• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Yang Terjadi Jika Trombosit Darah di Tubuh Rendah

Yang Terjadi Jika Trombosit Darah di Tubuh Rendah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Saat seseorang memiliki kadar trombosit yang rendah pada tubuhnya, maka kondisi ini disebut dengan trombositopenia. Di dalam tubuh, trombosit memiliki fungsi yang penting, ia adalah sel darah tidak berwarna yang membantu proses pembekuan darah. Saat luka terjadi, maka trombosit menghentikan pendarahan dengan menggumpal dan membentuk sumbatan pada luka di pembuluh darah.

Seseorang yang mengalami trombositopenia mungkin memiliki masalah kesehatan lain, seperti misalnya akibat kelainan sumsum tulang seperti leukemia atau masalah sistem kekebalan tubuh. Namun, beberapa orang juga bisa mengalaminya akibat efek samping dari minum obat tertentu.

Baca juga: Ini 6 Makanan yang Bisa Tingkatkan Trombosit

Gejala Saat Kadar Trombosit Rendah

Trombositopenia bisa menyerang anak-anak atau orang dewasa. Gejalanya bisa bervariasi, dari yang ringan hingga berat. Pada kasus yang jarang terjadi, jumlah trombosit bisa sangat rendah sehingga saat terjadi perdarahan seseorang berada dalam kondisi yang berbahaya. 

Sementara itu, tanda dan gejala yang umum saat kadar trombosit di tubuh cukup rendah, yaitu: 

  • Memar mudah atau berlebihan (purpura).
  • Perdarahan superfisial ke kulit yang muncul sebagai ruam bintik-bintik ungu kemerahan (petechiae), biasanya pada kaki bagian bawah.
  • Perdarahan berkepanjangan akibat luka.
  • Pendarahan dari gusi atau hidung.
  • Darah dalam urin atau feses.
  • Aliran haid yang luar biasa berat.
  • Kelelahan
  • Pembesaran pada limpa. 

Apabila kamu atau orang terdekat mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, maka jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan awal dengan dokter di aplikasi Halodoc. Dokter akan selalu siaga memberikan saran kesehatan yang kamu butuhkan untuk mengatasi setiap gejala penyakit yang kamu alami.

Baca juga: Proses Kemoterapi Bisa Picu Trombositopenia, Ini Faktanya

Penyebab dan Faktor Risiko Trombositopenia

Saat didiagnosis mengalami trombositopenia, ini berarti kamu memiliki kurang dari 150.000 trombosit per mikroliter darah yang bersirkulasi. Setiap trombosit hanya hidup sekitar 10 hari, tubuh biasanya memperbaharui pasokan trombosit terus-menerus dengan memproduksi trombosit baru di sumsum tulang.

Trombositopenia jarang diwariskan, dan kebanyakan terjadi akibat sejumlah obat atau kondisi lain. Ada beberapa penyebab mengapa kadar trombosit berkurang, antara lain: 

  • Trombosit yang Terperangkap

Limpa adalah organ kecil seukuran kepalan tangan yang terletak tepat di bawah tulang rusuk di sisi kiri perut. Biasanya, limpa berfungsi melawan infeksi dan menyaring bahan yang tidak diinginkan dari darah. Limpa yang membesar, dapat disebabkan oleh sejumlah gangguan, akan menampung terlalu banyak trombosit, yang mengurangi jumlah trombosit yang beredar.

  • Penurunan Produksi

Trombosit diproduksi di sumsum tulang. Ada beberapa faktor yang dapat menurunkan produksi trombosit misalnya leukemia dan kanker lainnya, beberapa jenis anemia, Infeksi virus seperti hepatitis C atau HIV, obat kemoterapi dan terapi radiasi, dan konsumsi alkohol berlebihan. 

  • Peningkatan Pemecahan Trombosit

Beberapa kondisi juga bisa menyebabkan tubuh menggunakan atau menghancurkan trombosit lebih cepat daripada yang diproduksi, sehingga kadarnya akan berkurang. Contohnya kehamilan, trombositopenia imun, adanya bakteri dalam darah, purpura trombositopenik trombotik, sindrom uremik hemolitik, dan efek samping obat. 

Baca juga: Hal yang Terjadi Jika Trombosit Darah Terus Menurun

Lantas, Bagaimana Mengobati Trombositopenia?

Perawatan untuk jumlah trombosit yang rendah tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi. Jika kondisi tergolong ringan, dokter akan menunda perawatan dan hanya memantau saja.

Dokter juga mungkin menyarankan agar kamu melakukan beberapa langkah pencegahan berikut, seperti:

  • Menghindari olahraga kontak.
  • Menghindari aktivitas dengan risiko tinggi perdarahan atau memar.
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Menghentikan atau mengganti obat yang memengaruhi trombosit, termasuk aspirin dan ibuprofen.

Pada kondisi yang lebih parah, kamu juga mungkin perlu perawatan medis, misalnya: 

  • Transfusi darah atau trombosit;
  • Mengubah obat-obatan yang menyebabkan jumlah trombosit yang rendah;
  • Steroid;
  • Globulin imun;
  • Kortikosteroid untuk memblokir antibodi trombosit;
  • Obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh;
  • Operasi pengangkatan limpa.

Itulah beberapa hal yang perlu dipahami tentang trombositopenia. Sebaiknya perhatikan langkah pencegahan yang tepat agar kesehatan selalu terjaga. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Thrombocytopenia (Low Platelet Count).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Thrombocytopenia (Low Platelet Count).
WebMD. Diakses pada 2020. Thrombocytopenia (Low Platelet Count).