6 Gejala Vaginismus yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
6-gejala-vaginismus-yang-harus-diwaspadai-halodoc

Halodoc, Jakarta – Enggak hanya pria saja yang sering mengalami gangguan seksual, ternyata wanita juga lho. Vaginismus adalah gangguan seksual yang umum terjadi pada wanita. Vaginismus adalah kondisi di mana otot di sekitar Miss V mengencang dengan sendirinya saat terjadi penetrasi seksual. 

Gangguan ini tidak memengaruhi gairah seksual wanita, tapi tentu saja akan menghambat hubungan intim. Selain Miss V mengencang, masih ada gejala vaginismus lainnya yang perlu kamu waspadai. Yuk, simak lebih lanjut di sini.

Vaginismus adalah gangguan seksual yang bisa terjadi pada wanita dengan usia berapapun. Gangguan seksual ini bisa berlangsung seumur hidup (primer) atau hanya sementara waktu (sekunder). 

Vaginismus bisa menimbulkan gejala yang bervariasi, tergantung tingkat keparahannya. Secara umum, gejala vaginismus meliputi:

  1. Penetrasi yang terasa sakit (dispareunia) akibat Miss V mengencang.

  2. Kesulitan atau bahkan tidak bisa melakukan penetrasi.

  3. Rasa sakit seksual dalam jangka panjang dengan atau tanpa alasan yang jelas.

  4. Rasa sakit saat memasang tampon.

  5. Rasa sakit saat pemeriksaan ginekologis.

  6. Mengalami kejang otot atau berhenti bernapas saat mencoba penetrasi.

Gejala vaginismus tersebut tentu saja bisa membuat wanita merasa sangat tidak nyaman saat berhubungan intim, bahkan tidak bisa mendapatkan kepuasan seksual. Karena itu, bila kamu mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Baca juga: 3 Disfungsi Seksual yang Rentan Dialami Wanita

Penyebab Vaginismus

Sampai saat ini, penyebab vaginismus masih belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat sejumlah faktor fisik dan non-fisik (mental) yang diduga berperan terhadap terjadinya kelainan ini. Pada kasus yang serius, vaginismus bisa disebabkan oleh kombinasi kedua faktor tersebut.

Penyebab vaginismus non-fisik, antara lain:

  • Adanya ketakutan untuk berhubungan intim, seperti takut hamil atau takut sakit.

  • Sedang merasa gelisah atau stres.

  • Adanya isu dengan pasangan, seperti kekerasan, ketidakpercayaan, hubungan yang sudah menjauh, dan lain-lain.

  • Pernah mengalami kejadian traumatis, seperti pemerkosaan atau kekerasan.

  • Pengalaman masa kecil, seperti cara didik orangtua atau paparan gambar seksual.

Penyebab vaginismus fisik meliputi:

  • Mengidap kondisi medis tertentu

  • Dampak setelah persalinan

  • Perubahan fisik terkait usia

  • Trauma pada pelvis

  • Efek samping dari obat-obatan.

Dengan kata lain, wanita yang pernah mengalami kekerasan seksual atau trauma, memiliki masalah dengan pasangannya, takut hamil, dan trauma dengan hubungan intim pertama yang menyakitkan, berisiko tinggi mengalami vaginismus.

Baca juga: 6 Penyebab Wanita Susah Orgasme

Cara Mengatasi Vaginismus

Cara mengatasi vaginismus pada tiap pengidap bisa berbeda-beda, tergantung penyebabnya. Namun kabar baiknya, hampir sebagian besar vaginismus bisa disembuhkan. Biasanya, vaginismus bisa diatasi dengan melakukan terapi relaksasi Miss V, terapi emosional, dan operasi.

Pada kasus vaginismus yang disebabkan oleh kondisi medis, mengatasi penyebab yang mendasarinya merupakan cara yang paling efektif untuk mengatasi gangguan seksual tersebut. Pengidap juga bisa mengganti obat-obatan yang diketahui bisa menyebabkan masalah lubrikasi, sehingga risiko mengalami vaginismus pun bisa diminimalisir. Bagi wanita yang sudah mengalami menopause, masalah lubrikasi kerap dialami akibat rendahnya kadar estrogen. Nah, kondisi ini bisa ditangani dengan mengoleskan estrogen topikal langsung pada Miss V.

Selain itu, melakukan senam kegel dan latihan Miss V juga bisa meringankan rasa sakit saat berhubungan intim, sehingga membantu mengatasi vaginismus. Senam kegel meliputi aktivitas kontraksi dan relaksasi yang bisa meningkatkan kendali otot pelvic floor. Sedangkan latihan Miss V, bertujuan untuk membantu kamu terbiasa dengan objek yang masuk ke dalam Miss V.

Baca juga: 5 Cara Memperkuat Otot Lantai Pelvis

Pilihan pengobatan vaginismus lainnya adalah operasi untuk memperlebar Miss V. Cara ini bisa dilakukan pada situasi tertentu. Misalnya, pada wanita yang pernah menjalani operasi yang menyebabkan jaringan luka yang membatasi Miss V, seperti episiotomi saat persalinan. Pada kasus tersebut, operasi kecil bisa dilakukan guna membantu mengangkat jaringan luka, dengan cara memotong jaringan luka dengan hati-hati dan menjahitnya kembali.

Nah, itulah gejala vaginismus yang harus diwaspadai para wanita. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk membicarakan masalah kesehatan seksual yang kamu alami dan minta saran kesehatan. Enggak perlu malu, kamu bisa menghubungi dokter melalui fitur Talk to A Doctor dan berbicara melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.