11 Cara Mengatasi Keputihan Berlebih

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
11 Cara Mengatasi Keputihan Berlebih

Halodoc, Jakarta - Enggak sedikit wanita yang risi bahkan jadi senewen ketika mesti berhadapan dengan keputihan. Apalagi bila keputihan berlebih yang mesti dihadapi. Hmm, makin cemas saja bawaannya. 

Para wanita umumnya tak asing dengan keluhan pada vagina ini. Keputihan merupakan kondisi ketika lendir atau cairan keluar dari vagina. Sebenarnya keputihan merupakan cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan melembapkan organ ini tersebut. 

Ketika seseorang mengalami keputihan, maka cairan yang diproduksi kelenjar vagina dan leher rahim akan keluar membawa sel mati dan bakteri. Proses inilah yang melindungi vagina dari infeksi. 

Pertanyaannya, bagaimana sih cara mengatasi keputihan berlebih?

Baca juga: Ini Hal yang Dapat Menyebabkan Terjadinya Keputihan 

Perawatan Mandiri hingga Dokter 

Setidaknya ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi keputihan berlebih. Nah, berikut ini tips-tipsnya: 

  1. Jaga area genital tetap kering dan bersih.

  2. Jangan gunakan produk pembersih alat kelamin wanita yang bisa menyebabkan perusahan keasaman dan keseimbangan bakteri vagina. Tanyakan pada dokter produk yang tepat.

  3. Hindari menggunakan semprotan higienis, wewangian, atau bedak di area genital.

  4. Konsumsi yoghurt atau suplemen yang mengandung Lactobacillus.

  5. Kenakan celana berbahan katun, hindari celana dalam yang terlalu ketat.

  6. Setelah berkemih, bersihkan vagina dari depan ke belakang, agar bakteri tidak masuk ke dalam vagina.

  7. Kompres dingin untuk meredakan gatal dan pembengkakan.

  8. Berendamlah dengan air hangat untuk membantu meringankan gejala. Lalu keringkan sampai bersih sesudahnya. 

  9. Disarankan jangan menggunakan panty liner, tetapi bila tetap ingin menggunakan panty liner sebaiknya pilih yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4–6 jam.

  10. Sebaiknya hindari hubungan seksual terlebih dahulu. 

  11. Bila keputihan abnormal berlangsung lebih dari seminggu, apalagi disertai dengan luka, gatal, pembengkakan, segeralah temui dokter.

Di sini dokter biasanya akan melakukan penanganan medis sesuai dengan hal yang menyebabkannya. Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengatasi keputihan berlebih atau abnormal. Contohnya, antibiotik untuk menghilangkan bakteri penyebab keputihan.

Bisa juga obat antijamur bila keputihan disebabkan oleh infeksi jamur. Obat ini bisa dalam bentuk krim atau gel yang dioleskan di bagian dalam vagina. Selain itu, ada pula obat-obatan lain bila keputihan disebabkan oleh parasit. 

Baca juga: Normal atau Tidak, Keputihan Setelah Melahirkan

Kenali Ciri-cirinya, Abnormal atau Tidak? 

Sebenarnya cara untuk membedakan keputihan normal dan tidak tidak sulit. Kita bisa kok dengan mengamati secara cermat keputihan yang keluar. Nah, berikut ini ciri-cirinya: 

Keputihan normal

  • Tak berbau kuat, amis, anyir, atau busuk.

  • Warnanya bening atau putih susu jernih.

  • Teksturnya licin dan lengket, bisa encer, ataupun kental.

  • Muncul cukup banyak dengan tekstur licin dan basah, biasanya beberapa hari di antara siklus haid atau selama ovulasi.

Keputihan abnormal

  • Cairannya kental dan berbau busuk.

  • Muncul rasa panas pada Miss V.

  • Timbul rasa gatal di sekitar Miss V

  • Keluar cairan berlebihan, seperti menstruasi.

  • Warnanya kuning, atau bisa hijau, cokelat, dan disertai darah.

  • Keluar cairannya berlebihan seperti menstruasi. 

Nah, andaikan keputihan berlebihan ditandai dengan gejala di atas, segeralah temui dokter. Pasalnya, keputihan berlebihan yang abnormal bisa menjadi gejala dari sebuah penyakit reproduksi. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
MedlinePlus. Diakses pada 2019. Vaginal itching and discharge - adult and adolescent.
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Vaginal discharge.
WebMD. Diakses pada 2019. Vaginal Discharge: What’s Abnormal?