Ini yang Terjadi pada Tubuh Ketika Alami Gangrene

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ini yang Terjadi pada Tubuh Ketika Alami Gangrene

Halodoc, Jakarta - Kondisi saat jaringan tubuh mati seperti di area tungkai, jari kaki atau jari tangan, maka kondisi ini disebut gangrene. Penyebab utamanya adalah hambatan pada sirkulasi darah sehingga nutrisi dan oksigen tidak bisa dihantarkan ke seluruh tubuh. Akibat kondisi ini maka sel-sel dapat mati. Apalagi ditambah dengan infeksi yang muncul di area yang tidak mendapatkan aliran darah tersebut, maka jaringan juga mati dan muncul gangrene. Gangrene adalah kondisi serius yang wajib segera ditangani, sebab jika tidak kondisi ini mengarah ke amputasi bahkan kematian.

Dalam dunia medis, dikenal beberapa jenis gangrene yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Gangrene kering yang terjadi karena terhambatnya aliran darah ke bagian tubuh tertentu.

  • Gangrene basah yang dipicu oleh cedera dan infeksi bakteri.

  • Gangrene gas yang menyerang jaringan otot. Bakteri penyebabnya melepaskan gas, sehingga kulit lama-kelamaan akan membentuk gelembung udara, seperti melepuh.

  • Gangrene internal akibat terhambatnya aliran darah ke organ-organ dalam tubuh.

Baca Juga: 7 Faktor Risiko Penyebab Gangrene

Kondisi Apa Saja yang Bisa Muncul Akibat Gangrene?

Saat seseorang terkena gangrene, sebetulnya beragam tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Kondisi ini bisa menyerang bagian tubuh mana saja, namun area ujung tubuh seperti kaki dan tangan adalah bagian yang paling sering mengalaminya. Saat terserang gangrene, gejalanya antara lain:

  • Perubahan warna pada kulit menjadi biru, merah, ungu, atau bahkan hitam, tergantung jenis gangrene yang dialami.

  • Nyeri hebat yang bisa terjadi secara mendadak pada area yang terserang, kondisi ini juga bisa muncul dengan sensasi baal.

  • Kulit mengalami pembengkakan dan lepuhan yang diikuti keluarnya nanah.

  • Kulit yang terserang terlihat pucat dan terasa dingin bila disentuh.

  • Pada gangrene gas atau gangrene internal yang menyerang jaringan di bawah kulit, pengidapnya juga mengalami pembengkakan disertai nyeri pada area yang terdampak. Ia juga berpotensi mengalami demam.

  • Bakteri penyebab infeksi gangrene bisa menyebar ke seluruh tubuh. Kondisi tersebut disebut dengan sepsis dan menimbulkan gejala tekanan darah rendah, demam, gangguan irama jantung, sesak napas, dan pusing.

Baca Juga: Bikin Nyeri, Ini 5 Cara Mencegah Gangrene

Apa Pengobatan Tepat Atasi Gangrene?

Jaringan yang rusak akibat gangrene sebetulnya sudah tidak bisa lagi diperbaiki, namun ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah gangrene berkembang lebih jauh. Dokter memilih dari beberapa tindakan berikut ini, tergantung dari keparahan gangrene yang dialami pasien.

  • Operasi. Langkah ini dilakukan untuk mengangkat jaringan mati, sehingga penyebaran gangrene bisa dicegah, dan memungkinkan jaringan yang sehat untuk bisa pulih. Bila memungkinkan, operasi untuk memperbaiki pembuluh darah dilakukan. Tindakan tersebut untuk memperlancar aliran darah ke area yang terserang gangrene.

  • Pencangkokan kulit merupakan salah satu langkah yang bisa dilakukan guna memperbaiki kulit yang rusak akibat gangrene. Pada kasus gangrene yang parah, pasien terpaksa harus menjalani amputasi.

  • Antibiotik. Dokter bisa memberikan antibiotik dalam bentuk obat minum atau infus untuk menangani infeksi gangrene.

  • Terapi oksigen hiperbarik. Terapi ini menggunakan ruangan seperti tabung dengan tekanan tinggi dan hanya terdapat gas oksigen. Tekanan oksigen yang kuat membuat darah membawa lebih banyak oksigen, sehingga memperlambat perkembangan bakteri dan membantu luka untuk cepat pulih.

Baca Juga: Bikin Nyeri, Ini 5 Cara Mencegah Gangrene

Jika kamu mengalami gejala gangrene seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan melakukan penanganan yang tepat di rumah sakit, maka perkembangan gangrene bisa dihentikan sehingga meminimalisir risiko. Kini kamu bisa pilih dan membuat janji dengan dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu melalui Halodoc. Praktis, bukan? Kamu juga bisa download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play, ya!