• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Atasi Kelainan Lidah Tongue-tie pada Bayi

Begini Cara Atasi Kelainan Lidah Tongue-tie pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Bagi ibu yang baru melahirkan, pastinya menginginkan Si Kecil selalu sehat di masa perumbuhannya. Akan tetapi, bayi yang baru lahir sebenarnya tak seratus persen bebas dari masalah kesehatan. Sebab, ada saja berbagai keluhan kesehatan yang bisa datang kapan saja.

Nah, bagi ibu yang baru melahirkan, apa pernah mendengar masalah kesehatan pada bayi bernama tongue-tie (ankyloglossia)? Ankyloglossia ini merupakan kelainan pada lidah ketika tidak leluasa bergerak karena frenulum lidah yang terlalu pendek.

Frenulum sendiri merupakan jaringan tipis di bawah lidah bagian tengah. Jaringan tipis ini menghubungkan lidah dengan dasar mulut. Dalam kondisi normal, frenulum lidah ini terpisah sebelum bayi lahir. Namun, pada bayi tie tongue frenulum lidah tetap melekat dengan dasar mulut.

Lalu, bagaimana sih cara mengatasi tongue-tie pada bayi? Berikut ulasannya!

Baca juga: Bayi Mengalami Tongue tie Ankyloglossia, Ini Cara Mengobatinya

Berubahnya Kondisi Mulut

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, tak ada salahnya untuk berkenalan terlebih dahulu dengan gejala tongue-tie. Bayi yang mengidap ankyloglossia umumnya akan kesulitan untuk menggerakan lidah ke atas atau dari sisi ke sisi.

Selain itu, mereka juga enggak bisa menjulurkan lidah melewati gigi depan. Ketika Si Kecil mengidap kondisi ini, mereka akan sulit melakukan gerakan mengisap, sehingga berulang kali memasukkan dan mengeluarkan puting payudara.

Lalu, seperti apa sih gejala umum dari tongue-tie?

  • Bayi tidak mampu menjulurkan lidahnya melewati gusi atas.

  • Lekukan pada ujung lidah, sehingga membuat lidah terlihat, seperti berbentuk hati atau V.

  • Sulit menggerakkan lidah dari sisi ke sisi atau mengangkat lidah ke gigi atas.

  • Ketidakmampuan untuk menyentuh langit-langit mulut.

Baca juga: Kebiasaan yang Dapat Menyebabkan Bayi Alami Tongue-tie

Masalah lidah ini sebenarnya tak hanya menimbulkan masalah pada bayi, sebab ibu juga bisa mengalami masalah tertentu. Misalnya, rasa sakit pada puting payudara saat menyusui dan peradangan pada payudara.

Kembali ke pertanyaan di atas, bagaimana sih cara mengatasi tongue-tie pada bayi?

Ketahui Cara Pengobatannya

Setidaknya ada dua cara untuk mengatasi kondisi ini. Namun, beberapa ahli dapat merekomendasikan untuk menunggu dengan harapan lingual frenulum dapat merenggang dengan sendirinya. Sementara ahli lain berpendapat untuk segera dilakukan tindakan demi mengurangi timbulnya kesulitan, khususnya pada bayi baru lahir.

Beberapa tindakan operasi yang umumnya dilakukan dalam menangani tongue-tie pada bayi, anak, maupun dewasa adalah:

  1. Frenotomy

    Prosedur pembelahan tongue-tie ini menggunakan gunting yang telah disterilkan agar sisibawah lidah tidak terlalu menempel dengan dasar mulut sehingga lidah dapat bergerak dengan lebih leluasa. Prosedur ini berlangsung cepat dan umumnya tidak terjadi pendarahan besar. Hal ini diakibatkan tidak adanya pembuluh darah atau ujung saraf pada lingual frenulum. Biasanya bayi dapat langsung menyusu setelah prosedur dilakukan. 

Baca juga: Pencegahan yang Dapat Ibu Lakukan Agar Bayi Tak Alami Tongue-tie

  1. Frenuloplasty

    Prosedur frenuloplasty dilakukan dengan pembiusan umum dan menggunakanperlengkapan operasi yang lebih lengkap. Prosedur ini dilakukan pada lingual frenulum yang lebih tebal atau pada kasus yang lebih rumit sehingga tidak memungkinkan untuk ditangani dengan prosedur frenotomy. Pada prosedur ini frenulum dilepaskan, lalu luka ditutup dengan jahitan yang akan menyatu ke dalam bekas luka seiring proses penyembuhan.

Awas, Bisa Memicu Komplikasi

Keluhan pada lidah ini bisa memengaruhi cara bayi menelan, makan, dan berbicara. Nah, kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi seperti:

  • Masalah menyusui. Bayi akan kesulitan menyusui. Pasalnya, proses menyusui akan menjadi lebih lama dan bayi bisa saja tak mendapatkan asupan ASI yang cukup. Imbasnya, Si Kecil akan selalu merasa lapar dan berat badannya sulit naik.

  • Kesulitan berbicara. Pada anak-anak bisa menyebabkan kesulitan dalam mengucapkan huruf-huruf tertentu.

  • Kondisi mulut tidak higienis. Tongue-tie bisa membuat lidah sulit membersihkan sisa makanan dari gigi. Nah, kondisi ini bisa memicu kerusakan gigi dan pembengkakan pada gusi.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
US National Library of Medicine National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Tongue tie.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Tongue-Tie (Ankyglossia).
WebMD. Diakses pada 2020. What is Tounge-Tie in Babies?