29 June 2018

4 Kondisi yang Membuat Ibu Hamil Harus Bed Rest

kondisi kesehatan ibu hamil, kondisi yang membuat ibu hami harus bed rest, kondisi kehamilan, menjaga kesehatan ibu hamil, tips kesehatan ibu hamil, penyebab ibu hamil harus bed rest

Halodoc, Jakarta – Perubahan hormon, mood, dan fisik memberikan dampak yang besar pada ibu hamil. Tidak jarang, kondisi tertentu membuat ibu hamil harus bed rest. Peka terhadap kondisi kesehatan dapat menjadi salah satu cara untuk ibu hamil lebih awas terhadap kehamilannya. Namun, seringkali ibu hamil menolak bed rest dengan alasan bosan, sehingga memaksakan diri untuk melakukan aktivitas. Berikut adalah kondisi yang membuat ibu hamil harus bed rest.

  1. Tekanan Darah Tinggi

Ketika kondisi kesehatan ibu hamil menunjukkan kalau sedang mengalami peningkatan  tekanan darah, untuk itu ibu hamil sangat disarankan untuk bed rest. Pasalnya, kondisi tekanan darah tinggi sangat berisiko terhadap kehamilan, mulai dari bayi terlahir prematur, mengurangi suplai darah ke plasenta, sampai janin meninggal saat masih berada dalam kandungan. Dengan bed rest, ibu hamil dapat mengembalikan tekanan darah dalam kondisi yang normal. Baca juga: Bumil, Ini Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Bed Rest

  1. Pertumbuhan Janin Terhambat

Ketika dalam pemeriksaan ditemukan bahwa pertumbuhan janin terhambat, itu artinya sudah saatnya ibu hamil bed rest. Untuk alasan yang umum, biasanya kondisi pertumbuhan janin terhambat bisa dikarenakan ibu hamil kurang istirahat atau pun tidak mengonsumsi makanan yang sehat dan sesuai dengan yang dianjurkan untuk dimakan saat sedang hamil. Memang, ketika hamil seringkali ibu hamil tidak selera makan, tapi tetap harus dipaksa makan demi kesehatan ibu dan janin dalam kandungan.

  1. Kehamilan Kembar

Pada kehamilan kembar ibu hamil membutuhkan dua kali energi lebih banyak. Kehamilan kembar cukup berisiko, sehingga perlu ada perawatan dan perhatian yang lebih intensif. Sejatinya, bed rest sangat dibutuhkan karena dapat mengembalikan stamina ibu hamil, mengurangi stres, menurunkan tekanan darah, meningkatkan aliran darah ke plasenta, dan membantu meningkatkan berat badan janin dalam kandungan. Tidak hanya bed rest, ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan lebih sering terkait dengan kehamilan kembarnya. Baca juga: 5 Hal yang Sering Dikhawatirkan Ibu Hamil dan Solusinya

  1. Perdarahan

Kondisi perdarahan adalah sebuah situasi ketika ibu hamil membutuhkan bed rest. Tidak selamanya perdarahan pada masa kehamilan menjadi suatu tanda yang berbahaya. Setelah melakukan pemeriksaan dan dokter memberikan tindakan medis dan menyarankan untuk ibu hamil bed rest, maka itu artinya ibu hamil harus beristirahat total.

Seringkali ketika bed rest, timbul perasaan bersalah pada ibu hamil karena hanya tidur dan duduk diam tanpa melakukan apa-apa. Ibu hamil harus menyingkirkan perasaan tidak berguna dan bersalah tersebut. Karena selain kesehatan fisik, kesehatan psikis juga perlu dijaga. Jangan sampai emosi-emosi negatif yang muncul saat bed rest malah memberikan dampak tidak baik pada kesehatan. Baca juga: Tips Bagi Para Suami Hadapi Mood Swing Ibu Hamil

Selain itu, saat melakukan bed rest ada baiknya ibu hamil berganti posisi supaya tidak tertahan di satu posisi saja yang memberikan penekanan fisik pada tempat yang itu-itu saja. Mengonsumsi sayuran berwarna hijau pekat seperti bayam, kangkung, atau daun singkong sangat membantu meningkatkan stamina dan kesehatan ibu hamil. Pemenuhan Vitamin C yang tepat juga jangan diluputkan. Selain itu, pemenuhan zat besi dan asupan cairan yang tidak boleh juga ditinggalkan. Baca juga: 5 Cara Mengatasi Diare saat Hamil

Kalau ibu hamil ingin tahu lebih banyak mengenai cara menjaga kondisi kesehatan ibu hamil, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.