23 October 2018

5 Cara Mengatasi Leher Kaku Alias Spondilosis Servikal

5 Cara Mengatasi Leher Kaku Alias Spondilosis Servikal

Halodoc, Jakarta - Leher kaku, atau dalam istilah medis disebut spondilosis servikal adalah penurunan fungsi tulang belakang dan sendi pada bagian leher yang ditandai dengan leher terasa kaku dan sakit. Kondisi ini sering terjadi pada lansia, karena tulang rawan servikal dan tulang belakang cenderung melemah seiring bertambahnya usia. Namun, hal ini bisa terjadi pada orang dewasa muda yang memiliki kondisi tertentu.

Meski gangguan sendi dan tulang ini bisa sembuh tanpa memerlukan tindakan medis berat seperti operasi, tentu hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman. Gejala yang menyebabkan terjadinya spondilosis servikal di antaranya:

  • Rasa sakit pada leher, tangan, lengan, bahu, dan jari.

  • Lengan tidak bertenaga.

  • Kesemutan atau mati rasa pada bagian jari, tangan , bahu, dan lengan.

Penyebab leher kaku yang paling sering terjadi adalah karena membesarnya cakram tulang, mengecil dan mengeringnya disk leher karena dehidrasi, dan perkembangan tulang yang membuat saraf dan tulang punggung cenderung mencondong. Selain lansia, spondilosis servikal lebih berisiko terjadi pada orang yang pernah mengalami cedera pada leher, atau orang yang melakukan gerakan yang sama pada leher berulang kali, seperti sopir atau guru.

Mengatasi Leher Kaku

Leher kaku sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman, meski tak berdampak langsung pada aktivitas. Namun, kondisi tersebut bisa diatasi dengan cara berikut:

  • Menggerakkan Leher

Sering-seringlah menggerakkan leher dengan gerakan melingkar agar otot-otot di sekitar leher ikut merenggang. Bisa juga dengan melakukan gerakan tengok ke samping kanan dan kiri berulang kali, menunduk dan mendongak, atau gerakan mematah. Lakukan secara rutin setiap kali leher mulai terasa kaku.

  • Memijat Perlahan

Memijat menjadi cara yang paling sering dilakukan untuk mengurangi rasa kaku pada leher. Gerakan menekan yang lembut akan mengurangi rasa tegang pada otot leher, sehingga leher akan lebih relaks. Bisa juga menggunakan bantuan minyak pijat untuk melemaskan otot-otot leher yang kaku.

  • Berendam pada Larutan Garam Mandi

Cara lain yang bisa dilakukan dengan berendam pada larutan garam mandi. Larutan ini bisa membantu melancarkan peredaran darah, melemaskan otot yang kaku, dan mengurangi stres. Tidak hanya melemaskan otot, berendam juga membantu pikiran menjadi relaks. Lakukan ini setiap kali mandi sebelum pergi tidur, karena kamu tidak harus melakukan aktivitas lainnya.

  • Menyiram dengan Air Hangat

Hidroterapi atau terapi air disinyalir mampu meringankan rasa kaku pada leher. Namun, cara ini lebih berdampak jika menggunakan shower. Atur suhu air hingga hangat suam kuku, dan pancurkan tepat pada bagian leher yang nyeri atau terasa kaku selama kurang lebih tiga hingga empat menit. Setelahnya, dinginkan suhu air dan pancurkan selama satu menit. Ulangi hingga beberapa kali.

  • Kompres Es

Selain pijat, mengompres juga menjadi cara yang sering digunakan untuk mengatasi kaku atau memar. Selain membantu melancarkan peredaran darah dan membuat otot menjadi lebih relaks, mengompres dengan batu es juga menimbulkan rasa kebas pada bagian yang kaku, sehingga bisa sedikit mengurangi rasa nyerinya.

Namun, jika leher kaku yang kamu alami tidak juga mereda setelah diatasi dengan cara di atas, sebaiknya kamu tanyakan pada dokter cara tepat untuk menanganinya. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc yang sudah tersedia dan bisa kamu download di Play Store maupun App Store. Yuk, pakai aplikasi Halodoc!

 

Baca juga: