• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspadai 3 Ciri-Ciri Preeklampsia pada Ibu Hamil Ini
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspadai 3 Ciri-Ciri Preeklampsia pada Ibu Hamil Ini

Waspadai 3 Ciri-Ciri Preeklampsia pada Ibu Hamil Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 27 April 2021
Waspadai 3 Ciri-Ciri Preeklampsia pada Ibu Hamil Ini

Halodoc, Jakarta - Preeklampsia pada ibu hamil menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang sering terlambat disadari. Pasalnya, gejala preeklampsia biasanya baru muncul dan disadari setelah kehamilan memasuki usia 20–24 minggu, atau beberapa saat setelah bayi lahir. Bukan itu saja, dalam beberapa kasus preeklampsia bisa berkembang tanpa menunjukkan gejala yang berarti atau hanya gejala ringan saja.

Preeklampsia pada ibu hamil ditandai dengan meningkatnya tekanan darah (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ lain. Berita buruknya, kondisi ini bisa sangat membahayakan ibu maupun janin yang dikandung. Preeklampsia yang tidak disadari oleh calon ibu bisa berkembang menjadi eklamsia, yaitu sebuah kondisi yang jauh lebih serius dan mengancam. Ini ciri preeklampsia pada ibu hamil yang perlu diwaspadai.

Baca juga: Seberapa Sering Ibu Harus Konsultasi Kehamilan?

Ini yang Jadi Gejala dan Ciri Preeklampsia pada Ibu Hamil

Salah satu ciri khas preeklampsia pada ibu hamil adalah peningkatan tekanan darah yang signifikan. Oleh karena itu, salah satu langkah yang perlu dilakukan secara berkala adalah memantau tekanan darah selama kehamilan. Ibu hamil harus waspada jika tekanan darah sudah mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Selain peningkatan tekanan darah, berikut ini beberapa ciri preeklampsia yang perlu diwaspadai:

1. Pembengkakan di Sejumlah Area Tubuh

Preeklampsia pada ibu hamil dapat menyebabkan pembengkakan di sejumlah area tubuh, seperti telapak kaki, wajah, mata, dan tangan. Tidak hanya itu saja, ibu hamil yang mengalami preeklampsia bisa mengalami peningkatan berat badan dalam 1 atau 2 hari.

2. Nyeri yang Mengganggu

Preeklampsia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko mengalami nyeri di area perut bagian atas, kepala, dan bagian tubuh lain. Nyeri yang muncul bisa sangat mengganggu dan menyiksa. Tidak hanya itu saja, preeklampsia pada ibu hamil juga berisiko mengalami sakit kepala yang sulit hilang atau reda.

3. Gangguan Lain pada Tubuh

Preeklampsia juga bisa menyebabkan ibu hamil mengalami gangguan lain. Mulai dari sesak napas akibat cairan di paru-paru, mual dan muntah, hingga gangguan fungsi hati, dan menurunnya jumlah trombosit dalam darah. Tidak hanya itu, ibu hamil yang mengalami preeklampsia umumnya akan mengalami gangguan penglihatan.

Beberapa kondisi preeklampsia tidak menunjukan gejala yang signifikan sehingga penting bagi ibu hamil lakukan pemeriksaan secara rutin di rumah sakit, ketika menjalani masa kehamilan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui preeklampsia sejak dini dan mencegah kondisi ini menjadi parah.

Ada beberapa komplikasi yang terjadi ketika preeklampsia tidak ditangani dengan baik, seperti stroke, gangguan pada organ tubuh ibu, gangguan pembekuan darah, dan gangguan pada kesehatan bayi. 

Baca juga: 5 Cara Efektif Mengecilkan Perut Usai Melahirkan

Waspada, Kondisi Ini Dapat Sebabkan Preeklampsia pada Ibu Hamil

Kondisi ini sering dikaitkan dengan kelainan yang terjadi pada plasenta, yaitu organ yang berfungsi menerima suplai darah dan nutrisi untuk janin selama di dalam kandungan. Meski begitu, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab preeklampsia bisa terjadi pada masa kehamilan.

Gangguan preeklampsia yang terjadi selama kehamilan bisa menyebabkan terganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, termasuk kelancaran peredaran darah plasenta. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih sempit dari seharusnya, sehingga mengakibatkan berkurangnya jumlah darah yang bisa dialirkan.

Tidak ada salahnya, ibu mengetahui beberapa kondisi yang dapat menyebabkan preeklampsia saat menjalani kehamilan. Preeklampsia pada ibu hamil rentan dialami seorang wanita yang menjalani kehamilan pertama. Tidak hanya itu, riwayat keluarga dengan preeklampsia atau kehamilan sebelumnya dengan kondisi yang serupa, dapat menyebabkan seorang ibu mengalami preeklampsia.

Baca juga: Bisakah Hidrosefalus Dicegah Sebelum Bayi Lahir?

Ibu dengan kehamilan kembar juga berisiko alami preeklampsia. Ibu yang menjalani kehamilan di usia sebelum 20 tahun atau lebih dari 40 tahun juga rentan dengan kondisi ini, sehingga pemeriksaan teratur di rumah sakit terdekat sangat diperlukan untuk memastikan kondisi kehamilan dalam keadaan sehat.

Referensi:
National Library of Medicine. Diakses pada 2021. Preeclampsia.
National Health Service UK. Diakses pada 2021. Preeclampsia.
The American College of Obstetricians and Gynecologists. Diakses pada 2021. Preeclampsia and High Blood Pressure During Pregnancy.