• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Cara Ampuh Atasi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

7 Cara Ampuh Atasi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
7 Cara Ampuh Atasi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Halodoc, Jakarta - Mau tahu sepenting apa peranan kelenjar getah bening bagi tubuh? Ternyata, kelenjar getah bening memegang peran penting dalam sistem imun. Ibarat kata, mereka sebagai “tentara” yang siap sedia untuk mengatasi berbagai infeksi. Nah, sudah bisa dibayangkan apa jadinya bila kelenjar ini mengalami gangguan? 

Sayangnya, kelenjar getah bening rentan terhadap gangguan dan penyakit. Sebut saja pembengkakan kelenjar getah bening yang umum terjadi akibat infeksi virus atau bakteri.

Apakah pembengkakan ini adalah hal yang normal, atau penyakit yang berbahaya seperti kanker? Penting untuk diketahui, pembengkakan kelenjar getah bening ternyata tidak selalu berupa kanker getah bening. Lalu, bagaimana cara mengatasi gangguan kesehatan ini? Berikut ulasannya.

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Kelenjar Getah Bening

Perawatan Mandari di Rumah

Kelenjar getah bening ini dapat berukuran sekecil kepala peniti atau sebesar buah zaitun. Ada ratusan kelenjar ini dalam tubuh yang bisa ditemukan sendiri atau dalam kumpulan. Kelenjar yang berkumpul ini banyak terdapat pada leher, paha bagian dalam, ketiak, atau bagian belakang kepala. 

Pembengkakan kelenjar getah bening yang menimbulkan rasa sakit, bisa menandai bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Umumnya, rasa sakit  tersebut biasanya hilang dalam beberapa hari, tanpa memerlukan perawatan khusus.

Meskipun begitu, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi pembengkakannya. Dilansir dari National Institutes of Health (NIH), berikut ini perawatan mandiri untuk mengatasinya, yaitu:

  1. Kompres area yang bengkak atau nyeri dengan kain basah yang hangat.
  2. Istirahat yang cukup untuk memulihkan sistem kekebalan tubuh.
  3. Manfaatkan cool pack atau kompresan dingin bila air hangat tidak efektif untuk meredakan radang. 
  4. Konsumsi obat pereda nyeri, contohnya ibuprofen, naproxen, atau acetaminophen untuk mengurangi ketidaknyamanan.
  5. Gunakan obat antibiotik (harus dengan resep dokter), bila pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan oleh bakteri atau jamur. 
  6. Hindari pemberian aspirin pada anak karena risiko akan mengidap sindrom Reye. Sindrom Reye adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan pembengkakan pada organ hati dan otak.
  7. Berkumurlah dengan air garam. Hal ini dilakukan jika pembengkakan kelenjar terjadi pada area leher, telinga, kepala atau rahang. Caranya dengan melarutkan garam dengan air hangat. Gunakan air tersebut untuk berkumur selama 10-20 detik, kemudian buang airnya. Lakukan hal tersebut sebanyak 3-5 kali.

Andaikan cara-cara di atas tak efektif, segeralah temui atau tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak menutup kemungkinan, dokter akan meresepkan obat-obatan atau vitamin untuk membantu mengatasi keluhan tersebut. Sangat praktis, bukan? 

Baca juga: Ini Cara Memeriksa Kelenjar Getah Bening

Bisa Menjadi Tanda Penyakit Serius

Pembengkakan kelenjar getah bening umumnya dapat sembuh dalam hitungan hari tanpa perawatan khusus. Lain ceritanya bila pembengkakan tak kunjung membaik. Hati-hati, pada beberapa kasus pembengkakan kelenjar ini bisa menandai kondisi serius. Beberapa tandanya, yaitu:

  • Kelenjar getah bening tidak mengecil setelah beberapa minggu atau terus bertambah besar.
  • Warnanya merah dan lunak.
  • Membuat sulit bernapas.
  • Bertekstur keras, tidak teratur, atau tetap pada tempatnya ketika digoyangkan.
  • Mengalami demam, keringat pada malam hari, atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Kelemahan atau mati rasa di sekitar pembengkakan.

Baca jugaCari Tahu Penyebab Bengkaknya Kelenjar Getah Bening

Jika kamu atau terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala-gejala di atas, segeralah periksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.

Referensi:
NIH-MedlinePlus. Diakses pada 2021. Swollen Lymph Nodes.
Healthline. Diakses pada 2021. What Causes Adenopathy and How Is It Treated?