07 November 2018

4 Fakta tentang Rabies pada Manusia

4 Fakta tentang Rabies pada Manusia

Halodoc, Jakarta - Penyakit rabies atau yang biasa dikenal “anjing gila” diperkirakan telah hadir sejak 400 tahun lalu. Penyakit yang disebabkan oleh virus amat mematikan, sebab infeksi yang ditimbulkan bisa menyerang otak dan sistem saraf. Nah, berikut fakta-fakta penting mengenai penyakit anjing gila:

1. Lewat Air Liur dan Gigitan

Menurut UN News Centre, rabies yang ditularkan melalui anjing menempati 99 persen kasus rabies manusia. Setidaknya diperkirakan 59.000 orang meninggal tiap tahunnya karena penyakit ini.

Penyakit ini disebabkan oleh virus lyssaviruses yang ditularkan ke manusia dari hewan yang telah terjangkit penyakit ini. Cara penularan penyakit ini bisa melalui air liur yang masuk ke tubuh manusia melalui gigitan. Enggak cuma itu, penyakit ini juga bisa ditularkan melalui cakaran jika sebelumnya hewan rabies tersebut menjilati kuku-kukunya. Selain itu, dalam beberapa kasus, ada juga seseorang yang terjangkit rabies karena luka ditubuhnya terjilat oleh hewan yang terinfeksi rabies.

Nah, ketika seseorang sudah terjangkit rabies, penyakit ini pun bisa menular dari manusia ke manusia. Namun, hingga saat ini yang terbukti adalah penularan melalui transplantasi atau pencangkokan organ.

2. Menyebar ke Organ Lain

Sama halnya dengan penyakit yang disebabkan oleh virus lainnya, waktu virus rabies untuk berinkubasi sangat bervariasi. Namun, menurut ahli virus ini biasanya bisa berinkubasi antara dua minggu sampai tiga bulan. Selain itu, meski jarang terjadi, dalam beberapa kasus inkubasi virus ini juga bisa terjadi dalam waktu empat hari. Nah, masa inkubasi sendiri merupakan jarak waktu ketika virus pertama kali masuk ke tubuh hingga gejala muncul.

Nah, setelah masuk ke dalam tubuh lewat gigitan hewan yang terinfeksi, virus ini akan berkembang biak di dalam tubuh yang diinangnya. Tahap berikutnya, virus akan menuju ujung saraf dan berlanjut ke saraf tulang belakang, hingga otak dengan perkembangbiakkan yang terjadi sangat cepat. Enggak terhenti sampai di situ, virus ini pun bisa menyebar ke paru-paru, ginjal, hati, kelenjar air liur, dan organ-organ lainnya. Tuh, ngeri kan?

3. Demam Tinggi hingga Kematian

Lalu, bagaimana dengan gejalanya? Kata ahli, pada manusia gejala penyakit ini ditandai dengan demam tinggi, perubahan perilaku menjadi agresif, gatal di bagian yang terinfeksi, dan takut terhadap air atau hidrofobia. Sedangkan hewan yang terinfeksi penyakit ini, gejalanya hampir sama dengan manusia, tapi tanpa hidrofobia. Nah, yang perlu diketahui, baik manusia ataupun hewan bisa mengalami kematian bila gejala rabies sudah memasuki fase akhir.

4. Rabies dalam Angka

Menurut data dari Center of Disease Control and Prevention, National Center For Biotechnology Information, Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan dan World Health Organization, setidaknya 150 negara di dunia telah terjangkit rabies. Kata ahli, 80 persen di antaranya terjadi di wilayah pedesaan. Bagaimana dengan lokasi kematian terbanyak?

Jangan kaget, ternyata 95 persen kematian akibat penyakit anjing gila terjadi di Afrika dan Asia. Fakta selanjutnya adalah satu kematian per 9 menit akibat penyakit ini. Dari total per tahunnya, kira-kira 50.000-70.000 angka kematian yang disebabkan oleh penyakit. Mirisnya, dari total seluruh pengidap penyakit anjing gila ini, 40 persen korbannya adalah anak-anak berusia di bawah 15 tahun.

Punya keluhan kesehatan atau ingin tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter di aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai masalah tersebut. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: