29 December 2017

3 Cara Menghitung Usia Kehamilan

3 Cara Menghitung Usia Kehamilan

Halodoc, Jakarta – Bagi calon ibu muda yang baru pertama kali mengalami kehamilan, melakukan penghitungan usia kehamilan memang sering kali membingungkan, bukan hanya untuk si ibu, namun juga untuk tenaga medis. Sebenarnya bila mengetahui cara menghitung usia kehamilan, kamu bisa  lebih memahami perkembangan atau pertumbuhan organ yang sedang terjadi pada janin, kebutuhan yang diperlukan oleh janin, dan lain sebagainya sangatlah mudah. Yang sulit adalah cara mengetahui usia kehamilan, karena harus dengan jelas darimana patokan awal untuk mengukur usia kehamilan tersebut.

Sebenarnya, tidak ada satupun pemeriksaan yang bisa memastikan berapa usia kehamilan dan kapan terjadinya kehamilan pada wanita. Namun, untuk mengetahui hal tersebut biasanya tenaga kesehatan menghitung usia berdasarkan beberapa metode seperti yang ada di bawah ini:

Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)

Metode hari pertama haid terakhir (HPHT) yang dialami oleh wanita yakni berarti seorang wanita harus mengingat kapan siklus haid terakhirnya. Biasanya hari pertama haid terakhir dihitung sebagai hari pertama kehamilan. Cara menghitung trimester kehamilan menggunakan metode HPHT bisa membuat usia kehamilan 2 minggu lebih banyak dari usia kehamilan sebenarnya. Oleh karena itu, bisa dibilang menghitung usia dengan metode HPHT tidak cukup akurat. Selain itu, metode HPHT mengasumsikan siklus haid 28 hari, sehingga apabila seorang wanita memiliki siklus kurang atau lebih dari 28 hari, tentu hasilnya akan berbeda.

Mengalami Ovulasi

Cara menghitung usia kehamilan yang lainnya adalah dengan menghitung dari hari ketika seorang wanita diperkirakan mengalami ovulasi (pelepasan sel telur). Pada umumnya ovulasi biasanya terjadi sekitar 2 minggu setelah hari pertama haid. Bisa dibilang cara ini lebih akurat untuk melakukan penghitungan usia kehamilan yang sebenarnya. Salah satu tanda ovulasi yang bisa kamu ketahui adalah dengan melihat kekentalan lendir serviks. Tetapi sayangnya tidak semua wanita mengetahui dan menyadari kapan dirinya mengalami ovulasi.

USG

Cara menghitung usia kehamilan bisa juga dengan menggunakan metode USG. Menghitung usia dengan cara ini dianggap lebih bisa dipercaya, terutama bila dilakukan di trimester pertama (3 bulan pertama). Pemeriksaan dengan USG pada trimester pertama kehamilan, untuk mengetahui secara pasti kehamilan, menentukan usia kehamilan, serta menilai apakah merupakan kehamilan normal. Karena bisa saja kehamilan yang dialami adalah kehamilan di luar kandungan atau disebut juga dengan kehamilan ektopik.

 

Sekadar informasi, selama kehamilan dianjurkan agar kamu melakukan pemeriksaan kehamilan setidaknya 4 kali, yaitu 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua, dan 2 kali pada trimester ketiga. Sebaiknya kamu perlu mendiskusikan kondisi tubuh dan juga kehamilan yang kamu rasakan, agar dokter kandungan bisa dengan tepat memprediksi usia kehamilan kamu. Jangan pernah ragu untuk menggunakan aplikasi Halodoc untuk berdiskusi dengan dokter ahli yang terpercaya melalui Voice/Video Call dan Chat. Kamu juga bisa membeli kebutuhan medis seperti vitamin atau obat yang siap diantar dalam satu jam di Halodoc. Ayo download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play sekarang.