5 Gejala Radang Sendi yang Sering Diabaikan

5-gejala-radang-sendi-yang-sering-diabaikan-halodoc

Halodoc, Jakarta – Sendi tiba-tiba terasa nyeri dan memerah? Jangan dibiarkan saja, kondisi tersebut bisa jadi adalah gejala radang sendi, lho. Enggak hanya bisa menyebabkan sendi terasa nyeri, memerah, dan bengkak, radang sendi juga bisa membuat sendi menjadi kaku dan sulit digerakkan. 

Kondisi ini tentu saja akan menyulitkan kamu untuk beraktivitas. Yuk, kenali gejala radang sendi selengkapnya di sini agar kamu bisa segera melakukan pengobatan.

Apa Itu Radang Sendi?

Ada pepatah yang bilang “tak kenal, maka tak sayang”. Karena itu, agar kamu bisa mengobati radang sendi dengan baik, kamu perlu tahu dulu apa yang dimaksud dengan radang sendi.

Radang sendi atau disebut juga dengan artritis adalah suatu kondisi di mana terjadi peradangan (inflamasi) pada satu atau beberapa sendi. Risiko seseorang untuk terkena penyakit ini semakin meningkat seiring dengan pertambahan usianya. 

Selain itu, jenis kelamin, riwayat kesehatan keluarga, dan obesitas juga turut berpengaruh terhadap terjadinya radang sendi. Apalagi bila kamu pernah mengalami cedera pada sendi sebelumnya, maka rasa sakit di sekitar sendi tersebut bisa kambuh setiap saat di kemudian hari.

Gejalanya yang Perlu Diwaspadai

Berikut ini gejala radang sendi yang biasanya akan dialami pengidap:

  1. Nyeri sendi, yang tingkat keparahannya bisa bervariasi mulai dari ringan hingga sangat berat

  2. Sendi terasa kaku

  3. Kulit pada sendi yang mengalami peradangan berubah menjadi merah dan hangat

  4. Gerakan sendi terbatas

  5. Otot di sekitar sendi mengecil dan menjadi lebih lemah.

Baca juga: Tidak Boleh Diabaikan, Ketahui Gejala Septic Arthritis

Jenis Radang Sendi Beserta Gejala Khasnya

Gejala radang sendi yang dialami tiap pengidap juga bisa berbeda-beda karena tergantung jenis radang sendi yang dialaminya. Berikut ini jenis radang sendi yang perlu kamu tahu:

  • Degenerative Arthritis

Ini adalah jenis radang sendi yang disebabkan karena kondisi degeneratif. Contoh degenerative arthritis yang paling populer adalah osteoarthritis. Radang sendi ini terjadi ketika tulang rawan sendi mulai menipis seiring usia, sehingga tulang bisa bergesekan satu sama lain dan menyebabkan rasa sakit dan kesulitan untuk bergerak. 

Salah satu jenis osteoarthritis yang bisa terjadi adalah spondilosis servikal yang menyerang tulang belakang daerah leher. Akibatnya, pengidap spondilosis akan mengalami gejala nyeri dan kaku pada leher.

  • Inflammatory Arthritis

Artritis ini terjadi karena reaksi peradangan. Sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh, malah menyerang sendi sendiri dengan mengakibatkan peradangan yang tidak terkontrol. Contoh inflammatory arthritis, antara lain rheumatoid arthritis, psoriatic arthritis, enteropathic arthritis, dan reactive arthritis.

  • Infectious Arthritis

Ini adalah jenis radang sendi yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, ataupun jamur di dalam darah yang menyerang sendi, sehingga menimbulkan peradangan. 

  • Metabolic Arthritis

Ini adalah jenis artritis yang disebabkan karena terjadinya gangguan metabolik. Penyakit asam urat adalah contoh metabolic arthritis yang paling populer. Selain sakit, sendi yang terkena asam urat juga bisa memerah dan bengkak.

Baca juga: Catat, 5 Penyebab Asam Urat Ini!

Cara Mendiagnosis Radang Sendi

Untuk memastikan bahwa gejala yang kamu alami benar menunjukkan terjadinya radang sendi, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Pemeriksaan fisik tersebut dilakukan dengan mengamati pembengkakan yang terjadi dan melihat kemampuan kamu dalam menggerakkan sendi. 

Bila perlu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan lanjutan untuk radang sendi meliputi pemeriksaan darah, cairan sendi, dan tes urine di laboratorium.

Pemeriksaan radang sendi yang dilakukan juga bergantung pada jenis kondisi artritis yang dicurigai. Selain pemeriksaan laboratorium, cara mendiagnosis radang sendi lainnya yang juga bisa dilakukan adalah dengan menggunakan metode pemindaian, seperti USG, foto Rontgen, CT scan, ataupun MRI.

Baca juga: Mengidap Radang Sendi, Konsumsi 6 Makanan Ini

Jadi, bila kamu mengalami gejala radang sendi seperti yang sudah disebutkan di atas, sebaiknya jangan diabaikan. Segera kunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan agar pengobatan pun bisa segera dilakukan. Untuk membeli obat-obatan yang kamu butuhkan untuk mengatasi radang sendi, gunakan saja aplikasi Halodoc. Enggak perlu repot-repot keluar rumah, tinggal pesan lewat aplikasi Halodoc, dan pesanan kamu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.