• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspadai Penyakit Liver yang Bisa Membahayakan Hati
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspadai Penyakit Liver yang Bisa Membahayakan Hati

Waspadai Penyakit Liver yang Bisa Membahayakan Hati

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 Maret 2022

“Penting untuk mewaspadai penyakit liver, karena penyakit ini bisa jadi tidak menimbulkan gejala hingga benar-benar parah. Diagnosis dini dan penggunaan hepatoprotektor dapat membantu mencegah kerusakan hati lebih lanjut.”

Waspadai Penyakit Liver yang Bisa Membahayakan HatiWaspadai Penyakit Liver yang Bisa Membahayakan Hati

Halodoc, Jakarta – Hati atau liver adalah organ yang menjalankan banyak tugas penting dalam tubuh. Termasuk yang berkaitan dengan metabolisme, penyimpanan energi, dan penyaringan limbah. Berbagai fungsi penting itu bisa terhambat jika terkena penyakit liver.

Penyakit liver merupakan istilah umum yang mengacu pada kondisi apapun yang memengaruhi hati. Jenisnya cukup banyak, tetapi dampaknya hampir sama, yaitu merusak hati dan memengaruhi fungsinya.

Baca juga: Ketahui 7 Tanda Seseorang Alami Gejala Penyakit Liver

Ketahui Berbagai Jenis Penyakit Liver

Seperti disebutkan tadi, penyakit liver ada banyak jenisnya. Berikut beberapa yang perlu diwaspadai:

  1. Hepatitis

Hepatitis didefinisikan sebagai peradangan hati, yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini terbagi lagi menjadi 5 jenis, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Sebagian besar jenis virus hepatitis menular, tetapi risikonya dapat dikurangi dengan mendapatkan vaksinasi untuk tipe A dan B.

Langkah-langkah lain juga bisa dilakukan sebagai pencegahan. Termasuk menggunakan kondom saat berhubungan intim dan tidak berbagi jarum suntik.

  1. Penyakit Perlemakan Hati

Penumpukan lemak di hati dapat menyebabkan penyakit perlemakan hati. Penyakit liver ini terbagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu yang disebabkan oleh konsumsi alkohol, dan yang non-alkohol (disebabkan oleh faktor lain).

  1. Penyakit Liver Autoimun

Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat secara keliru. Beberapa kondisi autoimun yang  menyerang sel-sel di hati, termasuk:

  • Hepatitis autoimun.
  • Sirosis bilier primer (PBC).
  • Kolangitis sklerosis primer.
  1. Kanker Hati

Kanker hati adalah kondisi ketika sel kanker berkembang di hati. Ini juga dapat terjadi ketika sel kanker berkembang di bagian tubuh lain, tetapi menyebar ke hati. Ini disebut kanker hati sekunder.

Baca juga: Apa Penyebab Utama Penyakit Hati Kronis?

  1. Sirosis

Sirosis adalah jaringan parut yang terbentuk akibat penyakit liver dan penyebab lain dari kerusakan hati, seperti gangguan penggunaan alkohol. Semakin banyak jaringan parut yang berkembang, semakin sulit bagi hati untuk berfungsi dengan baik.

  1. Gagal Hati

Gagal hati kronis biasanya terjadi ketika sebagian besar hati rusak dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Umumnya, gagal hati yang berhubungan dengan penyakit hati dan sirosis terjadi secara perlahan. Kamu mungkin tidak memiliki gejala apapun pada awalnya. 

Selain yang kronis, ada juga gagal hati akut. Kondisi ini biasanya terjadi secara tiba-tiba, sering kali sebagai respons terhadap overdosis atau keracunan.

Pentingnya Deteksi Dini untuk Cegah Kerusakan Hati

Menurut American Liver Foundation, deteksi dini penyakit liver sangatlah penting. Sebab, ini dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada organ hati. Jika didiagnosis ketika beberapa jaringan parut telah terbentuk, hati dapat memperbaiki dan bahkan meregenerasi dirinya sendiri. 

Oleh karena itu, kerusakan akibat penyakit liver sering kali dapat dipulihkan dengan rencana perawatan yang dikelola dengan baik.

Namun masalahnya, banyak orang dengan penyakit hati tidak menyadari dirinya sakit, meski kerusakan hati sudah mulai terjadi. Pada titik tertentu dalam perkembangan penyakit hati, kerusakan dapat menjadi ireversibel dan menyebabkan gagal hati, kanker hati, atau kematian.

Peran Hepatoprotektor bagi Kerusakan Hati

Hepatoprotektor adalah senyawa yang menjadi salah satu kunci untuk melindungi organ hati dari kerusakan akibat penyakit, obat, atau racun. Salah satu jenis hepatoprotektor yang dapat melindungi hati adalah Polyunsaturated Phosphatidylcholine (PPC).

PPC telah lama digunakan sebagai pengobatan untuk berbagai penyakit liver. Sebuah penelitian pada 1998 dilakukan terhadap 176 pasien hepatitis B dan C kronis, untuk menguji efektivitas PPC terhadap penyakit tersebut.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa PPC dapat direkomendasikan pada pasien dengan hepatitis C kronis dalam kombinasi dengan interferon dan setelah penghentian interferon untuk mengurangi tingkat kekambuhan yang tinggi. 

Berbeda dengan IFN dan agen antivirus lainnya, PPC tidak membawa risiko besar dan ditoleransi dengan sangat baik. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Hepatogastroenterology.

Baca juga: 4 Fakta tentang Penyakit Liver

Selain untuk hepatitis C, PPC juga terbukti membantu pengidap penyakit perlemakan hati non-alkohol. Hal ini diungkapkan dalam studi pada 2020 di jurnal BMC Open Gastroenterology

Penelitian ini dilakukan terhadap 2.843 pasien dewasa dengan penyakit perlemakan hati non-alkohol yang baru didiagnosis. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa pengobatan dengan PPC menghasilkan perbaikan yang konsisten pada enzim hati pada pasien.

Senyawa PPC ini terkandung dalam suplemen Lesichol, dengan kemurnian yang tinggi yaitu lebih dari 70 persen dan dikombinasikan dengan multivitamin. 

Kandungan PPC dalam Lesichol dapat memperbaiki fungsi hati pada pengidap penyakit liver. Seperti penyakit perlemakan hati non-alkohol, penyakit liver akibat obat-obatan, sirosis hati, dan hepatitis.

Jadi, untuk mencegah kerusakan hati lebih lanjut saat mendapat diagnosis penyakit liver, Lesichol adalah suplemen yang bisa digunakan. Tentunya dibarengi dengan perubahan gaya hidup sehat dan menjalani pengobatan yang ditentukan dokter.

Suplemen Lesichol tersedia dalam dua jenis, yaitu Lesichol-300 dan Lesichol-600. Keduanya bisa didapatkan dengan mudah melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan sudah download aplikasi Halodoc, ya!