5 Cara Ampuh Atasi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
7 Cara Ampuh Atasi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Halodoc, Jakarta - Coba tebak, sepenting apa peran kelenjar getah bening bagi tubuh? Kelenjar getah bening memegang peran penting dalam sistem imun. Ibarat kata, mereka sebagai “tentara” yang siap sedia untuk mengatasi berbagai infeksi. Nah, sudah kebayangkan apa jadinya bila kelenjar ini mengalami gangguan? Sayangnya, kelenjar getah bening rentan terhadap gangguan dan penyakit. Sebut saja pembengkakan kelenjar getah bening yang umum terjadi akibat infeksi virus atau bakteri.

Apakah pembengkakan itu hal yang normal, atau penyakit yang berbahaya, alias kanker? Hal yang perlu digarisbawahi, pembengkakan kelenjar getah bening enggak selalu berwujud kanker getah bening. Pertanyaannya, bagaimana cara mengatasi pembengkakan kelenjar getah bening? Ini ulasannya.

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui Tentang Kelenjar Getah Bening

Dari Istirahat Sampai Air Garam

Kelenjar getah bening ini dapat berukuran sekecil kepala peniti atau sebesar buah zaitun. Ada ratusan kelenjar ini dalam tubuh yang bisa ditemukan sendiri atau dalam kumpulan. Kelenjar yang berkumpul ini banyak terdapat pada leher, paha bagian dalam, ketiak, atau bagian belakang kepala.

Pembengkakan kelenjar getah bening yang menimbulkan rasa sakit, bisa menandai bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Umumnya rasa sakit tersebut dapat hilang dalam beberapa hari, tanpa memerlukan perawatan khusus.

Melansir dari National Institutes of Health - MedlinePlus, ada upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi pembengkakannya, yaitu:

  1. Istirahat yang cukup untuk memulihkan sistem kekebalan tubuh.

  2. Kompres area yang bengkak atau nyeri dengan kain basah yang hangat. Manfaatkan kompresan dingin bila air hangat tidak efektif untuk meredakan radang.

  3. Konsumsi obat pereda nyeri, contohnya ibuprofen, naproxen, atau acetaminophen untuk mengurangi ketidaknyamanan. Bisa juga gunakan obat antibiotik (harus dengan resep dokter), bila pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan oleh bakteri atau jamur.

  4. Hindari pemberian aspirin pada anak karena berisiko alami Reye’s syndrome. Reye’s syndrome dapat menyebabkan pembengkakan pada organ hati dan otak.

  5. Berkumurlah dengan air garam. Hal ini dilakukan jika pembengkakan kelenjar terjadi pada area leher, telinga, kepala atau rahang. Caranya dengan melarutkan garam dengan air hangat. Gunakan air tersebut untuk berkumur selama 10-20 detik, kemudian buang airnya. Lakukan hal tersebut sebanyak 3-5 kali.

Baca juga: Ini Cara Memeriksa Kelenjar Getah Bening

Awas, Bisa Menandai Penyakit Serius

Pembengkakan kelenjar getah bening umumnya dapat sembuh dalam hitungan hari tanpa perawatan khusus. Lain ceritanya bila pembengkakan ini tak kunjung membaik. Pada beberapa kasus pembengkakan kelenjar ini bisa menandai kondisi serius.

Oleh sebab itu, segeralah temui atau tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc, bila mengalami pembengkakan kelenjar getah bening yang disertai dengan gejala berikut:

  • Kelenjar getah bening tidak mengecil setelah beberapa minggu atau terus bertambah besar;

  • Warnanya merah dan lunak;

  • Membuat sulit bernapas;

  • Bertekstur keras, tidak teratur, atau tetap pada tempatnya ketika digoyangkan;

  • Mengalami demam, keringat pada malam hari, atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan;

  • Kelemahan atau mati rasa di sekitar pembengkakan.

Baca juga: Cari Tahu Penyebab Bengkaknya Kelenjar Getah Bening

Ingat, segeralah temui dokter bila mengalami kondisi di atas. Pasalnya, keluhan-keluhan di atas bisa menandai adanya kondisi yang lebih serius. Nantinya dokter melihat lebih lanjut lewat berbagai pemeriksaan untuk menentukan diagnosisnya. Ketika diagnosis sudah diketahui, maka metode pengobatannya juga bisa ditentukan.

Referensi:
NIH-MedlinePlus. Diakses pada 2019. Swollen Lymph Nodes.
Healthline. Diakses pada 2019. What Causes Adenopathy and How Is It Treated?