Waspada, Wasir Dapat Sebabkan Hematochezia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Waspada, Wasir Dapat Sebabkan Hematochezia

Halodoc, Jakarta - Semakin bertambah usia, perlahan tubuh mulai kehilangan kemampuannya untuk bisa bekerja dengan maksimal. Ini mengakibatkan penyakit rentan menyerang dan mengganggu fungsi normal dari organ-organ tubuh. Tidak heran jika lansia rentan terserang penyakit-penyakit yang terbilang kronis, salah satunya adalah hematochezia atau keluarnya darah dari tinja. 

Kelainan ini sering terjadi karena perdarahan yang muncul pada saluran cerna bagian bawah. Pada beberapa kasus, hematochezia bisa terjadi karena perdarahan pada saluran cerna di bagian atas. Oleh karena disebabkan perdarahan, maka diperlukan penanganan sesegera mungkin, demi mencegah komplikasi seperti anemia, syok, hingga kematian. 

Wasir Menjadi Salah Satu Penyebab Hematochezia

Munculnya darah segar ketika kamu buang air besar menjadi gejala paling utama dari hematochezia. Namun, masih ada gejala lainnya yang perlu dicermati, seperti demam, sakit perut, diare, penurunan berat badan, perubahan pada pola buang air besar, dan gejala anemia akibat dari perdarahan yang terjadi. 

Baca juga: Ini Penyakit yang Dapat Sebabkan Hematochezia

Apabila darah yang keluar banyak dan terjadi dengan cepat, pengidap bisa mengalami syok, bahkan berujung pada kematian. Gejala dari syok ini termasuk keluarnya keringat dingin, jantung berdebar, penurunan frekuensi buang air kecil, dan penurunan kesadaran. Agar tidak terjadi terlambat penanganan, buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc, sehingga komplikasi pun bisa dicegah. 

Sebenarnya, apa sih penyebab hematochezia? Perdarahan pada saluran cerna bagian bawah maupun bagian atas adalah penyebab utamanya. Namun, seringnya, perdarahan terjadi pada area usus besar atau kolon. Kondisi ini berkaitan dengan berbagai penyakit, salah satunya adalah wasir. Sementara penyakit lainnya adalah kanker usus besar, polip usus, divertikulitis, penyakit Crohn, kolitis ulseratif, fisura anus, tumor jinak di saluran cerna, dan radang pada usus besar atau rektum. 

Baca juga: Kenali Hematochezia, Perdarahan pada Saluran Pencernaan

Pengobatan dan Pencegahan Hematochezia

Sebelum memutuskan pengobatan apa yang bisa dilakukan untuk kasus hematochezia, terlebih dulu dokter harus melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan diagnosisnya. Biasanya, dokter akan menanyakan gejala yang kamu rasakan sekaligus riwayat kesehatan kamu. Lalu, setelahnya akan dilakukan pemeriksaan seperti tes darah, biopsi, kolonoskopi, angiografi, rontgen, laparotomi, dan scan radionuclide.

Sebenarnya, tujuan utama pengobatan hematochezia adalah menghentikan perdarahan yang menjadi penyebab utamanya atau mengobati penyakit yang mendasari terjadinya buang air besar berdarah ini. Nah, metode pengobatan yang direkomendasikan termasuk endoskopi, band ligation atau pemasangan karet khusus pada area pembuluh darah yang pecah untuk menghentikan perdarahan, dan menyuntikkan partikel khusus pada area pembuluh darah yang mengalami kerusakan untuk menghentikan perdarahan. 

Supaya penyembuhan bisa berlangsung lebih cepat setelah pengobatan dilakukan, dokter akan memberi tahu untuk tidak mengonsumsi obat golongan NSAID. Nah, agar hematochezia tidak terjadi, kamu dianjurkan untuk mengonsumsi makanan kaya serat untuk mencegah terjadinya wasir, berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol, serta tidak asal dalam mengonsumsi obat-obatan. Selalu tanyakan pada dokter agar tidak terjadi dampak negatif dari konsumsi obat yang tidak diinginkan. 

Baca juga: Pencegahan Kondisi Hematochezia pada Ibu Hamil



Referensi: 
Medscape. Diakses pada 2019. Lower Gastrointestinal Bleeding.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Gastrointestinal Bleeding.
MedicineNet. Diakses pada 2019. Blood in the Stool (Rectal Bleeding).