• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Stres Berisiko Sebabkan Dispareunia

Waspada, Stres Berisiko Sebabkan Dispareunia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Berbagai masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang membuat banyak orang mudah mengalami stres. Sesekali mengalami stres adalah hal yang wajar, namun sebaiknya jangan dibiarkan berlarut-larut. Pasalnya, stres bisa berpengaruh pada kesehatan fisik. 

Faktanya, ada banyak kondisi kesehatan yang bisa disebabkan oleh stres. Salah satunya adalah dispareunia, yaitu rasa nyeri saat berhubungan intim. Orang yang mengalami dispareunia merasakan nyeri kelamin yang terus menerus atau berulang yang terjadi tepat sebelum, selama atau setelah berhubungan seksual. Kondisi tersebut dapat memengaruhi hubungan dengan pasangan. Segera bicarakan dengan dokter bila kamu mengalami dispareunia untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Baca juga: Sakit saat Berhubungan Intim, Kenali 6 Gejala Dispareunia

Penyebab Dispareunia

Rasa sakit saat berhubungan intim atau dispareunia dapat menyerang baik pria maupun wanita, namun lebih sering terjadi pada wanita. Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), hampir 20 persen wanita di Amerika mengalami kondisi tersebut.

Penyebab dispareunia sendiri ada banyak, mulai dari masalah fisik hingga psikologis. Mengetahui penyebab dispareunia penting untuk dapat menentukan pengobatan yang tepat. 

Baca juga: 3 Disfungsi Seksual yang Rentan Dialami Wanita

Penyebab Fisik Dispareunia

Penyebab fisik dari dispareunia bervariasi, tergantung apakah rasa sakit tersebut muncul saat awal penetrasi atau ketika mencapai penetrasi yang dalam. Jika rasa sakit muncul pada awal penetrasi, kondisi tersebut dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut:

  • Kurangnya lubrikasi, yang bisa disebabkan oleh foreplay yang kurang cukup lama atau penurunan kadar estrogen. 
  • Efek samping obat-obatan, seperti antidepresan, obat tekanan darah tinggi, obat penenang, antihistamin, dan pil KB tertentu.
  • Cedera atau iritasi akibat kecelakaan, operasi panggul, sunat pada wanita atau luka yang dibuat saat melahirkan (episiotomi).
  • Infeksi di area genital atau saluran kemih.
  • Vaginismus, kejang otot dinding vagina yang tidak bisa dikendalikan.
  • Kelainan bawaan, seperti vagina yang tidak terbentuk sempurna (agenesis vagina) atau perkembangan selaput yang menghalangi lubang vagina (selaput dara imperforate)

Bila rasa nyeri terjadi saat penetrasi yang dalam atau memburuk saat melakukan posisi seks tertentu, kemungkinan hal-hal berikut yang menjadi penyebabnya:

  • Penyakit dan Kondisi Tertentu

Ada banyak penyakit yang menyebabkan dispareunia, antara lain endometriosis, penyakit radang panggul, prolaps uterus, uterus yang terbalik, fibroid uterus, sistitis, sindrom iritasi usus besar, disfungsi dasar panggul, adenomiosis, wasir, dan kista ovarium.

  • Operasi atau Perawatan Medis

Jaringan parut akibat operasi panggul, termasuk histerektomi dapat menyebabkan rasa nyeri saat berhubungan seksual. Perawatan medis untuk kanker, seperti radiasi dan kemoterapi juga menyebabkan perubahan yang membuat seks terasa menyakitkan.

Penyebab Emosional

Selain faktor fisik, emosi diketahui memiliki kaitan yang erat dengan aktivitas seksual. Itulah mengapa dispareunia bisa disebabkan oleh faktor emosional, seperti:

  • Masalah psikologis. Kecemasan, depresi, kekhawatiran tentang penampilan fisik, atau masalah dalam hubungan dapat menurunkan gairah. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit saat berhubungan seksual.
  • Stres. Tahukah kamu, saat stres, otot dasar panggul cenderung menegang sebagai respons terhadap emosi tersebut. Akibatnya, kamu akan merasa sakit saat berhubungan.
  • Riwayat Pelecehan Seksual. Adanya pengalaman pelecehan seksual di masa lalu juga dapat berperan pada terjadinya dispareunia.

Cara Mengatasi Dispareunia Akibat Stres

Bila stres, riwayat pelecehan seksual, trauma atau masalah emosional lainnya adalah akar penyebab dispareunia yang kamu alami, berbicara pada psikolog mungkin dapat membantu mengatasinya. Sekarang, kamu bisa menghubungi psikolog dengan mudah melalui aplikasi Halodoc dan minta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat

Baca juga: Perawatan untuk Mencegah Dispareunia

Selain itu, kamu dianjurkan untuk mencari metode yang efektif untuk mengatasi stres yang kamu alami. Kamu bisa melakukan hal-hal yang disukai, seperti hobi atau olahraga, maupun melakukan teknik relaksasi, seperti yoga dan meditasi. Manajemen stres yang baik sangat penting untuk pemulihan dispareunia.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang untuk mendapatkan solusi kesehatan terlengkap dengan mudah!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Painful intercourse (dyspareunia).
Medical News Today. Diakses pada 2020. What causes dyspareunia, or painful intercourse?.