7 Gaya Hidup untuk Cegah Sialolithiasis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
sialolithiasis, kelenjar air liur

Halodoc, Jakarta - Pada pengidap sialolithiasis, ditemukan sekumpulan gejala masalah kesehatan pada kelenjar air liur. Kelenjar air liur sendiri bertugas dalam memproduksi air liur yang berguna untuk menjaga mulut agar tetap lembap, melindungi gigi dari pembusukan, serta membantu proses pencernaan makanan. Apa yang harus dilakukan guna mencegah terjadinya sialolithiasis?

Baca juga: Kapan Gigi Mulai Ompong?

Pada Pengidap Sialolithiasis, Akan Ditemukan Gejala Berikut

Gejala umum yang muncul pada pengidap sialolithiasis adalah adanya benjolan pada bawah lidah yang terasa nyeri, serta rasa sakit yang berlebihan saat mengunyah dan menelan makanan. Gejala yang timbul akan tergantung dari penyebab benjolan yang muncul, seperti:

  • Sialadenitis, yaitu infeksi yang menyerang pada kelenjar air liur utama. Gejala yang muncul meliputi demam, adanya nanah dalam mulut yang berbau busuk, serta adanya benjolan pada bagian dalam pipi.

  • Jika kista muncul pada kelenjar air liur, gejala meliputi sulit mengunyah, sulit berbicara, serta sulit menelan.

  • Jika infeksi virus menyerang kelenjar air liur, gejala meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, serta bengkak pada kedua sisi wajah.

  • Sindrom Sjogren, yaitu penyakit yang disebabkan oleh peradangan pada kelenjar air mata dan air liur. Gejala meliputi mata kering, mulut kering, pembusukan gigi, sariawan pada mulut, batuk kering, nyeri sendi, serta sering merasa kelelahan.

Jika ditemukan gejala-gejala di atas, segera diskusikan dengan dokter ahli, ya! Karena bisa jadi gejala yang muncul merupakan indikasi penyakit yang berbahaya.

Baca juga: Hati-Hati, Alkoholik Rentan Terkena Sialolithiasis 

Ini yang Jadi Penyebab dari Sialolithiasis

Pengapuran batu yang menghalangi kelenjar air liur merupakan penyebab utama terjadinya sialolithiasis. Kelenjar air liur sendiri bertugas dalam memproduksi air liur yang terdiri dari tiga bagian, yaitu parotid, submandibular, dan sublingual. Nah, proses pengapuran dari salah satu kelenjar atau beberapa kelenjar dapat menyebabkan terjadinya sialolithiasi.

Berikut Gaya Hidup untuk Cegah Sialolithiasis

Beberapa gaya hidup yang dapat kamu lakukan guna mencegah terjadinya sialolithiasis, antara lain:

  1. Minum banyak air putih.

  2. Menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan sikat gigi minimal dua kali sehari.

  3. Berkumur dengan air garam.

  4. Setelah sikat gigi, gunakan obat kumur serta benang gigi untuk mencegah adanya sisa makanan pada sela-sela gigi.

  5. Jangan sikat gigi terlalu keras, gunakan sikat gigi dengan bahan yang lembut.

  6. Konsumsi makanan sehat dengan gizi yang seimbang.

  7. Berhenti merokok. Asap rokok dapat membuat mulut menjadi lebih kering. Selain itu, merokok juga dapat merusak fungsi air liur pada mulut yang berguna dalam melawan karies gigi. Karies gigi sendiri merupakan infeksi gigi yang menyerang struktur jaringan keras gigi.

Baca juga: Sulit Menelan Makanan, Hati-Hati Gejala Sialolithiasis

Penanganan sialolithiasis tergantung pada kondisi kesehatan pengidap, serta tingkat keparahan dari sialolithiasis yang dialami. Jika sialolithiasis terjadi karena adanya infeksi bakteri, pemberian antibiotik dapat dilakukan guna mencegah penyakit menjadi lebih parah. Jika sialolithiasis terjadi karena adanya kanker atau tumor, penanganan dapat ditempuh dengan radiasi atau kemoterapi.

Pengobatan yang dilakukan mungkin akan membuat kamu merasa enggak nyaman dan membuat kamu jadi dehidrasi. Untuk itu, kamu disarankan untuk banyak konsumsi air putih. Nah, jika ada yang ingin kamu tanyakan seputar masalah kesehatanmu, Halodoc bisa jadi solusinya! Enggak hanya diskusi langsung, kamu juga bisa mendapatkan obat yang sedang kamu butuhkan. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!