20 February 2019

5 Penyebab Bercak Merah pada Mata

5 Penyebab Bercak Merah pada Mata

Halodoc, Jakarta - Bercak merah pada mata dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari iritasi ringan karena debu, hingga tanda adanya penyakit mata serius. Kalau dijelaskan secara medis, munculnya bercak merah pada mata kemungkinan besar disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah kecil yang berada di bawah konjungtiva, atau lapisan bening dan tipis yang menutupi bagian depan sklera (bagian putih mata).

Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan perdarahan subkonjungtiva. Perdarahan ini biasanya bukan masalah yang serius, karena cenderung tidak menimbulkan rasa sakit atau perubahan penglihatan. Umumnya, gejala lain yang dirasakan hanyalah rasa gatal pada bagian mata.

Baca juga: Screening Retina Harus Rutin Dilakukan, Ini Alasannya

Sebagian besar bercak merah pada mata disebabkan oleh tingginya tekanan di bagian mata. Hal ini kemungkinan terjadi saat bersin atau batuk yang terlalu kuat, muntah, kebiasaan mengucek mata terlalu keras, trauma (luka), mengangkat beban berat, efek penggunaan lensa kontak, diabetes, hipertensi, atau gangguan pembekuan darah.

Selain perdarahan konjungtiva, bercak merah pada mata juga dapat terjadi karena berbagai penyebab berikut:

1. Episkleritis

Episkleritis adalah gangguan peradangan akut pada episklera, yaitu jaringan tipis antara konjungtiva dan sklera. Peradangan ini menyebabkan mata terlihat merah dan iritasi. Terdapat dua jenis episkleritis, yaitu:

  • Episkleritis sederhana, yaitu jenis paling umum dari episkleritis. Bagian merah pada mata bisa hanya sebagian atau keseluruhan, cenderung ringan dan cepat hilang, serta minim ketidaknyamanan pada mata.

  • Episkleritis nodular, yaitu gejala lanjutan dari episkleritis sederhana dengan munculnya tonjolan pada salah satu area mata, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan.

Meskipun sebagian besar kasus episkleritis akan hilang dengan sendirinya, sekitar sepertiga kasus lainnya dapat dikaitkan dengan masalah peradangan pada bagian tubuh yang lain.

Baca juga: Ada Bercak Merah pada Mata, Waspada Episkleritis

2. Anemia Sel Sabit

Anemia sel sabit atau sickle cell anemia merupakan salah satu kelainan darah turunan yang ditandai dengan anemia kronis. Penyakit ini membuat sel darah yang seharusnya berbentuk bulat dan fleksibel menjadi bentuk sabit dan keras. Akibatnya, pengangkutan hemoglobin dan oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu.

Orang yang mengalami anemia sel sabit biasanya memiliki bintik merah berbentuk koma atau garis pada bagian bola mata. Hal ini disebabkan karena bentuk sabit pada sel darah merah membuat pembuluh darah menjadi tersumbat, dan berlanjut hingga terjadi perdarahan di mata.

3. Pinguecula

Pinguecula adalah suatu kondisi penebalan jaringan yang melapisi bagian luar mata, biasanya cenderung berwarna kuning dan sedikit menonjol pada bagian konjungtiva. Pengidap biasanya cenderung tidak menyadari saat mengalami kondisi ini. Namun, ketika terlalu lama berada di bawah sinar matahari dan terkena angin, pengidap akan merasakan adanya peradangan di bagian mata dengan gejala bercak merah dan pembengkakan.

Nah, peradangan inilah yang disebut dengan pinguecula. Kondisi ini kemungkinan disebabkan karena tingginya radiasi sinar UV dari matahari atau iritasi yang sudah kronis akibat paparan angin dan debu.

4. Hemangioma Konjungtiva

Hemangioma konjungtiva merupakan kecacatan pembuluh darah yang terjadi pada bagian putih mata. Hemangioma konjungtiva biasanya tidak berbahaya, tapi beberapa orang merasa tidak nyaman karena cenderung memperburuk tampilan mata. Bila dikhawatirkan akan semakin berbahaya, pengidap bisa berkonsultasi pada dokter untuk dilakukan pembedahan guna menghilangkan bercak merahnya.

Baca juga: Harus Tahu, Ini Bedanya Blefaritis dengan Bintitan

5. Pterygium

Pterygium merupakan pertumbuhan jaringan berdaging berwarna merah muda pada konjungtiva, biasanya bermula dari kondisi pinguecula. Pterygium terbentuk di sisi mata yang paling dekat dengan hidung dan tumbuh ke arah pupil. Daging yang tumbuh ini kemungkinan bisa tetap kecil atau membesar hingga menutupi bagian kornea mata. Jika sudah mencapai tahap itu, kondisi ini dapat memengaruhi penglihatan dan membuat mata menjadi buram.

Pterygium kemungkinan disebabkan oleh kombinasi mata kering dengan paparan angin, debu, dan sinar UV dari matahari. Sebagai upaya pencegahan, lindungi mata dengan kacamata hitam untuk menghindari paparan sinar UV dan debu.

Itulah sedikit penjelasan tentang penyebab munculnya bercak merah pada mata. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!