5 Gejala DBD yang Tak Boleh Diabaikan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
5 Gejala DBD yang Tak Boleh Diabaikan

Halodoc, Jakarta - DBD alias Demam Berdarah Dengue adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue, yang dibawa oleh nyamuk. Gejalanya kerap disalahartikan sebagai gejala penyakit lainnya, membuat banyak kasus DBD yang berakhir fatal karena terlambat dideteksi. Gejala DBD biasanya dimulai sekitar empat sampai sepuluh hari setelah mendapat gigitan dari nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Pada anak-anak yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi, gejala yang dialami dapat lebih parah dibanding dengan orang dewasa.

Oleh sebab itu, baik pengidap maupun keluarga perlu mengetahui perbedaan gejala demam berdarah yang muncul dengan gejala penyakit lain, sehingga tidak mengabaikannya. Berikut beberapa gejala umum dari DBD yang perlu diketahui:

1. Demam Tinggi Mendadak

Demam mungkin sering terjadi pada banyak penyakit. Namun, pada DBD demam terjadi secara mendadak dan banyak orang yang tidak tahu perbedaan demam biasa dengan demam yang disebabkan oleh DBD. Perbedaan yang kontras antara gejala demam berdarah dengan gejala demam lainnya adalah demam DBD bisa mencapai 40 derajat celsius. Demam yang terjadi akibat flu dan infeksi dari virus atau bakteri biasanya disertai dengan gejala bersin atau batuk, sedangkan gejala demam pada DBD tidak demikian. Demam pada DBD bisa terjadi selama dua sampai tujuh hari.

Baca juga: Hati-Hati DBD yang Bisa Diketahui Lewat Air Liur

2. Nyeri Otot

Setelah gejala demam terjadi, pengidap DBD akan merasakan nyeri pada bagian otot dan sendi. Gejala ini biasanya disertai dengan tubuh menggigil dan berkeringat.

3. Sakit Kepala Parah Disertai Sakit pada Bagian Belakang Mata

Beberapa jam setelah mengalami demam, gejala selanjutnya yang akan muncul adalah sakit kepala parah. Biasanya, rasa sakit terjadi di sekitar dahi. Sakit kepala parah juga disertai dengan sakit pada bagian belakang mata. Ini merupakan gejala umum yang sering terjadi.

4. Mual dan Muntah

Pada beberapa orang, masalah pencernaan juga bisa terjadi, seperti mual dan muntah. Selain itu, bagian perut atau punggung terasa tidak nyaman. Gejala ini bisa terjadi selama dua sampai empat hari.

5. Kelelahan

Demam disertai nyeri otot dan masalah pencernaan yang terjadi pada pengidap DBD dapat menurunkan nafsu makan. Hal ini tentu menyebabkan tubuh menjadi kelelahan, karena kurangnya asupan makanan dan sistem imun tubuh yang melemah.

Baca juga: Mitos dan Fakta Seputar DBD

Kenali Fase-Fasenya

Setelah mengetahui gejala-gejala umum DBD yang telah dijelaskan tadi, perlu diketahui juga bahwa gejala tersebut dapat terjadi dalam 3 fase. Berikut fase-fase yang dimaksud:

1. Fase Demam

Gejala yang paling khas saat terkena DBD adalah demam tinggi. Karena itulah fase awal demam berdarah disebut dengan fase demam. Pada fase ini, pengidap akan mengalami demam secara tiba-tiba hingga mencapai 40 derajat celsius selama 2 sampai 7 hari.

Munculnya demam tinggi pada kasus DBD sering kali disertai dengan muka kemerahan, kulit memerah, nyeri seluruh tubuh, nyeri otot, dan sakit kepala. Namun, bila demam berlangsung selama lebih dari 10 hari, kemungkinan demam tersebut bukanlah gejala DBD.

Pada beberapa kasus lainnya ditemukan gejala berupa nyeri dan infeksi tenggorokan, sakit di sekitar bola mata, anoreksia, mual, dan muntah. Gejala-gejala inilah yang menyebabkan penurunan jumlah sel darah putih dan trombosit yang mengarahkan dokter pada diagnosis demam berdarah.

2. Fase Kritis

Setelah melewati fase demam, pengidap DBD akan mengalami fase kritis. Nah, fase ini biasanya menjadi ‘pengecoh’, karena pengidap akan merasa sembuh dan dapat melakukan aktivitas kembali. Saat fase ini terjadi, suhu tubuh akan mengalami penurunan hingga 37 derajat celsius ke suhu normal.

Padahal, bila fase ini terabaikan dan tidak segera mendapatkan pengobatan, trombosit pengidap akan terus menurun secara drastis dan dapat mengakibatkan perdarahan yang sering tidak disadari. Oleh sebab itu, pengidap harus cepat ditangani oleh tim medis karena fase kritis ini berlangsung tidak lebih dari 24-38 jam.

Baca juga: Lakukan Hal Ini untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah

Selama masa transisi dari fase demam ke fase kritis, pengidap DBD memasuki risiko tertinggi untuk mengalami kebocoran pembuluh darah. Indikasi dini kebocoran pembuluh darah tersebut dapat dilihat saat pengidap demam berdarah mengalami muntah secara terus menerus, mimisan, pembesaran organ hati, atau nyeri perut yang tak tertahankan.

3. Fase Penyembuhan

Bila pengidap DBD berhasil melewati fase kritisnya, ia akan kembali merasakan demam. Namun, hal ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Pasalnya, kondisi ini merupakan fase penyembuhan dimana trombosit akan perlahan naik dan normal kembali. Pengidap akan mengalami pengembalian cairan tubuh secara perlahan pada 48-72 jam setelahnya.

Mulai memasuki fase penyembuhan, kesehatan pengidap DBD akan berangsur membaik yang ditandai dengan peningkatan nafsu makan, penurunan gejala nyeri perut, dan fungsi diuretik yang membaik. Jumlah sel darah putih pun akan kembali normal, yang kemudian diikuti dengan pemulihan jumlah trombosit.

Itulah sedikit penjelasan tentang gejala-gejala DBD, yang perlu diwaspadai. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!