• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspadai Komplikasi yang Diakibatkan Abses Peritonsil

Waspadai Komplikasi yang Diakibatkan Abses Peritonsil

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta -  Abses peritonsil merupakan infeksi bakteri yang menyebabkan timbulnya nanah di sekitar area tonsil atau amandel. Kondisi yang satu ini bisa disebut juga dengan komplikasi radang amandel yang muncul dan tidak ditangani dengan baik.

Tak pandang usia, penyakit yang satu ini dapat terjadi pada siapa pun, termasuk anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Kondisi ini dapat ditandai dengan adanya rasa sakit dan pembengkakan pada area tenggorokan. Jika kondisi ini terjadi, pengidap bisa saja mengalami penyumbatan pada tenggorokan, yang berakibat pada kesulitan dalam menelan, berbicara, bahkan bernapas.

Baca juga: Abses Peritonsil dan Tonsilitis, Apa Bedanya?

Waspadai Komplikasi Abses Peritonsil

Abses peritonsil merupakan masalah kesehatan yang muncul di sekitar amandel pada mulut. Jika kondisi ini terjadi dan tidak ditangani dengan tepat, beberapa komplikasi yang dapat muncul, antara lain:

  1. Kesulitan dalam bernapas, minum, makan, serta kegiatan lain yang membutuhkan kerja organ tenggorokan.

  2. Dehidrasi akibat sulitnya pengidap ketika menelan.

  3. Diabetes melitus, yaitu penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan imunitas dalam tubuh, karena adanya gangguan dalam pengaturan gula darah.

  4. Sepsis, yaitu kondisi kesehatan serius yang ditandai oleh adanya peradangan di sekujur tubuh karena infeksi.

Serangkaian komplikasi yang terjadi merupakan hal yang dapat membahayakan nyawa pengidapnya. Untuk itu, jika muncul gejala abses peritonsil, segera temui dokter di rumah sakit terdekat untuk segera melakukan penanganan dengan tepat. Kehilangan nyawa merupakan komplikasi paling parah yang bisa saja terjadi. 

Ini yang Jadi Tanda Munculnya Abses Peritonsil  

Mulanya, abses peritonsil muncul dengan gejala awal, seperti:

  • Mengalami sakit tenggorokan pada salah satu sisi.

  • Mengalami nyeri telinga di sisi yang sama dengan sakit tenggorokan.

  • Mengalami demam dan menggigil.

  • Mengalami kesulitan menelan dan membuka mulut.

  • Mengalami pembengkakan pada wajah dan leher.

  • Mengalami kejang pada otot rahang dan leher.

  • Mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Pada kasus yang sudah parah, gejala dapat ditandai dengan kesulitan dalam bernapas, karena pembengkakan yang telah menyebar ke area belakang amandel, leher, dan dada. Ketika hal ini terjadi, penanganan dibutuhkan segera, karena kondisi ini dapat mengancam nyawa pengidapnya.

Baca juga: Apakah Operasi Radang Amandel Berbahaya?

Penyebab yang Mendasari

Abses peritonsil muncul karena adanya bakteri Streptococcus yang menjadi penyebab dari radang tenggorokan. Bakteri ini akan menginfeksi jaringan lunak di sekitar amandel. Tak hanya bakteri Streptococcus yang menjadi penyebabnya, abses peritonsil juga muncul karena adanya beberapa faktor pemicu yang mendasari, beberapa di antaranya:

  • Merokok.

  • Terdapat endapan kalsium atau batu pada area tonsil atau amandel.

  • Penyakit radang gusi, yaitu peradangan pada gusi yang ditandai oleh memerahnya gusi di sekitar akar gigi.

  • Penyakit infeksi mononukleosis, yaitu infeksi virus yang menyebabkan demam, sakit tenggorokan, dan radang kelenjar getah bening di leher.

  • Penyakit periodontitis, yaitu infeksi pada gusi yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.

  • Penyakit leukemia limfositik kronis, yaitu kanker darah akibat gangguan pada sumsum tulang.

  • Penyakit tonsilitis, yaitu kondisi saat amandel mengalami peradangan atau inflamasi.

Baca juga: Jangan Salah, Ini Bedanya Radang Amandel dan Radang Tenggorokan

Abses peritonsil dapat dicegah dengan menjaga kebersihan mulut dan gigi. Dalam hal ini, kamu dapat menyikat gigi sebanyak dua kali dalam sehari, setelah itu jangan lupa gunakan obat kumur. Tak hanya itu, berhenti merokok juga diperlukan untuk menghindari pemicu terjadinya penyakit ini. Jika kamu mengalami serangkaian gejalanya, jangan lupa untuk segera meminta bantuan para ahli, ya!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Peritonsillar Abscess.
WebMD. Diakses pada 2019. Peritonsillar Abscess.