04 October 2017

5 Aturan Berhubungan Intim yang Aman Saat Hamil

5 Aturan Berhubungan Intim yang Aman Saat Hamil

Halodoc, Jakarta - Bagi kebanyakan wanita, berhubungan intim saat hamil mungkin dirasa mengkhawatirkan. Sebenarnya berhubungan intim saat hamil boleh saja dilakukan sejauh pasangan atau kedua belah pihak masih nyaman dalam melakukan hal tersebut. Namun, bagaimana pengaruhnya terhadap janin yang dikandung?.

Pada dasarnya hubungan intim tidak akan membahayakan  janin. Sebab banyak proteksi natural dari tubuh sang ibu dapat membantu melindungi bayi, seperti: cairan ketuban, otot-otot dalam rahim, serta lendir tebal yang menutupi leher rahim. Akan tetapi, berhubungan intim saat hamil tetap memiliki aturan tertentu. Berikut ini adalah 5 aturan berhubungan intim saat hamil yang aman:

1.  Kandungan Sehat
Aturan berhubungan intim saat hamil yang pertama sudah pasti kandungan harus sehat. Yang dimaksud dengan kandungan sehat adalah kehamilan yang berlangsung normal, tanpa adanya gangguan atau penyakit. Gangguan ini bisa berupa mulut rahim terbuka, ketuban pecah, infeksi dan lain sebagainya.

2.  Lakukan Setelah Trimester Pertama
Berdasarkan pernyataan beberapa ahli, sperma mengandung senyawa prostaglandin yang dapat menyebabkan rasa mulas. Oleh karenanya, wanita hamil yang usia kandungannya masih sangat muda tidak disarankan berhubungan intim terlebih dahulu demi menghindari kontraksi dan keguguran. Selain itu, kondisi istri akan sering mengalami mual dan muntah. Bila kondisinya seperti ini, biasanya dorongan gairahpun akan ikut menurun. Lalu, berhubungan intim saat hamil trimester pertama juga masa rawan bagi kandungan karena janin dan ari-arinya belum terbentuk dengan sempurna.

(Baca juga: Tips Berhubungan Intim Sesuai Trimester Kehamilan)


3.  Tidak Memiliki Riwayat Perdarahan
Ketiga, pastikan kamu tidak memiliki riwayat pendarahan selama hamil, serta tidak mengalami plasenta previa. Plasenta previa adalah posisi perlekatan plasenta atau ari-ari yang berada di bagian bawah rahim, baik sebagian ataupun keseluruhan sehingga berpotensi menutupi jalan lahir.  Kondisi ini juga berisiko menimbulkan pendarahan saat hamil, terutama saat mendekati waktu persalinan.

Jadi, hindari berhubungan intim saat hamil jika kamu pernah mengalami kedua hal di atas. Sebab dalam kondisi ini, berhubungan intim saat hamil dapat meningkatkan risiko pendarahan yang pada akhirnya membahayakan ibu dan janin.

4.  Perhatikan Posisi Hubungan Intim
Memasuki trimester kedua, perut ibu hamil otomatis mulai membesar. Untuk itu, cermati posisi saat berhubungan agar tetap merasa nyaman. Hindari posisi telentang karena posisi ini dapat menekan perut dan menyebabkan penekanan pada pembuluh darah di daerah perut. Adapun posisi berhubungan intim saat hamil tua yang disarankan adalah posisi miring (spoon position), duduk (sitting dog), atau wanita di atas (woman on top).

(Baca juga: 5 Posisi Aman Berhubungan Intim Saat Hamil)

5.  Jangan di 4 Minggu Sebelum Kelahiran
Seperti di trimester pertama, berhubungan intim saat hamil harus dihindari dalam empat minggu terakhir sebelum kelahiran. Berhubungan intim saat usia kehamilan tersebut berpotensi menyebabkan persalinan prematur.

Itulah kelima aturan berhubungan intim saat hamil yang patut menjadi pertimbanganmu agar kondisi baik ibu dan bayi dalam kandungan terus aman dan sehat. Ada baiknya juga untuk mendiskusikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter yang sekarang bisa kamu lakukan secara online melalui aplikasi Halodoc. Bersama aplikasi Halodoc, nikmati 2 fitur andalannya yakni Contact Doctor dan Pharmacy Delivery yang memudahkan segala keperluan medismu selama hamil. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di Google Play dan App Store smartphone mu!

(Baca juga: Berhubungan Intim yang Ideal Itu Berapa Kali Seminggu Sih?)