06 December 2018

4 Cara Mencegah Penyakit Parkinson Secara Alami

4 Cara Mencegah Penyakit Parkinson Secara Alami

Halodoc, Jakarta - Dari berbagai macam penyakit degeneratif yang bisa menyerang, penyakit parkinson sering kali memburuk dan semakin mengganggu karena terjadi dalam jangka panjang. Pendek kata, makin tua usia seseorang, maka makin rentan dirinya mengidap parkinson.

Kata ahli, penyakit parkinson merupakan penyakit penurunan fungsi saraf progresif yang menyebabkan ketidakmampuan gerak. Dalam kebanyakan kasus, hal ini terjadi pada orang di atas 60 tahun. Akan tetapi, bukan berarti parkinson tak bisa terjadi pada orang yang berusia lebih muda, lho.

Penyakit ini merupakan degenerasi sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah. Di bagian ini terdapat fungsi yang mengatur pergerakan tubuh. Bagaimana dengan gejalanya? Kebanyakan gejala yang muncul berupa tremor atau gemetaran. Namun, gejala awal dari penyakit ini cenderung sulit dikenali. Oleh sebab itu, beberapa orang terkadang tak sadar tengah mengidap penyakit ini.

Selain tremor dan gemetar, penyakit ini juga bisa memunculkan gejala, seperti rasa lemah atau kaku di sebagian tubuh, pergerakan menjadi lambat, hingga berkurangnya keseimbangan dan juga koordinasi tubuh.

Awasi Penyebabnya

Di bagian otak tengah ada bagian yang namanya substantia nigra. Fungsi substantia nigra ini mengirim pesan ke berbagai saraf di tulang belakang yang fungsinya mengendalikan otot-otot tubuh. Pesan ini akan dikirim dari sel otak ke saraf dan otot lewat senyawa kimia yang disebut neurotransmitter. Nah, salah satu neurotransmitter utama yang dihasilkan oleh substantia nigra adalah dopamine.

Kata ahli, dopamine amat berpengaruh terhadap pengaturan gerakan dari tubuh. Singkatnya, bila kadar dopamine menurun maka bisa menyebabkan aktivitas otak akan terganggu. Nah, inilah yang menyebabkan munculnya tanda-tanda dari gejala penyakit parkinson.

Dengan kata lain, turunnya dopamine merupakan biang keladi dari munculnya parkinson. Lantas, apa sih yang membuat turunnya kadar dopamine dalam tubuh? Sayangnya, sampai saat ini pun penyebab menurunnya hormon yang satu ini masih belum diketahui. Namun, para ahli menduga ada beberapa faktor yang bisa memicunya. Misalnya, faktor gen alias keturunan dan lingkungan.

Mulai dari Seni hingga Bahan Kimia

Meski penyebab pasti dari penyakit parkinson belum diketahui, tapi bukan berarti kita tak bisa mencegah penyakit ini. Sebab, ada kok beberapa cara sederhana guna mencegah penyakit ini. Nah, berikut penjelasannya.

1. Aktivitas Seni

Kegiatan seni di sini, antara lain menggambar, membuat aneka kerajinan tangan, mozaik, menguntai manik-manik, dan kegiatan seni lainnya. Menurut dokter spesialis saraf, seni bisa membuat koordinasi otak dengan otot jadi lebih baik. Menariknya, secara enggak langsung kegiatan di atas juga bisa memberikan perasaan lebih bahagia.

Nah, hal itulah yang bisa mencegah ataupun memperbaiki penyakit parkinson. Kata ahli di atas, seni bisa membuat orang lebih baik dalam menjalankan complex planning yang sulit dilakukan oleh penyandang parkinson. Complex planning sendiri merupakan perencanaan yang dibuat otak sebelum melakukan sesuatu yang berurutan.

2. Kafein

Oleh karena penyebab dari penyakit ini belum diketahui pasti, sehingga cara yang terbukti ampuh untuk mencegahnya pun juga belum ditemukan. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa kafein yang ada dalam kopi, teh, dan kola, dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit parkinson. Namun yang perlu diingat, jangan berlebihan ketika mengasup minuman ini.

3. Aerobik

Menurut beberapa penelitian, berolahraga aerobik secara rutin juga dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit parkinson. Selain itu, olahraga ini juga bisa mengatasi gejala parkinson, seperti otot yang kaku, melambatnya gerakan, ataupun gangguan postur dan keseimbangan.

4. Pola Hidup - Kimia

Menurut riset ahli dari Baylor College of Medicine, Houston, Amerika Serikat, tips sederhana di bawah ini bermanfaat untuk mencegah penyakit parkinson:

  • Tingkatkan konsumsi sayuran dan buah yang mengandung antioksidan. Misalnya, raspberry, blueberry, kiwi, serta sayuran dan buah-buahan lainnya.

  • Konsumsi teh hijau, kandungan polifenol di dalamnya terbukti mampu mengurangi senyawa beracun yang bisa mengganggu fungsi sel-sel saraf otak.

  • Terapkan pola hidup sehat dengan konsumsi gizi seimbang.

  • Berolahraga dan aktivitas secara rutin.

  • Hindari paparan senyawa paraquat yang banyak terkandung di dalam pestisida dan herbisida.

Punya keluhan kesehatan atau mengalami gejala-gejala di atas? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: