15 November 2018

5 Cara Ampuh Atasi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

kelenjar getah bening bengkak, mengatasi bengkak kelenjar getah bening

Halodoc, Jakarta - Kelenjar getah bening merupakan salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membantu tubuh menyingkirkan bakteri atau virus. Kelenjar ini juga bekerja dalam menyediakan sel darah putih untuk melawan bakteri atau virus tersebut. Pembengkakan yang terjadi biasanya dikarenakan adanya infeksi atau penyakit lain yang berada di dekat kelenjar getah bening.

Kelenjar ini juga dikenal dengan istilah kelenjar limfa. Kelenjar ini bertugas untuk menyaring cairan limfa (getah bening) yang beredar di seluruh tubuh melalui pembuluh limfa. Cara kerja kelenjar ini mirip dengan darah yang mengalir di dalam tubuh melalui pembuluh darah. Ada sekitar 600 kelenjar getah bening yang tersebar di dalam tubuh. Selain itu, kelenjar ini bisa dirasakan atau diraba di bawah kulit dengan menggunakan tangan.

Pembengkakan kelenjar getah bening bisa terjadi di belakang daun telinga, di bagian bawah rahang, di salah satu pangkal paha, di ketiak (di bawah lengan atas), di atas tulang selangkangan, dan di salah satu sisi leher. Pembengkakan ini mempunyai ciri benjolan sebesar kacang yang terletak di bawah kulit, berwarna kemerahan, terasa nyeri saat disentuh, dan terasa hangat saat disentuh.

Ukuran kelenjar ini berbeda-beda, mulai dari yang terkecil hingga yang paling besar, yaitu sebesar kacang merah. Kelenjar ini merupakan bagian dari salah satu sistem imun, khususnya sistem limfatik. Hal ini dikarenakan, kelenjar ini mengandung sel-sel darah putih dan antibodi.

Meningkatnya jumlah sel imun dalam kelenjar limfa inilah yang menyebabkan pembesaran atau pembengkakan. Maka dari itu, kelenjar limfa atau getah bening yang membengkak pasti menandakan adanya suatu infeksi atau penyakit. Gejala awal yang dapat dirasakan ketika kelenjar ini mulai membengkak, antara lain:

  1. Kelenjar yang membengkak sangat besar, biasanya tampak menonjol sebesar kacang merah.

  2. Kelenjar akan terasa nyeri saat disentuh.

  3. Area kelenjar yang membengkak jadi lebih peka. Misalnya pada area leher jadi terasa tidak nyaman saat digerakkan.

Nah, di atas merupakan gejala-gejala awal pembengkakan kelenjar getah bening. Pengidap kondisi ini mungkin akan merasakan serangkaian gejala lain. Gejala selanjutnya biasanya tergantung pada infeksi atau penyakit yang menyebabkan pembengkakan itu terjadi. Berikut ini merupakan gejala-gejala umum dari pembengkakan kelenjar getah bening, antara lain:

  1. Badan lemas.

  2. Pilek.

  3. Batuk.

  4. Badan terasa menggigil dan berkeringat, terutama pada malam hari.

  5. Demam.

  6. Radang tenggorokan.

  7. Kulit memerah, membengkak, dan terasa hangat.

Kamu bisa mempraktekkan beberapa hal di bawah ini untuk mengatasi pembengkakan dari kelenjar getah bening:

  1. Hindari pemberian aspirin pada anak karena risiko akan mengidap Reye’s syndrome. Reye’s syndrome merupakan suatu kondisi serius yang dapat menyebabkan pembengkakan pada organ hati dan otak.

  2. Pada saat terjadi pembengkakan, coba gunakan penawar rasa sakit seperti ibuprofen atau nonsteroidal anti-inflammatory.

  3. Berkumurlah dengan air garam. Hal ini dilakukan jika pembengkakan kelenjar terjadi pada area leher, telinga, kepala atau rahang. Caranya dengan melarutkan garam dengan air hangat. Gunakan air tersebut untuk berkumur selama 10-20 detik, kemudian buang airnya. Lakukan hal tersebut sebanyak 3-5 kali.

  4. Kompres area yang mengalami pembengkakan dengan kain atau handuk kecil yang telah dibasahi dengan air hangat.

Kamu bisa berdiskusi langsung apabila menemukan salah satu gejala pembengkakan kelenjar pada dirimu. Dengan aplikasi Halodoc kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli kapan dan di mana pun melalui Chat atau Voice/Video Call. Kamu juga dapat membeli obat yang sedang kamu butuhkan dan pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!

Baca juga: