3 Pengobatan untuk Atasi Kista Baker

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
3 Pengobatan untuk Atasi Kista Baker

Halodoc, Jakarta - Kista Baker, atau disebut juga dengan kista poplitea, adalah terjadinya pembengkakan yang berisi cairan di belakang lutut. Gangguan ini dapat menyebabkan benjolan dan perasaan sesak pada kaki. 

Rasa sakit yang timbul mungkin terasa lebih buruk ketika pengidap melenturkan atau memperpanjang lututnya, serta ketika sedang beraktivitas. Kista Baker disebabkan oleh masalah pada sendi lutut, seperti radang sendi atau robekan tulang rawan. 

Kedua hal ini dapat menyebabkan lutut memproduksi cairan sinovial secara berlebihan. Cairan sinovial merupakan zat pelumas yang berfungsi untuk membantu kaki seseorang untuk berayun dengan lancar dan mengurangi gesekan di antara bagian yang bergerak dari lutut.

Baca juga: Awas, Peradangan Sendi Lutut Bisa Picu Kista Baker

Apa Gejala dan Penyebab dari Kista Baker?

Dalam beberapa kasus yang terjadi, kista baker mungkin tidak menimbulkan rasa sakit. Kamu mungkin saja tidak menyadari gangguan tersebut terjadi pada kamu. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin timbul pada seseorang yang mengidap kista baker:

  • Bengkak di belakang lutut dan terkadang di kaki.

  • Terasa sakit pada lutut.

  • Kekakuan dan ketidakmampuan untuk melenturkan lutut.

Selain itu, hal yang dapat menyebabkan gangguan kista baker pada lutut adalah terjadinya gangguan pada cairan sinovial. Seseorang yang mengalami kelainan pada area tersebut dapat menyebabkan produksi cairan pada lutut, sehingga menyebabkan kista baker.

Jika gangguan tersebut terjadi, mungkin saja disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya peradangan pada sendi lutut yang mungkin disebabkan oleh radang sendi dan cedera pada lutut yang mungkin disebabkan oleh robekan pada tulang rawan.

Bagaimana Cara Mendiagnosisnya?

Kista Baker umumnya dapat didiagnosis dengan pemeriksaan fisik. Namun, karena beberapa tanda dan gejala kista baker mirip dengan kondisi yang lebih serius (seperti gumpalan darah, aneurisma, atau tumor), dokter mungkin akan melakukan tes pencitraan non-invasif, termasuk:

  • Ultrasonografi.

  • Sinar-X.

  • Magnetic resonance imaging (MRI).

Baca juga: Langkah-Langkah Cegah Kista Baker yang Perlu Diketahui

Lakukan Metode Pengobatan Ini

Pada kasus yang jarang, kista baker akan hilang dengan sendirinya. Walau begitu, jika kista yang terjadi pecah, cairan sinovial pada lutut dapat bocor ke betis di bawahnya. Hal tersebut menyebabkan seseorang yang mengalaminya merasakan sakit dan bengkak.

Gejala dari gangguan tersebut dapat mirip dengan beberapa gangguan, seperti bekuan darah pada betis dan deep vein thrombosis (DVT). Kondisi tersebut sebaiknya tidak disepelekan, karena termasuk kondisi yang serius. Jika hal tersebut terjadi, dokter dapat merekomendasikan beberapa pengobatan terkait gangguan tersebut, yaitu:

  1. Obat

Dokter kamu mungkin akan menyuntikkan obat kortikosteroid, seperti kortison, ke lutut kamu untuk mengurangi terjadinya peradangan. Hal ini bisa menghilangkan rasa sakit, tetapi tidak selalu mencegah kambuhnya kista.

Pengobatan lainnya yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi peradangan adalah dengan mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid yang dijual bebas seperti ibuprofen (Motrin, Advil, dan lainnya).

  1. Terapi Fisik

Pengobatan yang dapat kamu lakukan untuk kista baker adalah dengan melakukan terapi fisik. Jika kista baker dapat menyebabkan ketidaknyamanan, kamu dapat melakukan kompres dingin ke area yang mengalami gangguan tersebut.

Hal tersebut dapat menurunkan pembengkakan yang terjadi, serta mengurangi rasa sakit yang terjadi. Latihan rentang gerak dan penguatan pada otot-otot di sekitar lutut juga dapat membantu kamu untuk mengurangi gejala dan mempertahankan fungsi lutut.

  1. Drainase Cairan

Pengobatan lainnya yang mungkin dilakukan oleh dokter adalah mengalirkan cairan dari sendi lutut dengan menggunakan jarum. Hal ini disebut dengan aspirasi jarum dan sering dilakukan dengan pemeriksaan USG.

Jika memungkinkan, dokter akan mengobati penyebab kista yang mendasarinya. Jika dokter kamu menentukan bahwa robekan tulang rawan menyebabkan kelebihan produksi cairan sinovial, operasi untuk mengangkat atau memperbaiki tulang rawan yang robek mungkin dilakukan.

Baca juga: Ini 8 Jenis Kista yang Perlu Diketahui

Itulah beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk kista baker. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter dapat dengan mudah dilakukan melalui Chat atau  Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Ayo, download aplikasi Halodoc di smartphone kamu sekarang!