02 November 2018

6 Tips Posisi Aman Berhubungan Saat Hamil Tua

posisi aman berhubungan saat hamil, berhubungan intim saat hamil tua

Halodoc, Jakarta - Saat hamil, mungkin kamu dan pasangan masih bingung dan khawatir, apakah berhubungan intim aman dilakukan saat hamil. Sebenarnya, berhubungan intim aman dilakukan sejauh pasangan, dalam hal ini kedua belah pihak, masih nyaman melakukan itu.

Masalah lainnya yang muncul adalah posisi berhubungan yang biasa dilakukan tidak lagi dapat dilakukan, sebab kondisi istri yang tengah hamil tua. Hal ini wajar, mengingat perut yang besar membuat berhubungan intim kadang tidak nyaman dan dipenuhi rasa was-was.

Lalu bagaimana melakukannya? Mau tidak mau, kamu dan pasangan harus mengubah posisi berhubungan intim yang tidak berbahaya. Setidaknya, ada enam posisi hubungan intim yang dapat kamu dan pasangan praktikan saat kondisi hamil tua.

  1. Side by Side

Pada posisi ini, suami istri berbaring berdampingan dan saling berhadapan. Kemudian kamu dapat menggantungkan kaki kiri di atas tubuh suami. Selain aman dilakukan untuk ibu hamil, posisi ini juga dapat meningkatkan keintiman karena saling berhadapan satu sama lain.

  1. Edge of the Bed

Edge of the bed merupakan posisi berhubungan yang dilakukan di tepi tempat tidur. Pada dasarnya posisi ini hampir sama dengan misionaris klasik. Bedanya, suami berlutut di pinggir tempat tidur. Posisi ini paling aman dilakukan saat perut kamu sedang besar-besarnya, karena memberikan kenyamanan penuh dan menghindari tekanan pada perut. Agar suami juga nyaman, berikan bantal sebagai tempat kakinya bertumpu.

  1. Woman on Top

Posisi ini bisa jadi merupakan posisi yang paling pas saat hamil besar. Kamu dapat mengendalikan aktivitas hubungan intim, sehingga merasa lebih nyaman. Namun, jika terlalu lelah untuk ‘memimpin’ gerakan, mintalah suami untuk menggerakkan pinggulnya sementara kamu berpegangan pada kakinya.

  1. Spoon

Posisi ini seperti menyendok dan paling nyaman dilakukan ibu hamil, terutama saat hamil di trimester ketiga. Pada posisi ini, kamu dapat menyamping dan menyerahkan tumpuan perut di kasur. Sementara suami akan meringkuk di sekitar kamu. Letakkan beberapa bantal di atas salah satu kaki agar perut tidak terjepit dan lebih memudahkan penetrasi. Posisi ini juga membuka peluang untuk melakukan rangsangan pada klitoris.

  1. Reverse Cowgirl

Sesuai dengan namanya, posisi ini seolah sedang menunggangi kuda, yaitu dilakukan dengan duduk di atas tubuh pasangan yang berbaring, dengan punggung menghadap ke muka pasangan. Pada posisi ini, bagian perut yang membesar ditopang oleh paha, sementara punggung dapat dibantu juga oleh kedua tangannya.

  1. On The Chair

Kursi bisa dijadikan media yang nyaman dan hubungan intim bisa semakin intens. Biarkan suami duduk di kursi, lalu istri duduk di pangkuan suami. Pada posisi ini, istri dapat merangkul suami dengan erat. Pastikan kursi diposisikan dekat tembok atau benda lain yang dapat digunakan untuk bangun dan beranjak di pangkuan suami.

Perlu Waspada Akan Risiko

Sebelum melakukan hubungan intim saat hamil tua, pastikan kamu telah memeriksakan kehamilan secara rutin pada dokter kandungan. Dengan begitu, kamu dan pasangan dapat mengetahui apakah kondisi kehamilan dalam keadaan sehat. Selain itu, juga untuk meyakinkan apakah aman untuk tetap melakukan hubungan intim. Hal ini untuk menghindari risiko yang berbahaya ketika berhubungan intim.

Kamu dan suami juga sebaiknya mengendalikan hasrat seksual. Mintalah kepada suami kamu agar tidak melakukan penetrasi terlalu cepat atau terlalu dalam. Biasanya, ibu hamil tidak merasa nyaman dengan penetrasi yang terlalu dalam.

Apabila terjadi perdarahan dari Miss V ibu hamil, ketuban pecah, atau masalah-masalah lain pada saat atau berhubungan intim saat hamil, segera periksakan ke dokter. Jangan sampai hasrat kamu dan suami memberikan dampak negatif dan membahayakan janin kamu.

Berhubungan intim saat hamil tua harus diawali dengan komunikasi yang baik, disertai dengan kesadaran untuk saling memahami satu sama lain. Komunikasi dan diskusi pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai berhubungan intim saat hamil tua juga perlu dilakukan. Hal ini bertujuan agar kualitas hubungan tetap terjaga, serta janin yang ada di dalam kandungan juga terhindar dari bahaya dan lahir dengan sempurna.

Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.

Baca juga: