Waspadai 5 Gejala Kekurangan Kalium pada Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Waspadai 5 Gejala Kekurangan Kalium pada Tubuh

Halodoc, Jakarta - Apabila kamu mengalami hipokalemia, itu berarti kamu memiliki kadar kalium yang rendah dalam darah. Kalium merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk bekerja secara normal. Kalium juga membantu otot untuk bergerak, mendapatkan nutrisi yang kamu butuhkan, dan mengirimkan sinyal dari saraf. Ini sangat penting untuk sel-sel di hati, juga untuk membantu menjaga supaya tekanan darah tidak terlalu tinggi. 

Ada banyak alasan mengapa kamu memiliki kadar kalium yang rendah. Mungkin karena terlalu banyak potasium yang keluar melalui saluran pencernaan kamu. Ini biasanya juga gejala dari masalah lain. Umumnya kamu mendapatkan hipokalemia ketika:

  • Ketika banyak muntah.

  • Mengalami diare.

  • Ginjal atau kelenjar adrenal tidak berfungsi dengan baik.

  • mengonsumsi obat yang membuat kamu buang air kecil (pil air atau diuretik)

Baca juga: 7 Hal Ini Terjadi Ketika Tubuh Kekurangan Kalium

Apabila masalah hipokalemia yang kamu alami bersifat sementara, kamu mungkin tidak merasakan gejala apapun. Setelah kadar potasium kamu jatuh di bawah tingkat tertentu, kamu mungkin akan mengalami beberapa gejala berikut:

1. Kelemahan dan Kelelahan

Kelemahan dan kelelahan sering kali menjadi tanda awal dari kekurangan kalium. Ada beberapa cara supaya kekurangan mineral ini dapat menyebabkan kelemahan dan kelelahan. Pertama, potasium membantu mengatur kontraksi otot. Saat kadar kalium darah rendah, otot menghasilkan kontraksi yang lebih lemah. 

Kekurangan mineral ini juga dapat memengaruhi tubuh kamu menggunakan nutrisi, yang mengakibatkan kelelahan. Contohnya beberapa bukti menunjukkan bahwa kekurangan kalium dapat merusak produksi insulin, yang mengakibatkan kadar gula darah tinggi.

2. Kram dan Kejang Otot

Kram otot merupakan kontraksi otot yang tiba-tiba dan tidak terkendali. Mereka dapat terjadi saat kadar kalium rendah dalam darah. Dalam sel-sel otot, kalium membantu menyampaikan sinyal dari otak yang merangsang kontraksi. Ini juga membantu mengakhiri kontraksi ini dengan keluar dari sel otot. Saat kadar kalium darah rendah, otak kamu tidak menyampaikan sinyal-sinyal ini secara efektif. Ini menghasilkan kontraksi yang lebih lama, seperti kram otot. 

Baca juga: Ini Alasan Wanita Rentan Alami Hipokalemia

3. Masalah Pencernaan

Penyebab masalah pencernaan ada banyak, salah satunya mungkin karena kekurangan kalium. Manfaat kalium membantu menyampaikan sinyal dari otot-otot yang terletak di sistem pencernaan. Sinyal-sinyal ini merangsang kontraksi yang membantu sistem pencernaan yang mengocok dan mendorong makanan, sehingga dapat dicerna. 

Ketika kadar kalium darah rendah, otak tidak dapat menyampaikan sinyal secara efektif. Dengar demikian, kontraksi dalam sistem pencernaan dapat menjadi lebih lemah dan memperlambat pergerakan makanan. Ini dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung dan sembelit. 

4. Jantung Berdebar

Mungkin kamu pernah memperhatikan jantung kamu tiba-tiba berdetak lebih kencang, lebih cepat, atau tidak berdetak? Perasaan ini dikenal sebagai jantung berdebar dan biasanya dikaitkan dengan stres atau kecemasan. Namun, jantung berdebar juga dapat menjadi pertanda kekurangan kalium. Ini disebabkan aliran kalium masuk dan keluar dari sel-sel jantung membantu mengatur detak jantung kamu. 

Kadar kalium darah yang rendah dapat mengubah aliran ini, menghasilkan jantung berdebar. Di samping itu, jantung berdebar mungkin merupakan tanda aritmia, atau detak jantung yang tidak teratur, yang juga berkaitan dengan defisiensi kalium. Bukan seperti palpitasi, aritmia telah dikaitkan dengan kondisi jantung yang serius.

5. Nyeri dan Kekakuan Otot

Ini juga menjadi tanda defisiensi kalium yang parah. Gejala-gejala ini dapat menunjukkan kerusakan otot yang cepat, juga dikenal sebagai rhabdomyolysis. Kadar kalium dalam darah membantu mengatur aliran darah ke otot kamu. 

Saat levelnya sangat rendah, pembuluh darah kamu dapat berkontraksi dan membatasi aliran darah ke otot-otot kamu. Ini berarti sel-sel otot menerima lebih sedikit oksigen, yang dapat menyebabkan mereka pecah dan bocor.  Selain itu menghasilkan rhabdomyolysis, yang disertai dengan gejala-gejala seperti kekakuan dan nyeri otot. 

Baca juga: Makanan yang Baik untuk Pengidap Hipokalemia

Kamu dapat bertanya pada dokter mengenai kekurangan kalium melalui aplikasi Halodoc. Dengan aplikasi ini, kamu juga bisa dengan mudah beli obat. Tanpa perlu antre, pesananmu akan diantarkan dalam satu jam. Ayo, download aplikasinya sekarang!

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. What Is Hypokalemia

Health Line. Diakses pada 2019. Potassium Deficiency Symptoms