27 March 2019

Inilah 4 Gejala BPD Borderline Personality Disorder yang Mesti Diwaspadai

Inilah 4 Gejala BPD Borderline Personality Disorder yang Mesti Diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Borderline personality disorder (BPD) merupakan salah satu gangguan mental yang banyak ditemui di kalangan remaja. Kondisi ini juga dikenal dengan gangguan kepribadian ambang batas. Umumnya, BPD sering ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat mudah berubah-ubah. Tak jarang, perubahan suasana hati tersebut juga berdampak pada citra diri yang senantiasa berubah-ubah pula. Gangguan ini sering membuat pengidapnya melakukan hal-hal yang impulsif.

Baca juga: 5 Tanda Gangguan Kepribadian, Hati-Hati Terkena Salah Satunya

Gangguan ini umumnya muncul pada periode menjelang usia atau saat remaja dan bertahan hingga usia dewasa. Gejala yang muncul biasanya ditandai dengan tanda-tanda yang ringan, namun seiring berjalannya waktu hal itu bisa menjadi lebih berat dari yang bisa dibayangkan. Ada berbagai gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit ini, di antaranya:

1. Mood Tidak Stabil

Mulanya, remaja dengan BPD akan menunjukkan gejala berupa kondisi mood alias suasana hati yang tidak stabil. Terkadang, kondisi ini bisa bertahan beberapa jam atau hingga waktu yang cukup panjang. Perubahan mood sering membuat pengidapnya, seperti merasa hampa atau kosong dan kesulitan untuk mengendalikan amarah.

2. Gangguan pada Pola Pikir

Selanjutnya, gejala yang akan terjadi adalah gangguan pola pikir dan persepsi, seperti tiba-tiba merasa dirinya sangat buruk hingga tidak pantas hidup. Pengidapnya juga sering dipenuhi rasa takut diabaikan dan memicu ia melakukan hal-hal yang tidak wajar dan bersifat impulsif. Berita buruknya, perilaku ini ternyata bisa membahayakan diri sendiri, sebab tindakan yang dilakukan bisa sangat ceroboh, tidak bertanggung jawab, dan bahkan melukai diri sendiri.

Baca juga: 4 Gangguan Mental yang Terjadi Tanpa Disadari

3. Bertindak Impulsif

Orang yang mengalami kondisi ini cenderung memiliki cara berpikir, cara pandang, serta perasaan yang berbeda dibanding orang lain. Tak hanya itu, borderline personality disorder juga bisa membuat pengidapnya bertindak secara impulsif. Kondisi ini tak jarang mengakibatkan timbulnya masalah dalam menjalankan kehidupan sehari-hari serta dapat mengganggu dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

4. Hubungan Sosial yang Tidak Stabil

Masalah juga bisa muncul di tengah pertemanan dan pergaulan orang yang memiliki gangguan mental yang satu ini. Orang dengan BPD bisa menjalin hubungan yang intens, namun tidak stabil.

Faktor Risiko Borderline Personality Disorder

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang remaja bisa mengalami gangguan ini. Salah satunya adalah faktor genetik alias keturunan. Ada sejumlah penelitian yang menyebut bahwa faktor genetik bisa menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami gangguan ini. Sebab, ada kemungkinan gangguan kepribadian bisa diturunkan secara genetik.

Kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan sekitar sekaligus menjadi penyebab paling kuat seseorang mengalami gangguan kepribadian. Pada borderline personality disorder, faktor lingkungan yang negatif sering dicurigai sebagai pemicu remaja mengalami gangguan ini. Misalnya, merasa tidak diterima di lingkungan pertemanan, pernah mengalami pelecehan atau penyiksaan semasa kecil, hingga pernah diabaikan atau dicampakkan oleh orang terdekat, misalnya orangtua dan keluarga.

Pada beberapa penelitian, pengidap BPD disebut mengalami perubahan struktur dan fungsi otak, terutama pada area yang mengatur impuls dan emosi. Tak hanya itu, gangguan kepribadian ambang batas ini juga menyebabkan terjadinya kelainan fungsi pada otak, yaitu ditemukannya kelainan fungsi dari zat kimia otak atau neurotransmitter yang berperan dalam mengatur emosi.  

Baca juga: Karakter yang Bikin Dijauhi Banyak Orang

Punya faktor risiko dan gejala gangguan tersebut? Jangan ragu untuk menanyakannya ke dokter di aplikasi Halodoc. Sampaikan keluhan seputar kondisi mental atau gangguan kesehatan lain melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips dan informasi lengkap dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!