2 Prosedur Penanganan pada Bayi yang Mengalami Tongue-tie

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
2 prosedur penanganan pada bayi yang mengalami tongue-tie

Halodoc, Jakarta – ASI merupakan asupan yang paling baik untuk bayi yang baru lahir. Air susu yang dihasilkan secara alami oleh tubuh ibu ini memiliki semua kandungan nutrisi yang diperlukan bayi untuk tumbuh kembangnya. Itulah mengapa ibu dianjurkan untuk memberi ASI pada bayi, setidaknya selama enam bulan pertama kehidupannya. Nah, keberhasilan pemberian ASI pada bayi selain ditentukan dari usaha ibu sendiri, peran bayi pun juga ikut berpengaruh. Bayi perlu menggerakkan lidahnya agar dia bisa menyusu dan mendapatkan ASI dengan baik. Namun, bayi yang terkena tounge-tie akan mengalami kesulitan untuk melakukan kegiatan tersebut. Ibu enggak perlu khawatir, berikut prosedur yang bisa dilakukan untuk menangani bayi terkena tounge-tie.

Mengenal Kondisi Tounge-tie Pada Bayi

Tongue tie atau yang dalam istilah medisnya dikenal juga dengan Ankyloglossia adalah kondisi di mana lidah bayi tidak bisa bergerak dengan leluasa, karena frenulum lidah terlalu pendek. Frenulum adalah jaringan tipis di bawah lidah bagian tengah yang menghubungkan lidah dengan dasar mulut. Sampai saat ini penyebab tounge-tie masih belum diketahui secara pasti, tapi kondisi ini bisa diturunkan dari anggota keluarga sebelumnya. Selain itu, bayi laki-laki berisiko tiga kali lebih tinggi mengalami tounge-tie dibanding bayi perempuan.

Gejala Tounge-tie

Bila bayi kesulitan menggerakan lidahnya ke atas, ke samping, ataupun menjulurkan lidahnya, bisa jadi dia terkena tounge-tie. Tanda utama kondisi ini adalah pergerakan lidah bayi yang terbatas. Tidak cuma itu, bayi terkena tounge-tie juga memiliki lidah yang terlihat berbentuk, seperti hati. Hal ini karena ujung lidahnya tidak memiliki lekukan.

Tounge-tie juga menyebabkan bayi sulit melakukan gerakan mengisap saat menyusu, sehingga dia berulang kali akan memasukkan dan mengeluarkan puting payudara. Hal ini membuat Si Kecil jadi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyusu dan seringkali tidak mendapat asupan ASI yang cukup. Akibatnya, dia akan selalu merasa lapar dan berat badannya sulit naik.

Sementara gejala yang bisa dirasakan ibu bila bayinya terkena tounge-tie adalah payudara terasa nyeri saat menyusui dan peradangan pada payudara.

Pengobatan Tounge-tie

Walaupun tidak berbahaya, tapi tounge-tie sebaiknya tidak dibiarkan saja, karena bisa menyebabkan perkembangan mulut terlambat dan berat badan Si Kecil tidak bertambah sebagaimana mestinya. Bila bayi terkena tounge-tie masih bisa makan tanpa masalah, maka pengobatan tidak diperlukan. Karena pada sebagian kasus, frenulum lidah bisa merengang seiring waktu. Namun, bila bayi mengalami kesulitan menyusu, kesulitan menelan ASI, ataupun ibu selalu merasa nyeri saat menyusui, maka tindakan bedah mungkin perlu dilakukan.

Tindakan bedah untuk menangani tounge-tie ada dua jenis, yaitu frenotomy dan frenuloplasty:

1. Frenotomy

Frenotomy dilakukan dengan cara memotong bagian frenulum lidah agar bisa bergerak dengan bebas. Prosedur bedah ini hanya memerlukan waktu yang singkat dan bisa dilakukan dengan atau tanpa obat bius. Setelah operasi selesai, bayi bisa langsung disusui. Namun bila frenulum lidah terlalu tebal, tounge-tie baru bisa diatasi dengan menjalankan tindakan frenuloplasty.

2. Frenuloplasty

Pada tindakan ini, dokter akan memotong bagian frenulum lidah dan menutup lukanya dengan jahitan yang akan hilang setelah luka sembuh. Bayi perlu dibius terlebih dahulu sebelum melakukan frenuloplasty.

Nah, itulah dua tindakan medis yang bisa dilakukan untuk menangani bayi terkena tounge-tie. Ibu sebaiknya membicarakan terlebih dahulu dengan dokter anak atau konsultan laktasi mengenai tindakan mana yang paling tepat untuk Si Kecil yang mengalami tounge-tie. Jangan ragu juga untuk membicarakan masalah kesehatan anak kepada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: