• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada Suhu yang Terlalu Panas Sebabkan Hipertermia

Waspada Suhu yang Terlalu Panas Sebabkan Hipertermia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Sudah tak asing kan hipotermia? Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh turun drastis, yaitu di bawah 35 derajat Celsius. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh paparan suhu rendah, seperti mendaki gunung. Nah, bagaimana dengan hipertermia? 

Sederhananya hipertermia kebalikan dari hipotermia. Hipertermia digambarkan dengan kondisi suhu tubuh yang meningkat dari suhu normal. Hipertermia bisa membuat suhu tubuh melonjak sampak 40 derajat Celsius.

Lalu, apa saja sih penyebab hipertermia yang mesti diwaspadai? 

Baca juga: Alami Hipertermia, Inilah 3 Pengobatan yang Bisa Dilakukan

1. Suhu Tinggi dan Aktivitas Fisik Intens

Paparan suhu tinggi dan kegiatan fisik yang berat serta tingkat kelembapan merupakan salah satu penyebab hipertermia. Kondisi ini dalam dunia medis dikenal dengan heat exhaustion. Seseorang yang mengalami kondisi ini akan mengalami peningkatan denyut nadi yang cepat dan keringat berlebih. 

2. Tempat Panas dan Pakaian Tebal

Lingkungan dengan suhu yang panas dan dibarengi dengan pakaian yang terlalu tebal juga bisa menyebabkan hipertermia. Tubuh akan menyerap panas dari lingkungan dengan cara meningkatkan aliran darah menuju ke permukaan kulit. 

Namun, ketika kondisi udara lembap atau menggunakan pakaian terlalu tebal atau berada di tempat panas dalam waktu lama, maka tubuh tak mampu mengimbangi paparan suhu dari luar. 

Nah, kondisi inilah yang menyebabkan heat stress, salah satu jenis hipertermia. Seseorang yang mengalami heat stress akan mengalami pusing, haus, badan terasa lemas, sakit kepala, dan mual. 

Baca juga: Kekurangan Cairan Tubuh Sebabkan Hipertermia

3. Cuaca Panas Ekstrem

Cuaca panas atau terik matahari yang ekstrem juga bisa menyebabkan hipertermia. Kondisi ini bisa membuat suhu tubuh seseorang mencapai 40 derajat Celsius. Cuaca panas yang ekstrem ini bisa menyebabkan heat stroke, jenis hipertermia lainnya. Heat stroke terjadi pada saat tubuh tak mampu lagi untuk mendinginkan diri.

Hati-hati, kondisi ini merupakan keadaan darurat yang harus segera ditangani. Pasalnya, heat stroke bisa merusak otak dan organ vital lainnya. Bahkan, dalam beberapa kasus bisa menyebabkan kematian. Tuh, ngeri kan?

4. Sering atau Terlalu Lama Berada di Tempat Panas

Pekerja konstruksi, petani, dan orang lain yang menghabiskan waktu berjam-jam di tempat panas berisiko mengalami hipertermia. Terlalu lama berada di tempat panas bisa menyebablan ketidaknyaman fisik dan stres. Hipertermia jenis ini dikenal dengan heat fatigue. Pengidapnya akan sulit berkonsentrasi, merasa kelelahan, haus, kepanasan, hingga hilangnya koordinasi gerak tubuh. 

5. Bisa Dipicu Berbagai Faktor

Seperti penjelasan di atas, hipertermia disebabkan oleh paparan suhu panas yang berlebihan dari luar tubuh. Di sini tubuh akan mengalami kegagalan sistem regulasi suhu tubuh untuk mendinginkan tubuh. 

Baca juga: Lakukan Hal Ini untuk Mencegah Hipertermia

Hal yang mesti diingat, penyebab hipertermia tak hanya beberapa hal di atas. Sebab, kondisi ini juga bisa dipicu oleh berbagai faktor lainnya. Misalnya: 

  • Lingkungan yang terlalu ramai dan padat.

  • Pakaian yang terlalu tebal.

  • Rumah yang sirkulasi udaranya kurang baik atau tidak dilengkapi pendingin ruangan.

  • Kurang konsumsi air putih

  • Penyalahgunaan alkohol. 

  • Lansia, yang kelenjar keringat dan peredaran darahnya sudah mulai menurun fungsinya. 

  • Pengidap gangguan ginjal, jantung, dan paru-paru.

  • Pengidap tekanan darah tinggi yang sedang dalam pembatasan asupan garam. 

  • Obesitas atau justru terlalu kurus. 

  • Obat pengontrol tekanan darah.

  • Bayi dan anak-anak di bawah empat tahun. 

  • Penggunaan obat-obat tertentu, seperti diuretik, dan obat bius. 

Mau tahu lebih jauh mengenai hipertermia? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur chat dan voice/video call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What Is Hyperthermia and How Is It Treated?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Heat Exhaustion. 
MedicineNet. Diakses pada 2020. Heat-Related Illness.