Yang Harus Diperhatikan Jika Konsumsi Temulawak

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Yang Harus Diperhatikan Jika Konsumsi Temulawak

Halodoc, Jakarta - Temulawak adalah salah tanaman asli Indonesia yang bentuknya mirip dengan kunyit. Memiliki nama latin Curcuma xanthorrhiza, tanaman herbal ini sudah dipercaya oleh masyarakat Indonesia akan manfaatnya. Oleh karena itu, temulawak sering dibudidayakan di dataran tinggi untuk diolah menjadi suplemen atau dijual langsung.

Baca juga: Temulawak sebagai Obat Alami Atasi Penyakit Liver 

Di dalam temulawak terdapat banyak zat yang bermanfaat, mulai dari protein, serat, mineral, dan kurkumin. Selain itu, terdapat tiga zat aktif yang terkandung dalam temulawak, yaitu: 

  • Germakron, yang bersifat antiradang dan menghambat pembengkakan;

  • P-toluilmetilkarbinoldan seskuiterpen d-kamper, meningkatkan produksi dan empedu.

  • Turmeron, antimikroba.

Namun, bukan berarti kamu bisa bebas mengonsumsinya, terdapat beberapa hal yang mesti kamu perhatikan.

Temulawak juga Bisa Sebabkan Efek Samping

Meskipun fungsinya sangat banyak, namun bukan serta merta kamu bisa mengonsumsinya berlebihan. Pasalnya, temulawak juga bisa menyebabkan efek samping. Untuk penggunaan dalam jangka waktu singkat, temulawak umumnya aman digunakan. Namun, jika digunakan  lebih 18 minggu, temulawak juga bisa sebabkan iritasi perut dan mual.

Maka dari itu, tanyakan pada dokter melalui fitur chat di Halodoc sebelum mengonsumsi temulawak sebagai obat. Karena meski berasal dari bahan alami, tidak menutup kemungkinan tanaman ini bisa memberikan efek negatif juga. 

Tidak hanya itu, mereka yang memiliki penyakit hati dan masalah empedu, ada baiknya untuk menghindari konsumsi temulawak. Pasalnya temulawak bisa memicu peningkatan produksi empedu yang akan memperburuk kondisi kesehatan. 

Baca juga: Selain Mengatasi Osteoarthritis, Ini 7 Manfaat Lain Temulawak

Dosis Aman Konsumsi Temulawak

Saat hendak mengonsumsi temulawak, biasanya disesuaikan dengan beberapa faktor. Mulai dari usia dan kondisi kesehatan seseorang. Jadi, dosis yang tepat konsumsi temulawak tiap orang bisa berbeda-beda. 

Selain itu, tidak semua produk alami itu aman. Jadi kamu perlu berkonsultasi dahulu ke dokter sebelum mengonsumsinya. Jika kamu menggunakan ekstrak temulawak, pastikan membaca petunjuk penggunaannya terlebih dahulu.

Bukan Pengganti Obat Dokter

Penting untuk dipahami, temulawak tidak bisa menggantikan obat dan perawatan dokter. Penelitian lanjutan masih perlu dilakukan untuk membuktikan manfaat herbal tanaman ini. Temulawak umumnya digunakan hanya sebagai terapi penunjang, bukan obat utama untuk menyembuhkan penyakit.

Terlebih, jamu yang terbuat dari tumbuhan herbal juga tidak memiliki standar dosis yang tetap sehingga efeknya bisa berbeda tiap orangnya. Temulawak bisa saja berinteraksi negatif dengan obat-obatan yang sedang kamu konsumsi.

Apabila dokter tidak mengizinkan kamu untuk mengonsumsi temulawak, maka ikuti aturan tersebut dan jangan melanggarnya. Sebaiknya kamu mempercayakan pengobatan pada dokter demi kondisi kesehatan yang lebih baik.

Baca juga: Manfaat Temulawak untuk Kecantikan

Manfaat Temulawak

Studi dari Pharmacognosy Research mengungkapkan, terdapat manfaat utama yang akan didapatkan dari konsumsi temulawak, yaitu: 

  • Meningkatkan Fungsi Pencernaan. Temulawak merangsang produksi empedu di kantung empedu, sehingga membantu meningkatkan fungsi pencernaan. Dengan rutin mengonsumsinya, maka berbagai masalah pencernaan bisa teratasi termasuk kembung, gas dan dispepsia. Rempah juga dapat bermanfaat bagi pengidap kondisi peradangan seperti kolitis ulserativa. 

  • Osteoartritis. Temulawak membantu mengurangi peradangan sehingga bermanfaat bagi pengidap osteoarthritis. Studi yang diterbitkan pada tahun 2009 di "Journal of Alternative and Complementary Medicine" meneliti orang yang mengidap artritis lutut. Mereka memberikan ekstrak temulawak atau ibuprofen setiap hari selama enam minggu. Pada akhir penelitian, para peneliti menemukan bahwa temulawak bekerja sama baiknya dengan ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh radang sendi di lutut, tanpa efek samping. 

  • Anti Kanker. Meskipun penelitian masih terus dilakukan, tetapi temulawak dan kunyit diduga membantu mencegah, mengendalikan atau membunuh beberapa jenis kanker termasuk payudara, usus besar dan prostat. Temulawak dapat bekerja dengan menghentikan pertumbuhan pembuluh darah yang memasok pertumbuhan kanker, dan efek pencegahannya dapat berasal dari aktivitas antioksidannya, yang melindungi sel dari serangan sel kanker. 

Itulah yang perlu diperhatikan dari temulawak dan segala manfaat untuk kesehatan. Ingat, selalu perhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh kamu agar terhindar dari gangguan kesehatan, ya. 

Referensi:
Livestrong. Diakses pada 2020. The Benefits of Curcuma. 
Pharmacognosy Research. Diakses pada 2020. Effects of Curcuma Xanthorrhiza Extracts.
Web MD. Diakses pada 2020. Javanese Turmeric.