Nyeri Leher Bagian Belakang? Ini 6 Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Nyeri Leher Bagian Belakang? Ini 6 Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta - Nyeri leher atau sakit leher pada bagian belakang bukan sebuah hal yang langka. Enggak percaya? Menurut studi dari National Institutes of Health, di negara-negara Skandinavia (negara-negara yang berada dalam satu kawasan di belahan utara Benua Eropa), nyeri leher dianggap sebagai masalah umum kesehatan masyarakat. Ringkasnya, nyeri leher merupakan keluhan yang umum dialami oleh masyarakat dunia.

Penyebab nyeri leher bagian belakang beragam. Mulai dari penyakit-penyakit tertentu, posisi tidur yang salah, cedera ketika berolahraga, hingga kebiasaan yang keliru. Lalu, bagaimana cara mengatasi sakit atau nyeri leher bagian belakang?

Baca juga: Nyeri Otot, Rematik Polimialgia atau Fibromyalgia? Ini Bedanya

  1. Terapi Fisik

Salah satu penyebab nyeri leher bagian belakang bisa disebabkan oleh cervical syndrome. Kondisi mengacu pada gangguan yang disebabkan oleh perubahan tulang belakang leher dan jaringan lunak yang mengelilinginya. Seseorang yang berhadapan dengan kondisi ini merasakan nyeri sebagai gejala utamanya. 

Sebenarnya penyebab utama cervical syndrome atau spondilosis servikal adalah perubahan degeneratif. Bahasa awamnya gegara proses penuaan. Namun, cervical syndrome bukan cuma disebabkan oleh bantalan leher yang tergerus usia. Banyak faktor lainnya yang bisa memicu kondisi ini. Salah satunya gaya hidup modern, duduk terlalu lama, dan postur kerja yang keliru atau tidak ergonomis.

Nah, bagi mereka yang mengidap kondisi di atas, bisa mencoba terapi sebagai jalan keluarnya. Mau bukti? Menurut riset dari National Institutes of Health tentang keefektifan terapi fisik terhadap cervical syndrome, program terapi fisik yang tepat membantu pengidap sakit leher kembali menjalani aktivitas normal sehari-hari. Menariknya lagi, terapi fisik meningkatkan kualitas hidup mereka, dan mengurangi ketidakhadiran di tempat kerja.

  1. Peregangan Leher

Selain terapi fisik, peregangan otot leher bisa mengatasi nyeri leher bagian belakang. Caranya beragam, seperti posisikan duduk secara tegak dan arahkan pandangan ke depan. Kemudian, miringkan kepala ke samping lalu lingkarkan tangan ke atas kepala hingga menyentuh telinga.

Saat memiringkan kepala, jaga agar pandangan tetap ke arah depan. Lakukan peregangan ke arah kanan dan kiri seleher selama 20-30 detik. Kamu bisa mengulangi gerakan ini sebanyak empat kali. Nah, kamu juga bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai peregangan yang tepat untuk mengatasi nyeri leher.

  1. Berhati-hati saat Tidur

Jika mengidap sakit leher, mau tidak mau kamu harus memperhatikan posisi tidur. Tidurlah pada sisi punggung (terlentang), bukannya bertumpu pada perut (tengkurap). Posisi tengkurap bisa memelintir kepala atau leher selama berjam-jam. Selain itu, tidur tengkurap juga memengaruhi punggung bagian bawah. Nah, hal ini yang bisa memicu nyeri leher bagian belakang.

Baca juga: Waspada Tension Headache yang Menyerang Kapan Saja

  1. Olesi Balsam

Balsam bisa menjadi alternatif untuk meredakan nyeri atau sakit pada leher. Sensasi hangat atau panas balsam mampu mengurangi nyeri atau pegal otot pada leher bagian belakang.

Beberapa balsam memiliki kandungan yang bersifat analgesik. Sifat ini bisa menghilangkan rasa nyeri atau sakit. Di samping itu, beberapa balsam memiliki kandungan yang mampu membantu melancarkan peredaran darah.

5. Memijat Leher

Memijat leher secara perlahan juga bisa membantu meredakan nyeri leher. Pijatan diharapkan dapat membuat otot-otot leher jadi lebih rileks. Agar pijatan semakin nyaman, kita bisa menggunakan minyak esensial untuk membuat otot-otot jadi lebih rileks.

  1. Kompres Leher

Mengompres leher bisa menjadi cara yang cukup simpel untuk meredakan sakit leher bagian belakang. Sensasi mati rasa sementara ketika menempelkan es atau kain dingin pada leher, dapat mengurangi rasa sakit. Mengompres leher ini diharapkan membuat leher yang terasa kaku kembali lebih rileks.

  1. Pilih Bantal yang Tepat

Jangan sekali-kali menggunakan bantal yang terlalu keras dan tinggi. Kondisi ini membuat leher menjadi kaki, sehingga nyeri leher bisa semakin buruk. Alternatifnya, pilihlah bantal yang tepat seperti berbahan memory foam yang bisa mengikuti kontur leher dan kepala.

Baca juga: 5 Penyakit yang Diketahui Akibat Benjolan di Leher

  1. Obat-obatan

Obat-obatan dapat membantu untuk mengatasi nyeri leher. Andaikan nyeri leher sudah tidak tertahankan, dokter mungkin memberikan obat pelemas otot dan obat antidepresan golongan trisiklik.

Jika cara-cara meredakan nyeri leher di atas tidak memiliki dampak berarti, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi:
US National Library of Medicine - National Institutes of Health. Diakses pada Desember 2019. Cervical Syndrome – the Effectiveness of Physical Therapy Interventions
Healthline. Diakses pada Desember 2019. Neck Pain: Possible Causes and How to Treat It.
Cleveland Clinic. Diakses pada Desember 2019. Health Essential. Do You Have a Stiff Neck? Try These Simple Remedies.