3 Tahapan Pengobatan Hernia Diafragma yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
3 Tahapan Pengobatan Hernia Diafragma yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Hernia diafragma adalah sebuah gangguan yang terjadi pada otot yang memisahkan isi dada dari perut (diafragma). Gangguan tersebut menyebabkan bagian ini tidak terbentuk dengan normal, sehingga menyebabkan munculnya lubang.

Umumnya, gangguan ini terjadi pada awal kehamilan, yaitu sekitar minggu ke-enam hingga ke-delapan. Lubang tersebut dapat terbentuk pada kedua sisi, walaupun umumnya terjadi pada sisi kiri. Gangguan ini disebut juga dengan Bochdalek hernia.

Hernia diafragma yang terjadi dapat menyebabkan usus pada tubuh pindah ke dada, sehingga menekan paru-paru. Gangguan ini terbilang sangat jarang terjadi, dengan perbandingan satu berbanding 2.500 bayi. Hernia diafragma lebih umum terjadi pada bayi laki-laki dibandingkan perempuan. Gangguan tersebut juga dapat berhubungan dengan masalah lainnya.

Baca juga: 5 Pemeriksaan Penunjang untuk Diagnosis Hernia Diafragma

Gejala dan Diagnosis Hernia Diafragma

Gejala utama dari gangguan pada diafragma tersebut adalah terjadinya masalah pada pernapasan. Gejala-gejala dapat muncul karena organ paru-paru yang tidak berkembang dengan sempurna. Berikut adalah beberapa gejala yang dapat timbul:

  • Pernapasan cepat.

  • Kulit menjadi biru.

  • Detak jantung yang cepat.

  • Tidak adanya bunyi napas.

  • Bunyi usus di daerah dada.

Umumnya, hernia diafragma dapat dideteksi sejak masih di dalam kandungan dengan pemeriksaan USG. Pemeriksaan tersebut akan dilakukan oleh dokter untuk melihat apakah ada kelainan pada diafragma janin.

Untuk lebih memastikan diagnosisnya, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan dengan metode lainnya. Beberapa metode yang mungkin dilakukan adalah foto rontgen dada, CT scan, dan MRI.

Baca juga: Cari Tahu 4 Gejala Hernia Berdasarkan Jenisnya

Inilah Tahapan Pengobatan Hernia Diafragma

Gangguan ini umumnya dapat teridentifikasi sejak bayi di dalam rahim dan tindakan operasi baru dapat dilakukan ketika bayi sudah lahir. Beberapa faktor yang dipertimbangkan sebelum operasi dilakukan adalah riwayat kesehatan dan tingkat keparahan gangguan.

Berikut adalah beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk pengobatan hernia diafragma:

  1. Perawatan Intensif Neonatal

Tahapan pertama pengobatan hernia diafragma sebelum dilakukannya operasi adalah perawatan di unit perawatan intensif neonatal. Perawatan tersebut berfungsi untuk menstabilkan kondisi bayi tersebut. Pada tahap ini, bayi akan dibantu dengan alat pernapasan supaya siap menjalani operasi.

  1. Perawatan dengan ECMO

Bayi yang mengidap gangguan pada paru-paru tersebut, umumnya berada dalam kondisi yang sangat lemah. Karena hal tersebut, bayi tersebut harus menjalani perawatan dengan bantuan mesin pengganti jantung dan paru-paru (ECMO).

Mesin tersebut dapat membantu organ-organ penting pada bayi tersebut untuk menyalurkan oksigen ke dalam aliran darah dan memompanya ke seluruh tubuh. Alat tersebut akan terus digunakan hingga kondisi bayi tersebut lebih stabil.

  1. Operasi

Setelah semua perawatan tersebut dilakukan dan bayi sudah lebih stabil, operasi akan dijalankan. Organ-organ yang naik ke rongga dada akan dikembalikan ke tempat semula, yaitu di rongga perut. Setelah itu, lubang diafragma yang bolong akan ditambal. Operasi tersebut paling baik dilakukan 48 hingga 72 jam setelah kelahiran.

Setelah semua hal tersebut dilakukan, bayi tetap harus mendapatkan perawatan karena paru-parunya masih dalam tahap perkembangan. Setelah bayi tersebut sudah stabil dan tidak membutuhkan alat bantu lagi, bayi tersebut akan diperbolehkan pulang.

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui Tentang Penyakit Hernia

Itulah tahapan pengobatan diafragma yang umumnya dilakukan. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter dapat dengan mudah dilakukan melalui Chat atau  Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Ayo, download aplikasi Halodoc di smartphone kamu sekarang!