Inilah 4 Fase Menstruasi pada Wanita

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Inilah 4 Fase Menstruasi pada Wanita

Halodoc, Jakarta - Memasuki masa pubertas, ada banyak perubahan yang dirasakan oleh anak perempuan. Mulai dari membesarnya payudara hingga menstruasi, semuanya terjadi secara alami dan menjadi tanda bahwa tubuhnya siap untuk menjalankan fungsi reproduksi.

Menstruasi adalah fase yang dapat membuat anak perempuan agak merasa kebingungan. Ia mungkin merasa kaget karena ada darah yang keluar dari vagina mereka. Menstruasi atau haid, yang disebut juga datang bulan ini terjadi akibat meluruhnya dinding rahim yang disertai pelepasan endometrium Supaya lebih paham, simak ulasan di bawah ini mengenai fase-fase yang akan terjadi saat wanita menstruasi, yaitu:

Baca juga: 5 Cara Melancarkan Menstruasi 

Fase Menstruasi pada Wanita

Saat menstruasi, tidak serta merta darah langsung keluar. Padahal penting juga untuk mengetahui fase dari menstruasi wanita agar mereka lebih mengenal tubuh mereka sendiri. Nah, begini fasenya: 

  • Fase Menstruasi. Pada fase ini, lapisan dinding dalam rahim yang mengandung darah, sel-sel dinding rahim, dan lendir atau dikenal dengan endometrium meluruh dan keluar melalui vagina. Proses ini dimulai sejak hari pertama siklus menstruasi dimulai dan bisa berlangsung dari selama 4 hingga 6 hari. Pada tahapan ini, biasanya wanita merasakan beberapa gejala, seperti nyeri perut bawah dan punggung akibat rahim berkontraksi untuk membantu meluruhkan endometrium.

  • Fase Folikular. Tahapan ini terjadi sejak hari pertama menstruasi sampai memasuki fase ovulasi. Di tahapan ini, ovarium memproduksi folikel yang berisi sel ovum atau sel telur. Pertumbuhan folikel ovarium kemudian menyebabkan endometrium makin tebal. Fase ini terjadi pada hari ke-10 dari 28 hari dalam sebuah siklus menstruasi. Umumnya, lama waktu yang dihabiskan pada tahapan ini akan menentukan berapa lama siklus menstruasi seorang wanita nantinya akan berlangsung. 

Baca juga: Absen Sebulan, Ini Tanda Menstruasi Tidak Normal

  • Fase Ovulasi. Pada fase ini, sel telur dilepaskan untuk siap dibuahi oleh sperma. Sel telur yang telah matang bergerak ke tuba fallopi dan menempel di dinding rahim. Sel telur ini umumnya hanya bertahan selama 24 jam saja. Apabila tidak ada serma yang masuk untuk membuahinya, sel telur akan mati. Namun, jika sel telur bertemu dengan sperma dan sudah dibuahi, kehamilan bisa terjadi. Fase ovulasi ini menandai masa subur wanita dan biasanya terjadi sekitar dua minggu sebelum siklus menstruasi berikutnya dimulai. Jadi, jika kamu dan pasangan ingin merencanakan kehamilan, ini merupakan fase yang tepat untuk melakukan pembuahan.

  • Fase Luteal. Setelah fase ovulasi, folikel yang telah pecah mengeluarkan sel telur akan membentuk korpus luteum, yang memicu peningkatan hormon progesteron untuk mempertebal lapisan dinding rahim. Fase ini dikenal dengan fase pramenstruasi yang ditandai dengan gejala, seperti payudara membesar, muncul jerawat, badan terasa lemas, menjadi mudah marah atau emosional.

Empat fase menstruasi ini terus berputar, hingga seorang wanita mengalami menopause di usia 50 hingga 60 tahunan kelak.

Baca juga: Begini Siklus Menstruasi Menjelang Menopause

Mengenal Tanda Tidak Normal Selama Menstruasi

Saat menstruasi, mungkin seorang wanita juga merasakan gejala yang tidak normal. Penting untuk memeriksakan diri ke dokter saat gejala ini muncul demi mencegah kemungkinan penyakit. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter yang lebih mudah. Nah, beberapa gejala tidak normal selama menstruasi antara lain: 

  • Siklus haid bisa kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari;

  • Lama menstruasi bisa melebihi 8-10 hari;

  • Terdapat gumpalan darah dengan diameter lebih dari 2,5 cm;

  • Tidak mengalami menstruasi selama beberapa bulan yang bukan karena kehamilan.

Umumnya, durasi siklus menstruasi adalah 28 hari, dan menstruasi yang normal berlangsung dari 4 hingga 6 hari. Selalu perhatikan siklus menstruasi setiap bulannya agar tetap lancar.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Menstrual cycle: What's normal, what's not.
Web MD. Diakses pada 2019. Menstrual Period.
Kids Health. Diakses pada 2019. All About Periods (for Teens).