• Home
  • /
  • Waspada Self Injury pada Masa Remaja

Waspada Self Injury pada Masa Remaja

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Waspada Self Injury pada Masa Remaja

Halodoc, Jakarta – Orangtua yang saat ini memiliki anak remaja perlu melakukan pola asuh berbeda ketika usianya masih kecil. Lebih menantang, orangtua harus memberikan perhatian optimal agar kesehatan fisik dan mental mereka tetap terjaga di usia tumbuh kembangnya. Peran orangtua begitu penting untuk menghindari para remaja mengalami self injury. Self injury adalah perilaku menyakiti atau melukai diri sendiri yang dilakukan dengan sengaja.

Baca juga: Hati-Hati, Suka Menyakiti Diri Sendiri Ganggu Kesehatan Mental

Self injury terkait dengan kesehatan mental seseorang. Berbagai tindakan dapat dilakukan oleh remaja yang mencoba melakukan self injury, seperti menyayat kulit, membenturkan kepala pada area yang keras, menarik rambut, hingga mengonsumsi sesuatu yang berbahaya bagi kesehatan. Tidak ada salahnya ketahui lebih banyak mengenai self injury dan lakukan pencegahannya!

Ketahui Pemicu Self Injury

Selain orang dewasa, anak-anak dan remaja pun dapat mengalami gangguan psikologis yang menyebabkan dampak buruk pada kehidupannya, salah satunya adalah perilaku self injury. Self injury biasanya dilakukan untuk melampiaskan emosi yang sedang dialami oleh para remaja, misalnya marah, cemas, stres, depresi, putus asa, atau rasa bersalah yang tidak dapat diatasi dengan baik.

Melansir Very Well Mind, tidak hanya untuk melampiaskan emosi, terkadang self injury yang dilakukan oleh para remaja dilakukan untuk mencari perhatian atau mengalihkan masalah yang sedang mereka hadapi. Bahkan, perilaku ini dapat ditularkan dari anak-anak yang memiliki lingkungan rentan dengan perilaku self injury.

Ada berbagai pemicu yang dapat meningkatkan risiko para remaja melakukan self injury, salah satunya adalah masalah sosial. Remaja yang mengalami kesulitan hidup dan masalah sosial dapat mengalami stres yang berisiko alami self injury. Selain itu, trauma psikologis yang dialami seorang remaja juga dapat tingkatkan perasaan rendah diri, kesepian, hampa, serta mati rasa yang dapat tingkatkan risiko self injury.

Baca juga: Pengaruh Media Sosial pada Kesehatan Mental Remaja

Inilah Ciri Self Injury pada Remaja

Umumnya, para remaja yang memiliki perilaku self injury akan menyembunyikan kondisi ini dari orangtua maupun kerabat terdekat mereka. Namun, orangtua bisa perhatikan beberapa gejala terkait kebiasaan perilaku self injury pada remaja, yaitu:

  1. Terlihat memiliki sejumlah luka bekas sayatan, memar, luka benturan, dan luka bakar pada beberapa bagian tubuh. Umumnya, luka terlihat pada area pergelangan tangan, lengan, paha, dan juga badan. Remaja dengan perilaku self injury akan menghindar saat ditanya penyebab luka yang muncul pada tubuhnya. 

  2. Anak memiliki luka yang sulit untuk sembuh bahkan luka menjadi lebih parah.

  3. Remaja dengan perilaku self injury akan lebih senang menyendiri dan menjauh dari keramaian. Tidak hanya itu, ibu juga akan mengalami anak lebih sulit untuk bercerita dan lebih senang menyembunyikan masalah yang sedang dihadapi.

  4. Sering membicarakan mengenai self injury yang dilakukan oleh teman-temannya bisa menjadi tanda bahwa anak rentan alami kondisi yang serupa.

  5. Senang mengumpulkan benda tajam.

  6. Selalu menggunakan pakaian yang tertutup meskipun cuaca panas.

  7. Menggunakan banyak perban.

Baca juga: Harus Tahu Alasan Keluarga Jadi Penentu Kesehatan Mental

Rasa cemas dan khawatir yang dirasakan oleh orangtua saat mengetahui anaknya memiliki perilaku self injury memang tidak dapat dihindari. Namun, jangan abaikan kondisi ini dan segera berbicara psikolog atau psikiater untuk penanganan yang tepat. Ibu bisa menghubungi melalui aplikasi Halodoc terkait tentang penanganan gangguan kesehatan mental anak. Hindari menghakimi anak namun lakukan komunikasi yang baik dengan anak agar anak merasa dihargai dan perilaku self injury dapat dihentikan.

Referensi:
Psycom. Diakses pada 2020. How to Parent a Teen That Self Harms
Very Well Mind. Diakses pada 2020. Cutting and Self-Harm Behaviors in Teens
Web MD. Diakses pada 2020. Teens, Cutting, and Self Injury