• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • WFH Bisa Sebabkan WhatsApp Anxiety, Ini Penjelasannya

WFH Bisa Sebabkan WhatsApp Anxiety, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Sejak pandemi corona berlangsung, masyarakat dihimbau untuk melakukan berbagai aktivitas dari rumah saja, termasuk bekerja. Para pekerja yang mendapatkan kesempatan untuk bekerja dari rumah atau working from home (WFH) jadi harus mengerjakan berbagai tugas mereka secara online.

Nah, selain email, sarana elektronik yang paling sering digunakan untuk berkomunikasi terkait pekerjaan adalah WhatsApp. Dengan adanya aplikasi pesan tersebut, berdiskusi dan pendelegasian pekerjaan memang menjadi lebih mudah. Namun, di sisi lain, serangan pesan yang masuk bertubi-tubi juga bisa membuat seseorang lama kelamaan mengalami gangguan kecemasan. Kondisi ini yang dikenal sebagai WhatsApp anxiety. Berikut ulasannya.

Baca juga: Sering Tunda Pekerjaan saat WFH, Ini Cara Mencegahnya

Alasan WFH Bisa Menyebabkan WhatsApp Anxiety

Sebagian orang memandang working from home atau WFH lebih menyenangkan, karena tidak perlu menerjang kemacetan untuk menuju ke kantor dan memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel. Namun kenyataannya, WFH juga memiliki kekurangannya sendiri. 

Alih-alih memiliki waktu kerja yang fleksibel, waktu kerja saat WFH justru lebih tidak menentu. Tidak sedikit pekerja yang jadi harus stand by setiap saat, karena bisa dihubungi sewaktu-waktu oleh atasan untuk mengerjakan pekerjaan tertentu. Apalagi berbagai aplikasi komunikasi yang ada saat ini semakin memudahkan akses ke siapa saja dan kapan saja.

Salah satu contohnya adalah WhatsApp, yang membuat komunikasi dengan siapa saja menjadi lebih cepat dan mudah. Hal ini tentu baik. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, WhatsApp menjadi sarana yang membantu untuk tetap menjaga hubungan dengan orang-orang terkasih, seperti sahabat, keluarga dan pasangan, di saat keadaan tidak memungkinkan untuk bertemu secara langsung. 

Namun, dalam konteks pekerjaan, Whatsapp bisa menjadi momok yang menakutkan. Bayangkan bila smartphone kamu berbunyi pada malam hari, lalu kamu melihat ada pesan yang masuk dari rekan kerja atau WhatsApp Group (WAG) kantor, kamu mungkin akan merasa was-was dan memikirkan ada hal penting apa yang terjadi di kantor.

Selain itu, meningkatnya jumlah pesan yang belum sempat kamu baca dari grup kantor mungkin juga akan membuat kamu cemas karena berpikir kamu ketinggalan pembahasan yang penting. Hal ini bisa membuat kamu selalu memikirkan tentang pekerjaan padahal mungkin saat itu sudah di luar jam kerja kamu.

Mindset & Marketing Coach, Isabella Venour juga mengungkapkan bahwa tidak seperti percakapan tatap muka, berkomunikasi secara digital seringkali tidak bisa menunjukkan dengan jelas bagaimana seseorang diharapkan untuk berperilaku. Seberapa sering kamu berkomentar, apakah kamu menjawab dengan cukup cepat, atau tidak bisa mendengar nada suara seseorang dan melihat ekspresi wajah atau bahasa tubuhnya bisa menyebabkan salah tafsir. 

Ketika kamu tidak selalu ada untuk membalas pesan WhatsApp yang masuk dengan cepat, kamu mungkin akan menjadi cemas karena takut dianggap sebagai orang yang tidak cepat tanggap (slow response).

Ada juga ‘aturan sosial’ yang tidak tertulis pada WhatsApp yang mengharuskan kamu untuk membalas pesan segera setelah membacanya. Hal itu karena ada centang biru yang memberi tahu orang lain bahwa pesan sudah dibaca. Hal-hal itu yang sering menjadi penyebab seseorang mengalami WhatsApp anxiety saat WFH. 

Baca juga: 4 Cara Jaga Kesehatan Mental saat Pandemi COVID-19

Cara Mengatasi Whatsapp Anxiety Saat WFH

Bila kamu mulai merasa gelisah setiap kali melihat notifikasi pesan whatsapp yang muncul dari WAG kantor, kamu mungkin saja mengalami WhatsApp anxiety. Berikut tips-tips yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya:

  • Non-aktifkan Notifikasi WhatsApp

Dengan melakukan cara ini, kamu tidak akan mendengar bunyi atau notifikasi setiap kali ada pesan yang masuk, sehingga kamu tidak selalu dibayang-bayangi oleh pesan yang masuk tersebut dan tidak merasa tertekan untuk membalasnya.

  • Matikan Centang Biru

Dengan mematikan centang biru, orang lain tidak akan tahu apakah kamu telah membaca pesan mereka. Hal ini membebaskan kamu dari rasa bersalah karena tidak segera membalas pesan.

  • Non-aktifkan Background Data dan Cabut Izin Aplikasi

Cara ini akan ‘mematikan’ WhatsApp tanpa menghapus aplikasi tersebut, tapi kamu masih bisa memeriksa pesan segera setelah kamu membuka aplikasi. Cara ini bisa membantu kamu untuk mengendalikan penggunaan WhatsApp.

  • Hindari Sering-sering Memeriksa Whatsapp

Konsultasi detoksifikasi digital, Martin Talks, menyarankan agar kamu hanya berpartisipasi dalam WAG apa pun sekali sehari, dan jangan menjadikan kegiatan memeriksa WhatsApp sebagai hal pertama yang kamu lakukan ketika bangun di pagi hari dan hal terakhir yang kamu lakukan sebelum tidur. 

Baca juga: Kecanduan Media Sosial? Begini Tips Ampuh Mengatasinya

Itulah penjelasan mengenai WhatsApp anxiety. Bila kamu mengalami gejala gangguan kecemasan yang berlebihan setiap kali melihat notifikasi WhatsApp, kamu bisa membicarakan hal ini pada psikolog melalui aplikasi Halodoc.

Melalui Video/Voice Call dan Chat, psikolog terpercaya bisa membantu kamu mengatasi gangguan kecemasan tersebut dengan cara yang tepat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Hyve. Diakses pada 2021. Is WhatsApp making you anxious?