06 August 2018

5 Penyebab Telinga Berdenging

telinga berdenging, penyebab telinga berdenging

Halodoc, Jakarta - Telinga berdenging adalah kondisi ketika kita mendengar denging dalam telinga. Kondisi ini pastinya akan membuat kita merasa tidak nyaman. Terlebih lagi jika telinga berdenging terjadi secara terus-menerus.

Tidak sedikit juga masyarakat Indonesia yang mengaitkan telinga berdenging dengan hal-hal berbau mitos. Ada yang menganggap bahwa telinga berdenging adalah pertanda bahwa orang lain sedang membicarakan kita. Padahal, kondisi ini tidak berkaitan sama sekali dengan mitos-mitos yang beredar luas.

Kondisi ini sebenarnya umum terjadi. Namun, telinga berdenging yang terjadi secara terus-menerus dapat mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Bahkan, kondisi ini juga dapat membuat kita merasa tertekan.

Sebenarnya apa yang menyebabkan telinga berdenging? Berikut ulasannya!

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat ke Dokter THT?

Mendengar Suara yang Keras

Penyebab telinga berdenging paling umum adalah karena mendengar suara yang sangat keras. Terutama, jika seseorang terus-menerus mendengar suara yang keras. Mendengar suara yang keras dalam waktu yang lama akan mengakibatkan kerusakan pada sel koklea di telinga bagian dalam.

Kondisi ini biasanya akan lebih mudah dialami oleh orang-orang yang bekerja dengan suasana bising. Di antaranya seperti musisi, tentara, atau pilot. Meskipun begitu, perlu diingat juga bahwa satu dentuman keras bisa menyebabkan seseorang mengalami kuping berdenging.

Infeksi pada Saluran Telinga

Penyebab lainnya yang bisa mengakibatkan telinga berdenging adalah infeksi pada saluran telinga. Selain infeksi, penyumbatan pada saluran telinga juga dapat menyebabkan denging pada telinga.

Tidak perlu khawatir dengan kondisi ini. Pasalnya, telinga berdenging karena infeksi termasuk pada kategori ringan. Kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya jika ditangani segera. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi ini akan berlanjut jika tidak mendapatkan penanganan yang baik.

Bertambahnya Usia

Seiring dengan bertambahnya usia, organ tubuh juga mengalami penurunan kinerja. Begitu pun dengan telinga. Bertambahnya umur akan memengaruhi bagian dalam telinga dan bagian-bagian lainnya. Selain itu, penurunan fungsi telinga juga biasanya terjadi ketika seseorang menginjak usia 60 tahun. Penurunan kinerja telinga ini dapat membuat seseorang mengalami telinga berdenging.

Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah kondisi ketika pembuluh darah telinga mengalami penyempitan akibat penumpukan kolesterol. Kondisi ini bisa disebabkan oleh penuaan dan juga gaya hidup yang tidak sehat. Kondisi ini dapat menyebabkan telinga kehilangan elastisitasnya, sehingga aliran darah terdengar oleh telinga sebagai denging.

Meniere

Meniere merupakan sebuah kondisi ketika koklea mengalami tekanan. Koklea adalah struktur telinga di bagian dalam. Selain dapat membuat telinga berdenging, kondisi ini juga dapat menyebabkan vertigo, sakit kepala, dan kehilangan pendengaran.

Baca juga: Nyeri di Telinga, Bisa Jadi Otitis Media

Pengobatan Telinga Berdenging

Telinga berdenging dapat diobati dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan cara menjaga kebersihan telinga. Jika telinga sudah kotor dan menyebabkan telinga berdenging, sebaiknya lakukan pembersihan. Pembersihan telinga yang sangat kotor bisa dilakukan oleh dokter dengan alat khusus. Jika kondisinya tidak parah, pembersihan bisa dilakukan dengan air hangat yang diusapkan dengan kain secara perlahan.

Langkah pengobatan telinga berdenging lainnya yang bisa dilakukan adalah terapi. Terapi pendengaran ini dilakukan dengan tujuan untuk meredakan gejala telinga berdenging. Alat bantu dalam terapi ini akan mengeluarkan suara alami dan beberapa suara lainnya. Hal tersebut dimaksudkan untuk menutupi suara denging yang muncul di telinga.

Selain dengan kedua pengobatan tersebut, pengobatan telinga berdenging juga bisa dilakukan dengan obat-obatan. Obat-obatan yang diberikan bisa berupa obat untuk mengatasi infeksi yang menyebabkan denging pada telinga.

Baca juga: 4 Penyebab Telinga Bindeng yang Perlu Diwaspadai

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kram perut saat hamil? Ibu bisa menghubungi dokter tepercaya melalui aplikasi Halodoc. Dengan menggunakan aplikasi ini, ibu dapat bertanya pada dokter melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, ibu juga bisa membeli produk kesehatan dan suplemen di Halodoc tanpa perlu keluar rumah. Pesanan akan sampai dalam waktu satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!