13 Faktor yang Memicu Erythema Nodosum

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
13 Faktor yang Memicu Erythema Nodosum

Halodoc, Jakarta - Kondisi kulit erythema nodosum adalah jenis peradangan kulit yang terletak di bagian lapisan lemak kulit. Erythema nodosum menimbulkan benjolan kemerahan, nyeri, dan lunak, kondisi ini paling sering terletak di depan kaki di bawah lutut. Benjolan lunak atau nodul pada erythema nodosum memiliki ukuran mulai dari sepersepuluh hingga seperempat. Pada gangguan kulit ini kemungkinan terjadi peradangan yang berlangsung selama beberapa minggu, kemudian menyusut dan menjadi rata, tapi meninggalkan tampilan seperti memar. 

Keberadaan erythema nodosum dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu tiga hingga enam minggu. Setelah hilang, ia akan meninggalkan tampilan atau bekas yang tampak seperti memar yang bersifat sementara. Selain itu terdapat lekukan kronis pada kulit di mana lapisan lemak telah terluka. 

Merupakan Respon Imun Abnormal 

Lebih dari setengah kasus erythema nodosum merupakan idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya. Pada beberapa kasus, erythema adalah hasil dari respon abnormal yang sering dipicu oleh infeksi, obat-obatan, atau kondisi yang menyebabkan peradangan kronis. 

Baca juga: Berbahayakah Erythema Nodosum?

Sebenarnya belum ada faktor pemicu yang pasti mengenai erythema nodosum berkembang. Namun, ada satu teori yang menyatakan bahwa kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh penumpukan kompleks imun pada pembuluh darah kecil dan koneksi pada lemak. Penumpukan ini yang menyebabkan peradangan. 

Hanya saja ada beberapa kemungkinan yang menjadi faktor pemicu erythema nodosum, yaitu:

  1. Infeksi, seperti radang tenggorokan streptokokus atau radang tenggorokan

  2. Infeksi bakteri, seperti Mycoplasma pneumonia atau tuberculosis

  3. Infeksi virus

  4. Infeksi jamur yang dalam

  5. Sarkoidosis

  6. Kanker

  7. Antibiotik

  8. Kontrasepsi oral

  9. KehamilanKondisi yang menyebabkan peradangan kronis, seperti radang usus (IBS), ulcerative, colitis (UC), dan penyakit Crohn;

  10. Sulfonamid, salisilat, dan obat antiinflamasi nonsteroid lainnya (NSAID);

  11. Bromida dan iodida;

  12. Genetika.

Selain faktor di atas, erythema nodosum bisa terjadi dengan atau tanpa kondisi medis lainnya. Kondisi terkait lainnya termasuk obat-obat (obat yang berhubungan dengan sulfa, pil KB, estrogen), radang tenggorokan, penyakit kucing, penyakit jamur, mononukleosis infeksiosa, sarkoidosis, hingga  penyakit Behcet. Kemungkinan ada faktor pemicu lainnya, kamu dapat menanyakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. 

Baca juga: Harus Tahu, Penyebab Erythema Nodosum

Jika kamu mendapatkan kondisi erythema nodosum, segera lakukan perawatan. Perawatan untuk gangguan kulit ini biasanya dengan obat anti-inflamasi dan kortison melalui mulut atau injeksi. Colchicine terkadang juga digunakan secara efektif untuk mengurangi peradangan. Perawatan juga harus disesuaikan untuk pengidap tertentu dan gejalanya. 

Dokter biasanya melakukan diagnosis erythema nodosum melalui pemeriksaan biopsi dengan mengambil sampel jaringan kecil dari luka. Kemudian dokter merekomendasikan perawatan untuk setiap kasus tergantung pada penyebabnya. Beberapa pengobatan yang umum untuk erythema nodosum meliputi:

  • Mengganti obat apapun yang menyebabnya erythema nodosum, tapi hanya berdasarkan saran dokter.

  • Oleskan es yang dibungkus handuk pada area yang terkena selama 15 hingga 20 menit setiap kali, beberapa kali sehari. 

  • Meninggikan area yang terkena dengan alat, seperti bantal.

  • Obat anti nyeri dan antiinflamasi yang dijual bebas.

  • Stoking kompresi ringan atau perbang dan pembungkus pendukung.

  • Tetrasiklin oral.

  • Kalium iodida, mulai 400 hingga 900 mikrogram (mcg) per hari selama 1 bulan saat gejala dimulai.

  • Kortikosteroid, sistemik.

  • Krim steroid.

Kamu juga perlu mengingat bahwa erythema nodosum gangguan yang dapat menyebabkan rasa sakit Selain itu, penyakit ini sesekali mengalami kekambuhan, dapat terjadi dengan atau tanpa adanya penyakit yang mendasarinya. 

Referensi:

Web MD. Diakses pada 2019. Erythema Nodosum.