• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Penyebab Rambut Rontok pada Wanita

6 Penyebab Rambut Rontok pada Wanita

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Rambut adalah mahkota bagi wanita. Hal tersebut membuat sebagian besar wanita ingin memiliki rambut yang sehat dan berkilau. Banyak cara yang sudah dilakukan untuk mendapat rambut yang cantik dan berkilau. Tapi, kenapa masih saja rontok?

Sebenarnya, rontoknya rambut adalah hal yang wajar. Namun, kamu harus waspada jika rambut rontok terjadi secara berlebihan, bisa jadi itu terjadi karena kondisi tertentu. Dikutip dari beberapa sumber, ada sejumlah kondisi yang menyebabkan wanita mengalami rambut rontok, yaitu:

Baca juga: Fakta Tentang Rambut Rontok yang Harus Diketahui

1. Stres Berkepanjangan

Stres bisa menjadi pemicu rambut rontok terjadi secara berlebihan, apalagi jika stres yang dialami berlangsung dalam waktu lama. Kerontokan yang dipicu oleh stres berkepanjangan juga bisa bersifat akut maupun kronis.

Melansir dari American Hairloss Council, telogen effluvium adalah bentuk kerontokan rambut yang umum dialami wanita. Bentuk kerontokan ini bisa dipicu oleh stres, menopause, masalah genetik, dan penyebab lainnya.

Selain menyebabkan rambut rontok, stres juga memengaruhi kehidupan secara umum, misalnya produktivitas menurun, dan kurang semangat dalam beraktivitas. Oleh karena itu, atasi stres karena menimbulkan masalah kesehatan.

2. Baru Melahirkan

Wanita yang baru melahirkan juga kerap mengalami rambut rontok. Hal itu terjadi karena saat hamil, wanita rentan mengalami stres fisik yang bisa berujung pada perubahan di tubuh, termasuk rontoknya rambut. Meskipun demikian, rambut rontok jarang terjadi saat wanita masih dalam masa kehamilan, sebab pada saat tersebut produksi hormon estrogen meningkat.

Tapi jangan khawatir, setelah kadar estrogen kembali normal setelah melahirkan, rambut kembali ke siklus pertumbuhan normalnya dan kerontokan akan otomatis berkurang.

3. Kekurangan Nutrisi

Kunci rambut yang sehat dan kuat juga bergantung pada nutrisi yang diperoleh oleh tubuh. Kekurangan zat besi, seng, vitamin B3 (niasin), dan protein sering dikaitkan dengan berbagai jenis kerontokan rambut. Kalau kamu mengalami kerontokan rambut tapi tidak jelas apa penyebabnya, bisa jadi kamu kekurangan nutrisi-nutrisi tersebut.

Mengobati kekurangan gizi biasanya dimulai dengan berkonsultasi dengan dokter yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan tes darah. Setelah itu, dokter mengobati kekurangan gizi yang dialami dengan memberikan resep suplemen atau merujuk kamu ke ahli gizi untuk mendapatkan panduan lebih lanjut.

Kalau kamu punya pertanyaan terkait masalah gizi, kamu bisa langsung berbicara langsung dengan ahli gizi Halodoc. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi ahli gizi kapan saja dan di mana saja.

Baca juga: 5 Tips Mencegah Rambut Rontok

4. Penggunaan Obat-Obatan

Melansir dari Mayo Clinic, obat yang digunakan untuk mengelola tekanan darah tinggi, kanker, radang sendi, dan depresi diketahui menyebabkan kerontokan rambut. Kalau kamu mengonsumsi obat-obatan di atas dan mengalami kerontokan rambut, bicarakan dengan dokter untuk mengetahui cara mengatasinya.

Pada banyak kasus, jenis kerontokan ini biasanya hanya bersifat sementara. Tetapi, jika kerontokan malah menjadi kronis, dokter mungkin perlu menghentikan obat-obatan dan menggantinya dengan obat lain yang minim efek samping.

5. Mengidap Ketombe

Ketombe adalah penyebab kerontokan rambut yang paling mudah diobati. Namun, jika ketombe yang kamu miliki disebabkan oleh dermatitis seboroik, maka kamu perlu perawatan khusus untuk mengatasinya. Dermatitis seboroik adalah bentuk ketombe yang disebabkan oleh penumpukan jamur dan minyak.

Segera periksakan diri ke dokter jika kamu mengalaminya. Sebelum mengunjungi rumah sakit, kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc, lho! Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

6. Perawatan yang Salah

Perawatan rambut yang salah, misalnya terlalu sering diwarnai, bahkan dicatok, ternyata juga bisa menyebabkan kerontokan rambut. Apalagi jika kamu termasuk orang yang suka bereksperimen dengan gaya rambut yang ekstrem. Kurangi penggunaan hair-styling rambut kalau kamu tidak ingin rambut kamu mengalami kerontokan dan rusak parah.

Baca Juga: Kesalahan Umum pada Perawatan Rambut

Namun, jika kamu terpaksa harus melakukannya, jangan lupa untuk memberikan vitamin rambut dan mengonsumsi makanan yang bergizi agar rambut tetap lebat dan kuat.

Referensi :

American Hairloss Council. Diakses pada 2020. Female Hair Loss: The Facts.

Self. Diakses pada 2020. 11 Common Causes of Hair Loss in Women.

Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hair loss.