini

Itulah pembahasan mengenai tinea capitis yang dapat menyebar dari hewan ke manusia. Maka dari itu, jika kamu memiliki hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, ada baiknya untuk selalu menjaga kebersihannya. Jika kamu melihat ada kebotakan sedikit bulunya, ada baiknya langsung diperiksakan ke dokter hewan.


Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Ringworm (scalp).
Skin of Color Society. Diakses pada 2020. Tinea Capitis.